Tips Menciptakan Lingkungan Kerja yang Aman dan Produktif

0
250

Tips Menciptakan Lingkungan Kerja yang Aman dan Produktif – Keamanan dan keselamatan kerja bukanlah hal yang dapat dianggap enteng oleh siapapun. Baik bagi perusahaan yang memiliki lebih dari 1.000 karyawan ataupun 10 karyawan, dalam industri pihak pemberi kerja serta karyawan harus memperhitungkan peraturan keselamatan, disiplin dalam tindakan, serta pemberian pelatihan yang mencakup keselamatan kerja. Tindakan pencegahan terhadap kecelakaan kerja adalah kunci untuk memelihara lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif.

Ada beberapa jenis perusahaan yang mungkin tidak sepenuhnya memahami atau menerapkan peraturan keselamatan kerja. Hal ini dapat berpengaruh pada opsi tindakan keselamatan apabila fasilitas dan karyawan tidak dibekali dengan pengetahuan dan peralatan yang tepat dalam menangani situasi yang tidak terduga.

Sebagai contoh, perusahaan logistik sebagian besar terfokus pada sektor tenaga kerja manual, di mana proses kegiatan pengangkutan, pengemasan, penumpukan barang, dan pengiriman merupakan kegiatan operasionalnya sehari-hari. Kegiatan operasional tersebut mungkin lebih membutuhkan kesadaran dan ketersediaan peralatan safety dibandingkan dengan perusahaan akuntansi, dimana operasional tidak banyak menuntut aktivitas fisik yang berat. Namun dari contoh tersebut, keduanya masih harus tetap memperhatikan aturan keselamatan yang serupa, seperti memiliki sistem yang menginformasikan setiap karyawan tentang tips dan peraturan pencegahan bahaya / kecelakaan, serta akses yang memadai terhadap peralatan keselamatan penting dalam menghadapi potensi bahaya  keselamatan sehari-hari.

Alat Teknik lengkap

Berdasarkan OSHA Compliance, berikut adalah beberapa tips mengenai peningkatan keselamatan di tempat kerja yang dapat diaplikasikan oleh perusahaan:

1. Manfaatkan Penggunaan Seragam Kerja dan Perlengkapan Safety
Seragam kerja sebagai salah satu bagian dari perlengkapan keselamatan merupakan salah satu aspek penting untuk industri konstruksi, tambang, vendor perbaikan, industri pengemasan, industri kimia, industri manufaktur, hingga industri pelayanan publik lainnya. Selain untuk meningkatkan keselamatan pekerja, seragam kerja (work wear) juga berfungsi untuk meningkatkan visibilitas pekerja antar sesama pekerja maupun client, supervisor, dan berfungsi sebagai penandaan identitas. Sebagai contoh, terdapat beberapa warna helm pada area konstruksi yang menunjukkan kategori identitas pemakainya.

Tips Menciptakan Lingkungan Kerja yang Aman dan Produktif – Penggunaan work wear dapat meningkatkan visibilitas sesama pekerja

Selain itu, penggunaan peralatan dan perlengkapan safety wajib diaplikasikan pada industri yang memerlukan aktivitas fisik tinggi. Seperti contoh pada industri kimia, ahli kimia harus selalu memakai kacamata pengaman setiap berada di dalam laboratorium, serta pekerja konstruksi harus selalu menggunakan body harness dan helm safety ketika melakukan pekerjaan di ketinggian.

Pada akhirnya, kedisiplinan pekerja dalam memakai peralatan K3 mencerminkan perusahaan itu sendiri. Oleh karena itu, pembekalan pelatihan perlu dibarengi dengan kedisiplinan dalam mendidik pekerja untuk tetap mengikuti peraturan K3 secara proaktif.

2. Tingkatkan Visibilitas Jalur Keluar Darurat
Fasilitas kerja yang baik memberikan tanda, instruksi, dan komunikasi yang tepat terkait pintu / jalur keluar darurat. Walaupun pelatihan mungkin tidak perlu dilakukan secara rutin, namun perbekalan informasi dibarengi dengan tanda jalur darurat yang mumpuni dapat membantu semua pengguna fasilitas untuk mendeteksi pintu keluar darurat. Pelatihan mengenai situasi darurat perlu diterapkan pada setiap bisnis. Dalam hal ini, pelatihan yang dimaksud bukan hanya memberikan perintah untuk bergegas ke pintu darurat dalam satu waktu, namun juga perlu dipertimbangkan cara-cara keselamatan umum ketika jalur keluar darurat sedang penuh. Contohnya seperti edukasi mengenai posisi ketika terjadi gempa bumi, ataupun tindakan lainnya sesuai dengan prosedur keamanan ketika terjadi kebakaran ataupun bahaya lainnya.

