Tembok Retak Akibat Banjir? Begini Cara Perbaikannya

0
260

Dari dulu Indonesia terkenal sebagai salah satu negara penghasil resin terbesar. Bahan utama pembuatan resin menggunakan damar atau getah damar. Di beberapa tempat, damar merupakan nama lain dari resin. Resin berasal dari pohon pinus yang tumbuh dengan subur di Indonesia.

Data mencatat bahwa Indonesia merupakan eksportir resin terbesar di Asia Tenggara. Sebab, hutan pohon yang menghasilkan resin di Indonesia merupakan yang terluas di Asia Tenggara. Bahkan, komoditas getah resin adalah salah satu yang sudah diperjualbelikan sejak zaman dulu.

Tentu saja resin yang dijual sekarang berbeda dengan yang dijual dulu, diproduksi dengan cara berbeda pula dan dengan teknologi yang jauh lebih mutakhir. Saat ini, resin diolah menjadi berbagai bahan, salah satunya adalah cairan epoxy resin yang kemudian diolah menjadi banyak benda, seperti barang hias, bahan bangunan, dan sebagainya. Salah satu kegunaan lainnya adalah sebagai material perekat dengan campuran zat lain. Berbeda dengan lem pada umumnya, lem berbahan resin akan merekat dan mengeras sehingga jauh lebih kuat. Bahkan, bisa digunakan untuk merekatkan batu sekalipun.

RAMSET Epoxy Adhesive di klikMRO.com

Resin untuk Perbaikan Kerusakan Tembok

Tembok yang retak akan membuat air merambat melalui celah di dinding, dan bisa menjadi sumber air hujan merembes. Di Indonesia, masih banyak yang belum mengetahui bahwa cairan epoxy resin dapat digunakan untuk memperbaiki tembok yang rusak, jebol, dan retak. Banyak yang masih menggunakan resin tersebut sebagai pembuat gantungan kunci dan hiasan lainnya. Cairan epoxy resin juga sering digunakan untuk di lantai, sebagai lapisan tambahan untuk menjaga lantai agar tidak mudah rusak.

Resin kerap dijadikan bahan untuk lantai, karena dapat menjadikan permukaan lantai lebih keras dan tidak mudah retak. Contoh lantai dengan lapisan tersebut dapat AndaAnda temukan pada industri / gudang di sekitar Anda. Penggunaannya pun semakin marak karena lapisan resin lebih mudah disterilkan dan dibersihkan.

Sekarang ini penggunaan resin memang terkenal di kalangan pelaku usaha maupun pemain industri, namun masih belum banyak yang menggunakannya di tembok. Hal tersebut dapat mengurangi dampak kerugian yang dialami akibat bencana seperti banjir maupun gempa bumi. Dengan lapisan pada pondasi dan tembok yang kokoh, maka penggunaan resin pun cukup mencuri perhatian para pelaku industri.

Selain itu, epoxy resin juga dapat digunakan untuk menyambungkan tembok yang sudah retak / rusak agar kembali merekat ke bentuk semula, atau dengan istilah awam yakni menambal keretakan tembok. Caranya pun terbilang cukup mudah, melalui proses penyuntikan cairan epoxy resin ke bagian tembok yang rusak / retak, lalu diratakan. Cairan epoxy resin juga bersifat memenuhi volume yang kosong, sehingga proses penyuntikan tidak terlalu ribet.

Selanjutnya diamkan untuk beberapa waktu agar resin mengering dan mengeras. Dua bagian yang terpisah karena retakan akan segera tersambung kembali sehingga mengurangi tingkat kebocoran tembok. Keuntungannya, struktur beton akan kembali kuat serta retakan akan tersamarkan bahkan hilang.

Berbagai pihak menganggap penyuntikan resin adalah cara yang paling sederhana namun efektif untuk menyelesaikan masalah keretakan tembok. Namun, perlu diingat karena cairan epoxy resin ini merupakan katalis, sehingga membutuhkan campuran yang pas. Apabila suntikan terlalu sedikit maka dapat menjadikan cairan epoxy resin ini akan sulit berjalan untuk mencari celah-celah kosong. Sedangkan apabila terlalu banyak justru akan menjadi encer dan susah kering, serta kekuatan rekatnya pun dapat berkurang drastis.

Jadi, akan lebih baik bila mempercayakan urusan tersebut pada orang yang berpengalaman dan juga dengan produk yang berkualitas pula. Campuran resin yang pas dapat mengatasi masalah tembok retak baik bagi bangunan, gudang, lingkup industri, hingga perumahan yang mengalami dampak akibat banjir ataupun gempa. Solusi alat rekat dengan epoxy resin dapat Anda temukan disini.