Tips dan Langkah Mitigasi Bahaya Kebakaran Akibat Korsleting Listrik

0
1815

Tips dan Langkah Mitigasi Bahaya Kebakaran Akibat Korsleting Listrik – Korsleting listrik atau hubungan arus pendek merupakan penyebab kebakaran yang paling tinggi di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan mengenai tindakan apa yang harus dilakukan saat terjadi korsleting listrik serta keterbatasan tenaga ahli listrik yang kurang merata di setiap daerah.

Mendekati musim hujan ini, dimana hujan dan panas akan bergantian secara ekstrim, maka tindakan yang perlu dilakukan perusahaan ataupun pelaku industri lainnya adalah membuat langkah-langkah mitigasi dan persiapan menghadapi bencana banjir serta potensi korsleting dan kebakaran. Hal ini merupakan cara yang tepat mengingat besarnya kerugian materil maupun korban jiwa akibat korsleting listrik.

Kurangnya pengawasan di masa pandemi ini juga berpengaruh pada tingkat potensi bahaya terutama di lingkup pabrik maupun pergudangan. Dengan curah hujan yang tinggi dan terus menerus, potensi banjir pun tidak dapat terhindarkan terutama di area industri yang minim penyerapan air tanah. Oleh karena itu, baiknya seluruh pekerja diwajibkan memahami langkah dan respon pertama apabila terjadi korsleting listrik di site, demi mengurangi dampak bahaya dan kerugian yang lebih besar.

Alat Teknik lengkap

Penyebab Korsleting Listrik

Di musim hujan ini, kelembapan udara dan percikkan air merupakan faktor utama penyebab korsleting listrik. Hal ini disebabkan adanya residu air (H2O) yang mengenai material arus listrik, seperti kabel yang terkelupas, kondukstor listrik yang tidak terisolasi dengan baik, serta genangan air yang mengenai perangkat dan mesin berbasis elektrikal. Hubungan arus pendek atau korsleting listrik ini terjadi karena adanya hubungan antara konduktor positif dan negatif yang mengenai arus listrik. Dengan sifat korsleting yang menciptakan energi panas yang tinggi dalam waktu singkat, maka potensi ledakan yang dapat dihasilkan juga sangat beresiko. Dari ledakan yang dihasilkan tersebut, aset maupun material penghantar api lainnya beresiko ikut terbakar dan pada akhirnya dapat menyebabkan kebakaran fasilitas. Untuk itu, penting bagi seluruh karyawan, pekerja pabrik, hingga keluarga terdekat untuk memahami langkah pertama dalam menghadapi korsleting listrik.

Colokkan yang terlalu banyak pada suatu soket listrik menjadi penyebab korsleting listrik karena beban listrik tidak sesuai

Langkah Pertama Apabila Terjadi Korsleting Listrik

Segera cabut seluruh kabel listrik yang masih terhubung di stop kontak / sirkuit terkait agar aliran listrik terhenti dan korsleting tidak terjadi semakin parah.
Tekan tombol off pada lampu dan aliran listrik lainnya. Karena sifatnya yang mengalir dan cepat menyebar, maka ketika terjadi korsleting listrik diharuskan untuk segera mematikan aliran listrik termasuk stop kontak pada lampu. Peran MCB (Mini Circuit Breaker) sangat diperlukan dalam tahap ini, dimana arus listrik akan terputus secara otomatis apabila ada lonjakan daya yang dapat berakibat fatal apabila listirk tetap mengalir. Oleh karena itu, gedung perkantoran, industri, hingga perumahan disarankan untuk mengaplikasikan MCB dalam panel kelistrikan terkait.

Untuk fasilitas gedung dan perumahan, hindari menyalakan langsung perangkat elektronik yang terhubung listrik apabila sudah terjadi korsleting. Untuk pengecekan arus listrik, Anda dapat menyalakan lampu yang terhubung dengan listrik. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi gangguan arus listrik pada masing-masing jalur listrik. Jika terjadi korsleting ataupun arus listrik masih tidak stabil, kemungkinan penyebab korsleting terjadi akibat fitting pada kabel dan atau pada instalasi listrik. Segera hubungi teknisi listrik terkait untuk memperbaikinya sebelum menyalakan seluruh perangkat elektronik tersebut.

