Tahukah Anda bahwa semua perabotan hingga perlengkapan yang memiliki material kaca,  tentunya sudah melalui tahapan pemotongan yang rapi. Terlebih untuk jenis kaca yang digunakan sebagai jendela gedung, akuarium, hingga pintu kaca. Jenis-jenis kaca tersebut memiliki tingkat ketebalan yang cukup tinggi sehingga tidak mudah pecah, namun proses pemotongan pun kerap lebih sulit karena memerlukan mesin khusus dan keterampilan tertentu.

Untuk pemahaman lebih lanjut, kaca merupakan materi cair dengan tingkat kepadatan yang tinggi. Kaca pada umumnya banyak digunakan karena warnanya ransparan dan dapat ditembus cahaya. Bahan utama dari kaca pun bermacam-macam, namun yang sering ditemukan adalah bahan silika. Prosesnya pun menggunakan batu pasir dicampur dengan fluks sehingga dapat memudahkan proses pemanasan agar cepat meleleh, untuk nantinya dibentuk dan dicampur bahan lainnya agar lebih kuat.

Tips Memotong Kaca:

  • Alas Pemotongan

Persiapkan meja yang memiliki permukaan rata, serta siapkan pula alas untuk kaca tersebut. Kaca bisa dialasi dengan triplek, bisa juga dengan kayu dan lainnya.

  • Siapkan minyak tanah

Kaca yang dioles dengan minyak tanah ini lebih mudah dipotong, jadinya hasilnya semakin rapi. Hal ini dikarenakan minyak tanah berfungsi sebagai pelumas sehingga ketika proses pemotongan, gesekan yang dihasilkan dapat diminimalisir dengan sifat minyak yang licin. Hal tersebut membantu pergesekan agar lebih konsisten dan rapi.

  • Gunakan penjepit

Untuk alat penjepit kaca agar tidak bergeser, dapat menggunakan kop kaca maupun tali yang dibentangkan. Hal ini untuk memudahkan posisi pemotongan agar lebih nyaman dan ergonomis. Selain itu, hal ini juga untuk menghindari resiko kaca terjatuh apabila dipegang menggunakan tangan kosong, serta memudahkan pemotongan mengikuti garis potong yang sudah dibuat.

  • Berhati-hati dalam proses belah kaca.

Dalam proses pemotongan, kaca yang sudah digarisi dapat selanjutnya dilakukan pembelahan dengan menggunakan tang penjepit maupun alat pemotong kaca. Namun lakukan secara perlahan dan hati-hati agar pembelahan tidak miring dan berantakan. Caranya dapat dengan menggoyangkan tang / penjepit secara perlahan hingga kaca terbelah.

Dengan mengetahui cara pemotongan kaca yang tepat dan aman, pekerja dapat terhindar dari resiko bahaya.  Usahakan untuk selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti kacamata, sarung tangan, dan sepatu. Sebab ketika pemotongan / pembentukan, besar kemungkinan serpihan / partikel kecil kaca melanting ke udara, hingga menusuk bagian tangan maupun tubuh. Selain itu, resiko terkena serpihan kaca yang terjatuh ke bawah juga dapat diminimalisir dengan menggunakan sepatu pelindung.

Dalam proses pemotongan kaca, Anda bisa menggunakan berbagai benda. Seperti menggunakan alat pemotong kaca, mesin pemotong kaca, mesin gerinda, hingga palu. Namun, sangat disarankan menggunakan alat pemotong kaca ataupun mesin pemotong kaca, ketimbang menggunakan mesin gerinda ataupun palu. Karena peralatan tersebut memang didesain secara spesifik untuk kegiatan pemotongan kaca agar lebih rapi dan mudah.

Salah satu alat pemotong kaca yang direkomendasikan adalah Makita Glass Cutter 85 MM. Produk pemotong kaca dari Makita ini merupakan jenis Cordless Glass Cutter (tanpa kabel) yang memiliki durabilitas tinggi. Spesifikasi baterai menggunakan voltase 10,8 V. Untuk kapasitas pemotongan maksimal di 0 derajat adalah sekitar 25,5 mm dan untuk di sudut 45 derajat adalah 16,5 mm. Hal tersebut dapat membantu para pengrajin kaca dalam kegiatan pemotongan agar lebih mudah dari berbagai sudut sulit.

Untuk lebih lengkapnya, peralatan potong kaca lainnya dapat Anda temukan disini.