Tips Sukses Program Manajemen Keselamatan Agar Diikuti Oleh Seluruh Pekerja

0
88

Tips Sukses Program Manajemen Keselamatan Agar Diikuti Oleh Seluruh Pekerja – Banyak SDM baru dalam praktik kerja di Indonesia belum mendapatkan pendidikan yang mumpuni terkait ilmu manajemen keselamatan, ataupun dipersiapkan secara dini untuk menghadapi insiden di tempat kerja. Dalam beberapa kasus, umumnya perusahaan merasa bahwa manajemen keselamatan hanyalah suatu program yang digeneralisasikan untuk diberikan kepada pekerja terlepas dari pengalaman pekerja tersebut. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami bahwa manajemen keselamatan yang baik tidak hanya sebatas peraturan tertulis, namun juga mencakup banyak hal lainnya diluar peraturan tersebut.

Kunci keberhasilan program keselamatan akan sangat bergantung pada bagaimana perusahaan dapat mengkomunikasikannya secara efektif, dan juga bagaimana semua pihak terkait dapat secara disiplin menjalankannya.

Jadi, bagaimana Anda dapat membuat perubahan terhadap program manajemen keselamatan agar lebih dari sekadar peraturan tertulis untuk diikuti oleh semua karyawan?Pada artikel ini, klikMRO akan membagikan tips rahasia agar seluruh pihak dapat senantiasa mengikuti manajemen keselamatan kerja dengan baik:

Alat Teknik lengkap

Ketahui Batasan
Dalam menekan suatu program manajemen keselamatan agar berhasil diimplementasikan dengan baik, perusahaan ataupun pihak manajemen membutuhkan kepercayaan dari seluruh pekerja yang tercakup dalam program keselamatan tersebut. Jika mereka tidak menghormati keputusan perusahaan ataupun petunjuk keselamatan lainnya, kemungkinan besar mereka tidak akan mengindahkan kebijakan program perusahaan. Terkadang untuk bisa mendapatkan rasa hormat itu, adalah dengan menunjukkan kepada pekerja bahwa Anda telah pernah berada di posisi mereka, dalam arti lain adalah mempertimbangkan segala sisi dalam menyampaikan kebijakan ataupun membuat program keselamatan. Cara lainnya adalah dengan menunjukkan kekayaan pengetahuan dan bukti-bukti insiden yang pernah terjadi serta solusinya. Bagaimanapun juga, Anda harus menghindari segala potensi komunikasi yang lemah dengan karyawan, agar dapat memaksimalkan program keselamatan yang hendak diterapkan ataupun hendak ditekan kembali, khususnya di pandemi COVID-19 yang masih berlanjut ini.

Perlu dipahami bahwa rasa kepercayaan pekerja terhadap manajemen perusahaan sangatlah berharga, dan juga rentan rusak kembali. Beberapa contoh kasus dimana pihak manajer keselamatan mengabaikan masalah psikologis serta kedisiplinan karyawan hanya karena hal tersebut di luar keahlian mereka. Padahal apabila ada sesuatu yang tidak beres khususnya dalam hal menjalin komunikasi dengan karyawan, maka harus segera ditangani.

Lalu bagaimana jika manajemen menghadapi sesuatu yang berada di luar pengetahuan dan pengalaman? Pertama, Anda perlu mengakui bahwa hal tersebut di luar pengetahuan dan pengalaman perusahaan, dan Anda akan membuat yang terbaik untuk mempelajari dan memitigasi masalah tersebut. Apabila memang sudah tidak dapat diatasi secara internal, gunakan bantuan konsultan keselamatan di bidang tersebut agar mendapatkan cukup pengetahuan untuk menangani masalah dan membuat metode mitigasi yang tepat. Dalam dunia keselamatan, banyak kategori yang tidak dikuasai sepenuhnya hanya oleh satu pihak, seperti kategori NFPA, lockout / tagout, perlindungan jatuh, ataupun kategori keselamatan lainnya. Untuk itu, manfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar dan menerapkannya secara sistematis di perusahaan Anda, yang pada akhirnya dapat meminimalisir potensi kecelakaan kerja ataupun untuk mengisi gap / kekosongan kurikulum yang belum tercakup dalam program manajemen keselamatan perusahaan.

