Siapkan Hal-Hal ini untuk Antisipasi Kebakaran di Pabrik

0
216

Dalam dunia industri, semua pabrik wajib menjalankan proteksi kebakaran sesuai dengan peraturan penanggulangan bencana kebakaran. Sayangnya, banyak pabrik di kawasan industri yang tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi ancaman kebakaran yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Alat-alat proteksi kebakaran tak lengkap atau tak berfungsi dengan baik. Nah, berikut 6 proteksi kebakaran yang sebaiknya disediakan di pabrik yang berada dalam kawasan industri.

  1. Hidran

Hidran atau hydrant adalah peralatan yang dilengkapi fire hose atau selang dan nozzle atau mulut pemancar. Peralatan ini berfungsi untuk mengalirkan air bertekanan tinggi yang dipakai untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran.

Peralatan hidran tersebut perlu didukung pula dengan beberapa komponen yakni sistem persediaan air, jaringan pipa, sistem kontrol tekanan dan aliran, kopling outlet atau landing valve, dan sistem pompa yang terdiri dari pompa picu atau jocket pump untuk mempertahankan tekanan statis pada sistem hidran, pompa utama atau pompa electric sebagai penggerak utama sistem hidran dan pompa cadangan atau diesel pump yang berfungsi sebagai cadangan pada sistem hidran. Pompa cadangan ini harus berada dalam keadaan yang prima dan siap difungsikan sewaktu-waktu ketika pompa utama mengalami kerusakan atau jika terjadi pemadaman listrik sehingga pompa utama tidak bisa digunakan.

  1. Alarm

Alarm kebakaran atau fire alarm system otomatis sangat direkomendasikan untuk pabrik yang berada di kawasan industri. Perangkat ini merupakan rangkaian alarm yang memiliki detektor api, detektor asap, detektor panas dan detektor gas yang berfungsi untuk mengirimkan peringatan adanya kebakaran. Alarm kebakaran akan memberikan peringatan kebakaran sejak dini sehingga bisa mencegah kebakaran yang lebih besar.

  1. Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR)

Alat pemadam kebakaran ringan atau fire extinguisher adalah alat pemadam kebakaran yang digunakan untuk memadamkan kebakaran kecil atau mengisolasi kebakaran sehingga tidak meluas. APAR umumnya berbentuk tabung, berisi media pemadam kebakaran dan bertekanan tinggi.

Ada 4 jenis APAR berdasarkan isi media yang dimasukkan ke dalam tabung yakni fire extinguisher dengan isi media gas clean agent yang bisa digunakan di semua kelas kebakaran baik kelas A (kain, kayu, kertas, plastik dan karet), kelas B (pernis, lemak, cat berbahan dasar minyak, tar, bensin dan minyak) maupun kelas C (kotak sekering, kabel, pemutus sirkuit, gas yang mudah terbakar dan komputer), fire extinguisher dengan isi media powder untuk memadamkan api pada kelas kebakaran A, B dan C, fire extinguisher dengan isi media CO2 atau karbondioksida untuk kategori kebakaran kelas B dan kelas C, serta fire extinguisher dengan isi media busa atau foam untuk kategori kebakaran kelas A dan B.

  1. Jalur evakuasi

contoh jalur evakuasi

Setiap pabrik maupun gedung perkantoran sebaiknya memiliki jalur evakuasi bencana. Jalur ini akan membantu mencegah jatuhnya korban jiwa dalam berbagai bencana yang menimpa termasuk ketika terjadi kebakaran. Jalur evakuasi ini harus memiliki kriteria bisa dilewati setidaknya dua orang secara beriringan, permukaan jalur atau jalan tidak boleh licin, jalur evakuasi harus benar-benar bebas hambatan, tidak ada benda-benda yang menghalangi pengguna sehingga proses evakuasi bisa berlangsung dengan cepat.

  1. Simulasi kebakaran

Idealnya, sebuah pabrik perlu mengadakan simulasi kebakaran minimal setahun sekali. Simulasi ini akan membantu setiap orang yang berada di pabrik untuk mengetahui tindakan yang harus segera dilakukan ketika terjadi bencana kebakaran. Misalnya saja mengenali jalur evakuasi terdekat, mengetahui lokasi penempatan fire extinguisher dan cara menggunakannya.

  1. Fasilitas pemadam kebakaran bersama

Beberapa pabrik yang berada di kawasan industri yang sama disarankan untuk mendirikan fasilitas pemadam kebakaran bersama. Misalnya saja 5-10 pabrik bersama-sama menyediakan satu unit mobil pemadam kebakaran dan peralatan pemadam kebakaran pendukung lainnya yang dibutuhkan.

Dengan menyiapkan proteksi kebakaran ini di pabrik, maka kebakaran besar yang menimbulkan kerugian jiwa dan materiil bisa dihindari. Selain itu, perlu juga dilakukan tindakan pencegahan kebakaran seperti merapikan instalasi listrik dan kehati-hatian dalam penggunaan bahan-bahan kimia yang mudah terbakar.

Cegah Kebakaran dengan 7 Tips Memaksimalkan Fungsi Circuit Breaker

Aplikasi Circuit Breaker pada Industri

Referensi:

bromindo.com

kompas.com