Penjelasan Mengenai Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

Program pemerintah dalam memajukan pendidikan di Indonesia tercermin melalui Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang telah jalan dari tahun 2005 silam. Program BOS ini merupakan bantuan pendanaan yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kepada sekolah yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai biaya operasional sekolah.

Pada awalnya program BOS digulirkan untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan bagi masyarakat.  Sejalan dengan bertambahnya anggaran yang disediakan oleh pemerintah, tujuan program BOS pun meningkat, dimana sekarang lebih kepada upaya untuk meningkatkan mutu pembelajaran bagi peserta didik.

Alat Teknik lengkap

Setiap sekolah berhak menerima dana BOS selama sekolah tersebut senantiasa memperbarui data sekolah melalui platform Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.  Khusus untuk sekolah swasta, juga harus dapat menunjukkan bahwa sekolah telah memiliki ijin pendirian / ijin operasional dan telah melakukan proses pembelajaran secara aktif.

Jenis Dana BOS

Sejak tahun 2019, program BOS berkembang menjadi 3 jenis bantuan, yaitu BOS Reguler, BOS Afirmasi, dan BOS Kinerja:

  1. BOS Reguler : bantuan yang diberikan kepada sekolah dengan basis perhitungan berdasarkan jumlah peserta didik ada di sekolah penerima sebagaimana tercatat di Dapodik.  Adapun besar bantuan dana BOS Reguler tahun 2020 dihitung dengan satuan biaya Rp 1.100.000/siswa/tahun untuk jenjang SMP.
  2. BOS Afirmasi : bantuan pembiayaan khusus untuk sekolah di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).  Bantuan ini digulirkan sebagai wujud perhatian lebih dari pemerintah kepada sekolah-sekolah di wilayah tersebut yang memiliki kebutuhan pembiayaan relatif lebih tinggi dibanding sekolah yang berada di daerah lainnya.
  3. BOS Kinerja : bantuan yang diberikan kepada sekolah yang memiliki kinerja terbaik di masing-masing daerah. Sejalan dengan kebijakan Kemendikbud untuk memberikan perhatian lebih pada sekolah-sekolah di daerah 3T, maka pemberian dana BOS Kinerja tahun 2020 dikhususkan pada sekolah dengan kinerja terbaik pada setiap daerah di wilayah 3T tersebut.

Pada tahun 2020, dana BOS disalurkan secara langsung dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke rekening sekolah melalui 3 tahap.  Mekanisme ini berbeda dibandingkan dengan mekanisme penyaluran sebelumnya dimana dana BOS disalurkan dari RKUN ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) terlebih dahulu sebelum kemudian disalurkan ke rekening sekolah penerima. Perubahan mekanisme penyaluran ini merupakan terobosan yang diambil pemerintah untuk mengupayakan penyaluran dana BOS secara lebih tepat waktu.

Dengan mekanisme penyaluran baru tersebut, salah satu faktor penentu ketepatan waktu penyaluran dana adalah kecepatan proses validasi rekening sekolah.  Untuk mendukung proses tersebut, sekolah harus memastikan rekening yang tercantum dalam sistem BOS Salur sudah sesuai dengan yang tercatat dalam sistem di bank.

Pemanfaatan Dana BOS

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2020, dana BOS dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sebagai berikut:

  1. Penerimaan Peserta Didik Baru
  2. Pengembangan perpustakaan
  3. Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler
  4. Kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran
  5. Administrasi kegiatan sekolah
  6. Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan
  7. Langganan daya dan jasa
  8. Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah
  9. Penyediaan alat multi media pembelajaran
  10. Penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktek kerja industri atau praktek kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama
  11. Penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian,sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB
  12. Pembayaran honor

Dengan program BOS, sekolah diharapkan dapat lebih fokus pada upaya peningkatan mutu pembelajaran tanpa terkendala biaya untuk kebutuhan operasional sekolah dan sarana pendidikan.

Permasalahan Pengelolaan Dana BOS

Merujuk dari pernyataan Mendikbudristek Bpk. Nadiem Makariem,  pembelanjaan dana BOS yang fleksibel sangat diperlukan terutama di masa pandemi COVID-19. Beliau juga menyatakan banyaknya tantangan dalam pelaksanaan dan pengelolaan dana BOS, khususnya permasalahan dimana kepala sekolah sering menjadi target intimidasi dari pihak-pihak tertentu yang memaksakan pembelian barang dan jasa dari mereka sehingga menyalahi aturan. Selain itu, kasus korupsi dana BOS masih sering terjadi sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan transparansi penggunaan dana BOS. Pembelanjaan dana BOS secara pencatatan manual lebih rentan terhadap korupsi dan kolusi. Oleh sebab itu, sangat penting mendorong peningkatan transaksi secara elektronik supaya tercatat dan dengan mudah dipantau pihak-pihak yang berkepentingan.

