Solusi Diagnosa Penyakit Komorbid Penyumbang Fatalitas COVID-19

0
296

Solusi Diagnosa Penyakit Komorbid Penyumbang Fatalitas COVID-19 – Dengan penambahan kasus COVID-19 setiap harinya, perusahaan serta pelaku bisnis dihadapkan pada tantangan secara terus menerus dalam mengemban kegiatan operasional demi menuju sisa-sisa potensi market yang masih berjalan. Di saat PPKM ini, perusahaan sektor esensial yang tetap beroperasi pun juga mengalami tantangan tersendiri, dimana jumlah karyawan yang masuk dan bekerja mempengaruhi produktivitas dari operasional perusahaan itu sendiri. Oleh karena itu, langkah konkrit dan strategi yang cepat sangat dibutuhkan sebagai tindakan survival bagi perusahaan untuk menjalankan bisnisnya.

Berbekal dengan pengalaman solusi B2B, klikMRO kini menyediakan solusi kebutuhan alat medis dan healthcare untuk memudahkan monitoring, serta menunjang kebutuhan tes mandiri bagi pekerja / karyawan yang sedang menjalani perawatan. Tes mandiri yang dimaksud bukanlah sekedar tes COVID-19, melainkan serangkaian tes untuk mengetahui potensi penyakit komorbid yang diderita. Berdasarkan laporan dari WHO, hipertensi dan diabetes adalah komorbid yang paling banyak menyebabkan fatalitas pada penderita COVID-19.

Data Hipertensi di Indonesia

Alat Teknik lengkap

Hipertensi adalah kondisi tekanan atau sirkulasi darah yang kuat pada jantung dan dinding pembuluh darah di seluruh tubuh. Seseorang memiliki hipertensi jika pengukuran tekanan darah berada di atas 140/90 mmHg. Darah yang mengalir ke seluruh tubuh membuat seluruh organ rentan terhadap gangguan karena tekanan yang tinggi.

Tekanan darah tinggi adalah penyebab utama fatalitas dengan 9,4 juta angka fatalitas per tahun di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018 sebelum COVID-19 melanda, penderita hipertensi meningkat menjadi 34,1 persen dari 25,8 persen pada 2013.

Diagnosa Hipertensi

Pengukuran tekanan darah yang paling efektif diukur dengan alat blood pressure monitor pada beberapa hari yang berbeda dan pada saat istirahat. Jika beberapa dari hasil pengukuran ini terlalu tinggi, maka pasien dinyatakan memiliki tekanan darah tinggi. Nilai yang perlu diperhatikan disini adalah nilai  pengukuran sistolik dan diastolik. Pada orang dewasa, tingkat tekanan darah dianggap normal apabila menunjukkan hasil dibawah nilai sistolik 140 mmHg dan di bawah nilai diastolik 90 mmHg.

Saat mengukur tekanan darah untuk pertama kalinya, disarankan untuk melakukan pengukuran tekanan darah di kedua lengan. Hal ini untuk meminimalisir potensi data tidak akurat karena terkadang dapat menunjukkan angka tinggi hanya di satu sisi. Perlu diingat bahwa nilai mmHg yang lebih tinggi selalu yang digunakan untuk menilai hasil pengukuran tekanan darah. Seseorang dianggap memiliki tekanan darah tinggi jika nilai sistolik lebih dari 140 mmHg, nilai diastolik lebih dari 90 mmHg, ataupun salah satunya.

Pentingnya Menyadari Riwayat Hipertensi

Tekanan darah tinggi itu sendiri biasanya tidak disadari oleh masyarakat umum karena gejalanya hampir tidak terlihat. Apabila tekanan darah sudah sangat tinggi kadang-kadang dapat menyebabkan gejala seperti pusing atau kesulitan melihat. Dalam jangka panjang, tekanan darah tinggi meningkatkan risiko masalah kardiovaskular seperti serangan jantung, stroke, dan gagal jantung dan ginjal. Jadi, apabila petugas medis mendeteksi potensi riwayat tekanan darah tinggi, maka penting untuk segera memeriksa tekanan darah Anda secara teratur dan memulai pola hidup sehat. Seperti yang sudah dibahas diatas, penyakit darah tinggi (hipertensi) merupakan komorbid yang umum menyebabkan fatalitas pada penderita COVID-19. Hal ini juga terlihat dari kegiatan vaksinasi yang selalu menyertakan pengetesan tekanan darah sebelum injeksi, untuk mengetahui riwayat singkat calon penerima vaksin demi menghindari potensi efek samping yang tidak diinginkan.

Data Diabetes di Indonesia

Adapun diabetes yang merupakan salah satu penyakit yang berhubungan dengan seluruh organ tubuh. Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. Gula darah yang tinggi ini dapat berpotensi merusak seluruh organ tubuh apabila sudah mencapai ambang batas tinggi. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi penyandang diabetes naik menjadi 8,5 persen dari 6,9 persen pada 2013. Dari data tersebut jumlah penderita diabetes pun memang sudah mengalami kenaikan sebelum pandemi COVID-19 melanda.

Diagnosa Potensi Diabetes
Jika Anda belum mengetahui apakah sedang menderita diabetes, maka ada alat untuk pengetesan mandiri terhadap kadar gula darah (blood glucose), yakni dengan blood glucose meter. Hal ini dapat menjadi indikator penting dalam mengelola riwayat diabetes untuk mencegah komplikasi kedepannya. Di jaman teknologi ini, alat pengetesan gula darah tidak lagi membutuhkan ukuran dan keterampilan khusus dalam mengoperasikannya. Melalui alat tersebut, Anda dapat menguji kadar gula darah secara mandiri di rumah, dengan cara kerja menggunakan setetes kecil darah untuk kemudian diukur tingkat kadarnya.

American Diabetes Association (ADA) merekomendasikan target kadar gula darah yang normal berada di angka antara 80 dan 130 miligram per desiliter (mg/dL) atau 4,4 hingga 7,2 milimol per liter (mmol/L) sebelum makan, dan kurang dari 180 mg/dL (10,0 mmol/L) dua jam setelah makan.

Mengapa Diagnosa Hipertensi dan Diabetes Itu Penting?

Hipertensi dan diabetes merupakan dua penyakit tidak menular dengan jumlah penderita yang terus meningkat setiap tahunnya di Indonesia. Dua penyakit ini tidak dapat disembuhkan namun bisa dikontrol dengan perawatan rutin. Kedua penyakit ini merupakan komorbid atau penyakit penyerta yang meningkatkan risiko fatalitas pasien corona.

Hipertensi dan diabetes juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti usia, genetik, dan juga gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola makan tinggi gula, garam, lemak, serta kurang olahraga. Hal-hal tersebut menjadi faktor risiko hipertensi dan diabetes, yang pada akhirnya meningkatkan resiko fatalitas apabila terpapar COVID-19.

Solusi Monitoring Hipertensi dan Diabetes bagi Karyawan Perusahaan maupun Masyarakat Mandiri

klikMRO bekerja sama dengan Krisbow Indonesia sebagai pemasok tunggal alat kesehatan Sowell. Sowell sendiri merupakan brand healthcare yang secara eksklusif dipasarkan oleh Krisbow Indonesia, sebagai jawaban atas tuntutan dan kebutuhan alat kesehatan mandiri yang dapat digapai oleh masyarakat, baik perorangan, keluarga, hingga karyawan perusahaan. Konsultasikan kebutuhan alat kesehatan perusahaan Anda bersama klikMRO disini.