Tips Mencegah Bahaya Kebakaran Akibat Korsleting Listrik

Melansir beberapa tindakan pencegahan dari BPBD DKI Jakarta, berikut tips dalam mencegah potensi kebakaran yang disebabkan karena korsleting listrik:

1. Pastikan instalasi listrik untuk fasilitas gedung / pabrik, gudang, hingga perumahan Anda terdaftar sebagai anggota AKLI (Assosiasi Kontraktor Listrik Indonesia) dan terdaftar di PLN. Secara legal, instalatir mempunyai tanggung jawab terhadap keamanan instalasi.

2. Jangan menumpuk steker atau colokan listrik terlalu banyak pada satu tempat akan mengumpulkan panas yang akhirnya dapat mengakibatkan korsleting listrik. Hal ini umum terjadi di perumahan serta gedung perkantoran, dimana soket listrik digunakan beramai-ramai tanpa memperhatikan kemampuan, arus daya, dan sambungan kabel yang terlipat

3. Gunakan peralatan listrik seperti kabel listrik, saklar, stop kontak, dan steker dan lainnya yang memiliki label Standar Nasional Indonesia (SNI), Lembaga Masalah Kelistrikan (LMK), atau Standar PLN (SPLN)

4. Hindari penyambungan sekring yang putus dengan kawat, karena setiap sekring sudah mempunyai standar tingkat beban yang dapat diterima

5. Lakukan pemeriksaan secara rutin terhadap kondisi isolasi pada perangkat listrik. Lakukan penggantian apabila terdapat isolasi yang sudah menipis / terkelupas. Hal ini berguna untuk menjaga efektivitas dari isolasi tersebut dalam menjaga komponen penghantar listrik agar terhindar dari udara lembab dan air

6. Gunakan jenis dan ukuran kabel listrik sesuai kapasitas hantar arusnya.

7. Bila terjadi kebakaran akibat korsleting listrik akibat pengaman Circuit Breaker tidak berfungsi dengan baik, matikan segera listrik dari kWh meter. Jangan menyiram sumber kebakaran dengan air apabila masih ada arus listrik.

8. Anda juga perlu mengetahui bahwa hubungan arus pendek atau korsleting adalah akibat kontak langsung antara kabel positif dan negatif yang biasanya dibarengi dengan percikan bunga api, dan bunga api inilah yang memicu kebakaran. Umumnya, PLN telah memasang MCB yang terpadu dengan kWh dan OA Kast yang berfungsi sebagai pembatas bila pemakaian beban melebihi kapasitas daya sekaligus sebagai pengaman bila terjadi hubungan arus pendek.

9. Gunakan pelindung kabel seperti cable protector untuk melindungi rangkaian kabel dari faktor lingkungan eksternal, serta cable sleeve untuk menjaga kerapian sambungan kabel agar tidak terlipat satu sama lain

Baca Juga: Tips Menjaga Produktivitas dan Keselamatan Kerja di Musim Hujan

Untuk menghindari potensi-potensi bahaya akibat korsleting, maka tindakan pencegahan ataupun langkah mitigasi yang patut dilaksanakan pelaku industri. Dengan pedoman bahwa mencegah itu lebih baik daripada mengobati, maka potensi kerugian dapat lebih dulu diminimalisir dengan ketersediaan perangkat keamanan listrik, serta maintenance rutin dari tenaga ahli.

Dalam membantu pelaku industri memitigasi potensi korsleting di musim hujan ini, klikMRO menyediakan solusi kebutuhan peralatan listrik dan komponen elektrikal lainnya untuk menunjang produktivitas dan kinerja industri Anda.

Solusi Komponen Kelistrikan di Satu Platform klikMRO.com