Safety 4.0 untuk Keamanan dan Efisiensi Industri Oil & Gas

0
54

Safety 4.0 untuk Keamanan dan Efisiensi Industri Oil & Gas – Seperti yang kita ketahui, bahwa Industri 4.0 mentransformasi segala sektor manufaktur hingga produksi industri. Namun sebelumnya, mengapa disebut sebagai ‘revolusi industri 4.0’? Hal ini berkaitan dengan adanya peningkatan ketersediaan data yang terhubung, daya komputasi dan konektivitas dalam lingkup industri yang belum pernah terjadi pada revolusi industri sebelumnya. Selain itu,  dengan bentuk baru interaksi antara manusia dan mesin ini, dapat membantu industri untuk membuat keputusan yang lebih baik, lebih cepat, dan berguna untuk mengurangi operasional biaya jangka panjang, hingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Industri 4.0 juga membawa peningkatan pada sektor keamanan / safety melalui kemajuan  teknologi dalam peralatan keselamatan yang ter-connected. Dengan teknologi ini, pelaku industri dapat melindungi pekerja operasional secara lebih efektif, hingga membantu mencapai competitive advantage dengan mengurangi biaya jangka panjang terutama terkait biaya manajemen keselamatan.

Penggunaan APD Tradisional dalam Lingkup Usaha Perminyakan dan Gas Bumi

Pendekatan keselamatan yang kurang disiplin pada akhirnya dapat membahayakan pekerja, terutama pada pabrik-pabrik besar yang melakukan input data keselamatan secara manual. Selain itu, terdapat pula kesulitan untuk memastikan bahwa APD dan perangkat keselamatan lainnya dirawat dan digunakan dengan benar. Seiring meningkatnya tuntutan pekerjaan manajer keselamatan saat ini, inspeksi APD mungkin dibatasi hanya sekedar pada audit pabrik atau pemeriksaan sampel secara berkala. Tentu saja hal ini memakan waktu dan biaya, serta dapat menghambat produktivitas hingga membuat perusahaan terkena potensi denda jika terbukti ada kesalahan pada sistem keamanan.

Oleh karena itu, Safety 4.0 ini memberikan peluang untuk mengotomasi manajemen keselamataan perusahaan dengan peralatan keselamatan pintar / Smart PPE. Dengan menyematkan sensor atau RFID pada APD, perusahaan dapat melakukan pengumpulan data secara lebih mudah, memantau kegiatan operasional yang berbahaya, serta meningkatkan akurasi tindakan dan efisiensi. Konektivitas Bluetooth dalam helm safety misalnya, memungkinkan pekerja untuk secara otomatis menghubungkan detektor gas portabel atau perangkat lain ke software. Konektivitas nirkabel ini nantinya digabungkan dengan perangkat lunak perusahaan melalui teknologi cloud, untuk memungkinkan supervisor lapangan dapat segera memantau para pekerja.  Dengan ketersediaan data informasi secara instan, supervisor juga dapat memantau nilai konsentrasi paparan zat berbahaya, suhu lingkungan kerja, kondisi fisik pekerja, serta jumlah insiden keselamatan selama periode tertentu. Hal ini memudahkan perusahaan untuk mengambil langkah yang tepat bagi para pekerjanya serta memberikan kemudahan dalam pengumpulan data untuk inspeksi K3.

Penerapan APD Pintar di Site

Dengan menyematkan detektor gas portabel dalam APD, pekerja secara otomatis mengkomunikasikan data langsung ke ruang kontrol. Melalui pemantauan keselamatan otomatis ini, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas dalam beberapa cara. Yang pertama adalah pekerja tidak perlu berhenti setiap beberapa menit untuk mengirimkan informasi seperti pembacaan gas kembali secara manual, karena memakan waktu dan mengganggu produktivitas. Kedua, pekerja mempercayakan peralatan APD yang mereka gunakan sesuai dengan fungsinya dan menyadari bahwa tingkat eksposur gas berbahaya terhadap mereka sedang dipantau dengan cermat, hal ini membuat pekerja dapat lebih fokus dan termotivasi pada pekerjaan yang sedang dikerjakan karena mengurangi rasa khawatir terutama dalam pekerjan di area terpencil dan susah komunikasi. Hal ini didukung pula oleh riset dari Health and Safety Executive, yang menunjukkan bahwa investasi pada peralatan keselamatan dapat menghasilkan moral dan motivasi pekerja yang lebih baik.

Tantangan di Masa Depan

Melihat ke masa depan, otomasi proses manajemen keselamatan sudah perlahan hadir dalam praktik industri di dunia. Namun terdapat tantangan utama bagi para profesional keselamatan, yakni masalah pengelolaan volume data yang berkembang secara luas dan real-time. Hal ini tentu berbeda dengan cara tradisional, dimana manajer keselamatan dipercaya telah ‘mengurus’ seluruh manajemen peralatan keselamatan, mulai dari pengadaan APD, hingga pelatihan dan inspeksi. Dalam penerapan Safety 4.0 ini, dibutuhkan proses pemantauan berbasis data sehingga memerlukan keterlibatan tim IT maupun sistem operasi yang lebih luas. Pada praktiknya nanti,pekerja  profesional keselamatan akan didukung oleh spesialis TI dan tim kesehatan, sehingga melalui kolaborasi tersebut, perusahaan dapat menghasilkan strategi keselamatan yang lebih komprehensif. Secara umum, Safety 4.0 dapat tercapai melalui kerjasama perusahaan dengan pihak penyedia APD, penyedia perangkat lunak, dan telekomunikasi untuk mengembangkan solusi keamanan yang sepenuhnya terhubung, terkontrol, dan terukur.

Di era serba digital ini, aspek safety sudah jauh melampaui generasi analog dan mulai merangkul Internet of Things (IoT). Pada intinya, kemampuan perusahaan untuk mengumpulkan dan menganalisis data keselamatan pekerja secara efektif, sangat berpengaruh pada tujuan manajemen keselamatan, yang dalam hal ini untuk mencapai efisiensi dan meningkatkan kualitas safety perusahaan khsusunya industri minyak dan gas bumi. Dengan begitu, value proposition yang ditawarkan perusahaan dapat bertambah seiring penerapan safety 4.0, dimana peran ISO dlengkapi dengan keterhubungan data serta pemantauan real-time bagi para pekerja.

 

Referensi:

http://www.mckinsey.com/business-functions/operations/our-insights/manufacturings-next-act

https://osha.europa.eu/en/legislation/directives/the-osh-framework-directive/the-osh-framework-directive-introduction

http://www.arinite.co.uk/the-cost-of-health-and-safety-compliance-vs-a-prosecution-fine/

http://www.hse.gov.uk/research/rrpdf/rr692.pdf