OSHA merangkum dokumen terkait jalur keluar darurat, dimana perusahaan harus memetakan setiap pintu keluar dengan memberikan  emergency exit sign, memastikan Anda memasang tanda keluar darurat di setiap titik akses, memeriksa efektivitas detektor asap secara rutin, menandakan akses bagi petugas pemadam dalam menyemprotkan air ketika terjadi kebakaran, serta menyediakan APAR ataupun alat pemecah kaca di setiap titik strategis fasilitas.

3. Lakukan Diskusi Secara Terbuka
Menyisihkan waktu di penghujung hari sebulan sekali untuk membahas aturan keselamatan pada lingkungan kerja secara umum merupakan langkah strategis bagi manajer ataupun supervisor untuk menilai efektivitas kebijakan serta metode keselamatan yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan feedback dari karyawan terkait potensi bahaya yang tidak diketahui sebelumnya, potensi bahaya yang belum teratasi, seberapa baik kinerja keselamatan di area tertentu, hingga pembaruan kebijakan untuk menjamin keamanan dan keselamatan karyawan. Meskipun perusahaan mungkin sudah menerapkan standarisasi K3, namun aplikasi keselamatan yang baik diharapkan dapat merangkul semua pihak untuk sama-sama disiplin K3 serta memberikan metode yang menguntungkan bagi semua pihak.

4. Penerapan Kode Kesehatan dan Keselamatan
Kode kesehatan dan keselamatan berperan sebagai penanda maupun pengingat bagi pekerja pada area tertentu untuk melakukan tindakan tertentu dan menggunakan perlengkapan safety terkait. Sebagai contoh di fasilitas industri kimia, terdapat penanda untuk mengenakan alas kaki plastik misalnya, ataupun tanda instruksi cuci tangan dan memakai masker sebelum masuk ruangan laboratorium. Dengan memiliki penanda maupun instruksi keselamatan pada titik strategis, maka perusahaan dapat membantu meminimalisir resiko human error yang dapat terjadi. Kode kesehatan dan keselamatan ini dapat dibuat memanfaatkan sisi humor, emosional, serta hal lainnya untuk meningkatkan kesadaran pembaca, yang pada akhirnya dapat membantu meningkatkan kenyamanan dan keamanan bersama.

5. Rutin Melakukan Pemeriksaan dan Perawatan Fasilitas
Fasilitas industri yang sudah menerapkan standarisasi ISO tertentu mungkin sudah memiliki jadwal maintenance yang terstruktur. Di Indonesia sendiri, pihak building management baik dari perusahaan terkait ataupun vendor eksternal, perlu melakukan pemeriksaan fasilitas secara rutin. Hal ini untuk menjamin deteksi bahaya, mengurangi kecelakaan di lingkup kerja, serta meningkatkan kenyamanan para karyawan agar dapat bekerja lebih produktif. Contoh kecil yang dapat diaplikasikan meliputi aplikasi material karet pada bagian ujung anak tangga untuk mengurangi resiko terpeleset, memperbaiki permukaan lantai area loading dock, serta perbaikan / penambahan lainnya yang perlu dioptimalkan berdasarkan inpeksi fasilitas perusahaan.

Merangkum poin-poin diatas, berikut ini panduan singkat mengenai langkah-langkah dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman:

  1. Pastikan pakaian / seragam kerja (workwear) sesuai dengan kebutuhan kondisi kerja dan selalu gunakan peralatan keselamatan dengan kondisi bagus (tidak cacat / usang).
  2. Komunikasikan rencana tindakan darurat dan pastikan rute keluar ditetapkan dengan jelas.
  3. Diskusikan kebijakan serta aturan keselamatan pada praktik kerja setiap bulan. Dengan mendapatkan feedback dari pekerja secara langsung, maka perusahaan dapat membantu memastikan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat.
  4. Mempromosikan kode standar kesehatan dan keselamatan dengan mendidik pekerja mengenai pentingnya K3.
  5. Periksa area kerja dan fasilitas perusahaan lainnya untuk memastikan perangkat deteksi berjalan lancar, serta menjaga jalur strategis agar tetap bersih dan aman

klikMRO sebagai B2B E-Commerce dapat membantu pelaku industri untuk mencapai keseimbangan yang baik antara keamanan tempat kerja dan produktivitas secara keseluruhan, dengan memaksimalkan efisiensi proses pengadaan perusahaan untuk menjamin kemudahan pemenuhan barang, serta menjamin ketersediaan barang langsung di site melalui solusi VMI (Vendor Managed Inventory). Konsultasikan kebutuhan Anda bersama kami disini.