Perkuat Perilaku Baik
Percaya atau tidak, praktik pemberian insentif di lingkup kerja ataupun proyek sudah menjadi budaya khususnya di Indonesia. Hal tersebut bertujuan untuk mendorong dan memotivasi para pekerja agar produktivitas terjaga dan merasa dihargai. Hal ini tercermin dari sifat manusia yang menyukai bahwa kerja keras mereka yang diakui dan dipandang. Namun sebetulnya ada alternatif lain yang lebih hemat biaya bagi manajemen, seperti penghargaan sederhana berupa pujian di depan rekan kerja. Hal ini akan sangat bermanfaat bagi psikologis pekerja dan akan memenuhi kebutuhan motivasi diluar materialisme. Seperti kata pepatah, pujilah di depan umum, hukumlah secara pribadi.

Pada praktik manajemen keselamatan, sangat mudah bagi manajer safety untuk jatuh ke dalam perangkap dimana secara terus-menerus menunjukkan hal negatif. Pola pikir manajer keselamatan, yakni sebagai pengawas memang dilatih untuk menemukan apa yang salah. Namun ada hal yang diabaikan disini, dimana manajer keselamatan juga perlu mengalihkan fokusnya untuk mencari sesuatu yang positif.

Hal positif yang tercermin dalam kegiatan operasional sehari-hari akan selalu ada. Untuk itu, penting untuk menemukan karyawan unggul di lapangan dan dukung perkembangannya. Namun dalam melakukan hal ini, jangan mengambil seluruh tugas ini sendiri, melainkan mintalah anggota manajemen lainnya untuk membantu. Meskipun tindakan ini merupakan hal yang positif bagi tenaga kerja untuk mendapatkan pujian dari manajer keselamatan, namun akan sangat bermanfaat pula apabila pengawas lokasi (site supervisor), manajer proyek, manajer lantai / tingkat bangunan, manajer operasi, ataupun eksekutif perusahaan lainnya mengenali pekerja yang baik. Mintalah mereka meluangkan waktu untuk menemukan setidaknya satu orang ataupun satu tim untuk dipuji setiap kali mereka berkunjung ke lapangan. Sikap pujian dan penghargaan ini akan sangat bermanfaat bagi perusahaan kedepannya, khususnya dalam menjalin hubungan yang baik antar perusahaan dan pekerja.

Systemize Risk Assessment
Banyak perusahaan belum memaksimalkan penilaian risiko, apalagi menjadikannya sistematis. Umumnya, penilaian risiko yang dilakukan hanya mencakup penilaian potensi bahaya pada suatu situasi, mendiskusikan bahaya dan potensi kendali, serta mendokumentasikannya.

Penilaian risiko harus bersifat formal dan sistematis. Bermula dari penentuan struktur penilaian risiko yang diperlukan, lalu pastikan bahwa penilaian tersebut konsisten diterapkan di semua departemen. Penilaian risiko yang baik dijadwalkan berdasarkan waktu, jadi jangan biarkan potensi bahaya terabaikan begitu saja.

Selain itu, penilaian risiko bukanlah hal yang hanya dilakukan oleh manajemen, melainkan harus diikuti oleh semua karyawan serta pihak terkait dalam proses operasional. Untuk itu, dalam melatih karyawan tentang cara penilaian risiko, pertama-tama ajari mereka untuk fokus pada bahaya yang mungkin lebih sering terjadi, atau yang akan berdampak paling parah terlebih dahulu. Misalnya dalam pekerjaan konstruksi, terdapat alat safety di ketinggian dimana mempertimbangkan faktor ergonomis itu penting agar pekerja mendapatkan kenyamanan ketika bekerja di ketinggian. Namun ada hal dasar yang lebih penting lagi untuk mengatasi potensi bahaya terjatuh, yakni penguncian dan spesifikasi material pelindung atupun penyangga.

Kesimpulan
Ketiga tips diatas cocok bagi Anda yang hendak membuat ataupun memperbaharui program manajemen keselamatan di perusahaan Anda. Semoga masing-masing tips diatas dapat membantu Anda melakukan pendekatan selangkah lebih maju dan membantu Anda menghasilkan program keselamatan yang sukses.

klikMRO sebagai B2B E-Commerce di Indonesia menyediakan kemudahan berbelanja peralatan MRO, khususnya peralatan keselamatan (safety equipment). Dengan memanfaatkan fitur B2B yang dapat diintegrasikan dengan sistem approval perusahaan, budgeting, serta menjunjung tinggi transparansi, divisi pengadaan dapat dipermudah proses pencarian barang, pengadaan barang, serta dapat fokus ke strategi perkembangan pengadaan perusahaan di era digital ini. Mari konsultasikan kebutuhan Anda bersama kami disini.