Melanjuti hal ini, pada tahun 2019 Kemendikbud merilis SIPLah sebagai sistem platform marketplace berbasis elektronik untuk pembelanjaan dana BOS. SIPLah adalah sistem elektronik yang dapat digunakan Satuan Pendidikan untuk melaksanakan proses pengadaan barang dan jasa secara daring yang dananya bersumber dari dana BOS.

Poin Penting dalam Pengelolaan Dana BOS

Guna meningkatkan kelancaran dan kesuksesan dari program ini, terdapat 5 poin penting dalam pengelolaan dana BOS yaitu Fleksilibitas, Efektivitas, Efisiensi, Akuntabilitas, dan Transparansi. Kelima poin ini semuanya harus dijalankan oleh Satuan Pendidikan penerima dana BOS.

  1. Fleksibilitas: dikelola sesuai kebutuhan Satuan Pendidikan menyesuaikan kebutuhan pengajaran terkini
  2. Efektivitas: pemanfaatan dana yang dikelola secara baik dan menyeluruh untuk kebutuhan Satuan Pendidikan
  3. Efisiensi: pengelolaan dana BOS agar diupayakan untuk meningkatkan kualitas belajar siswa dengan hasil yang optimal, salah satunya adalah pemenuhan sarana dan prasana penunjang belajar siswa.
  4. Akuntabilitas: penggunaan BOS dapat dipertanggungjawabkan oleh sekolah penerima dana secara keseluruhan berdasarkan pertimbangan sesuai peraturan perundang-undangan
  5. Transparansi: dikelola secara terbuka dan mengakomodir aspirasi pemangku kepentingan fasilitas sekolah dan metode pengajarannya agar sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.

Sebagai upaya untuk mewujudkan tata kelola keuangan pendidikan yang transparan dan akuntabel, semua pelaksanaan dan pengelolaan dana BOS dilakukan melalui aplikasi ARKAS dan sistem informasi pengadaan sekolah atau SIPLah. Program SIPLah ini untuk mendukung pengadaan barang dan jasa di Satuan Pendidikan secara daring, cepat, dan mudah guna dapat meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas serta pengawasan pelaksanaan dana BOS.

SIPLah klikMRO Hadir Sebagai Solusi Pengelolaan Dana BOS yang Efektif dan Transparan

klikMRO turut serta dalam mewujudkan implementasi pengelolaan dana BOS sesuai 5 poin diatas, dimana SIPLah klikMRO memberikan keunggulan sebagai berikut:

  1. Dokumen Administrasi Ringkas: Platform daring SIPLah klikMRO mempermudah proses pengadaan beserta administrasinya hanya melalui satu pintu di siplah.klikmro.com
  2. Transparansi Anggaran: Metode akun yang dipergunakan untuk Login memudahkan para kepala sekolah maupun penanggungjawab lainnya dalam memantau proses pengadaan secara menyeluruh, mulai dari rencana pembelian, proses pengiriman, BAST, hingga pembayaran
  3. Pencarian Barang Cepat dan Akurat: Pencarian barang sesuai spesifikasi dapat secara ringkas dilakukan melalui platform SIPLah klikMRO, yakni dengan memanfaatkan fitur “Search” ataupun menelusuri kategori produk yang tersedia di halaman Menu
  4. Layanan Customer Service: Guna meningkatkan pengalaman berbelanja di SIPLah klikMRO, pihak Satdik maupun Penyedia semakin dimudahkan dengan layanan customer service yang reponsif dan berpengalaman di bidang pengadaan, untuk membantu proses transaksi serta bantuan lainnya.

KlikMRO berkomitmen untuk membantu memajukan pendidikan Indonesia demi masa depan negara dan bangsa yang lebih baik, melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam program SIPLah sebagai pasar daring yang menyediakan berbagai kebutuhan barang sekolah.

Kunjungi SIPLah klikMRO disini

Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai Panduan Berbelanja, klik disini

Untuk melihat beberapa pertanyaan umum atau FAQ SIPLah klikMRO, klik disini