Prosedur Keselamatan di Industri Menghadapi Endemi COVID-19

0
227

Prosedur Keselamatan di Industri Menghadapi Endemi COVID-19 –¬†Setelah berlakunya beberapa kebijakan pemerintah sebagai upaya dalam menekan penyebaran virus, beberapa industri sudah mulai mempersiapkan strategi baru dalam melanjutkan operasional pasca kebijakan pembatasan mobilitas tersebut. Beberapa diantaranya mengatur prosedur keselamatan pekerja, tidak hanya keselamatan operasional kerja namun juga menjunjung tinggi faktor higienis dan kebiasaan baru lainnya dalam memerangi penyebaran COVID-19 khususnya di lingkup kerja.

Produktivitas pekerja memanglah berkaitan erat dengan kesehatan pekerja di era pandemi ini. Sebelumnya negara Singapura menyatakan bahwa COVID-19 akan menjadi endemi, dan masyarakat akan terus hidup berdampingan dengan COVID-19. Oleh karena itu, diperlukan strategi jangka panjang mengenai prosedur keselamatan dan kesehatan melihat potensi COVID-19 menjadi endemi di masa kini dan mendatang.

Pada artikel ini, klikMRO akan membahas mengenai 5 pedoman baru dalam prosedur keselamatan kerja yang bisa diterapkan perusahaan sebagai langkah meningkatkan produktivitas menghadapi potensi endemi COVID-19:

Alat Teknik lengkap

1. Disiplin Social Distancing

Metode pembatasan jarak (social distancing) memang sudah dipopulerkan dari tahun 2020 ketika COVID-19 mulai dianggap sebagai pandemi. Namun hingga kini, praktik social distancing kerap dilanggar akibat kurangnya pengetahuan mengenai penyebaran COVID-19 khususnya melalui udara, serta adanya misinformasi mengenai penggunaan masker yang dianggap telah cukup tanpa harus menjaga jarak.

Dalam pedoman baru ini, pelaku industri dapat mengaplikasikan social distancing melalui pembagian shifting serta pembatasan jarak secara ketat di beberapa area lapangan, khususnya di area kantin maupun area istirahat sebagai langkah menekan penyebaran COVID-19 secara kontinyu. Selain itu, bagi pelaku usaha bangunan komersial seperti pusat perbelanjaan, universitas, rumah sakit, dan lainnya dapat menggunakan petunjuk grafik / stiker di lantai untuk menunjukkan pengunjung di mana harus berdiri dalam penerapan social distancing.

COVID-19 telah terbukti beresiko menurunkan kadar produktivitas dan kinerja karyawan, sehingga ada beberapa langkah lainnya yang perlu dipertimbangkan pelaku usaha untuk ditambahkan ke kebijakan operasional bisnis. Sebagai contoh, perusahaan dapat menambahan perlengkapan operasional esensial seperti masker sekali pakai, sarung tangan, serta pelindung wajah (face shield) yang dapat dicuci dan digunakan kembali untuk setiap karyawan. Walaupun terdengar seperti biaya tambahan bagi perusahaan, investasi keselamatan operasional ini akan berdampak positif kedepannya baik secara kinerja operasional, hingga membantu meningkatkan psikologis karyawan.

2. Pengaturan Penggunaan Peralatan Kerja

Salah satu pedoman baru yang dirilis Occupational Safety and Health Administration (OSHA) menyarankan agar pekerja tidak berbagi peralatan kerja. Namun faktanya di lapangan, keterbatasan peralatan kerja merupakan hambatan bagi pedoman baru tersebut agar dapat berjalan dengan baik. Selain itu, naluri masing-masing pekerja untuk membantu sesama khususnya dalam mengerjakan pekerjaan yang sulit juga menjadikan pedoman tersebut kurang aplikatif khususnya di Indonesia.

Sebelumnya, para peneliti melalui publikasi WHO menyatakan mereka telah mengidentifikasi risiko penyebaran virus COVID-19 melalui permukaan, sehingga kebijakan untuk tidak berbagi penggunaan peralatan kerja wajar untuk diterbitkan. Namun terdapat solusi alternatif lain mengenai pembersihan dan disinfeksi peralatan kerja khususnya di area operasional perusahaan.

Mengenai cairan disinfektan, salah satu pedoman umum merekomendasikan penggunaan larutan yang mengandung setidaknya 70% alkohol untuk efektivitas maksimal. Untuk itu, pembersihan area menggunakan mesin sprayer yang berisi cairan disinfektan penting untuk dilakukan secara rutin, termasuk ke permukaan benda kerja.

Selain operasional industri, peran building management pada fasilitas publik juga perlu mempertimbangkan hal-hal mulai dari yang terkecil pun, seperti penggunaan bulpen umum secara bergantian dalam pengisian data pengunjung agar digantikan dengan metode scan QR Code, serta menggunakan sensor otomatis pada akses infrastruktur seperti lift, akses pintu, dan lainnya.

3. Menambah Jumlah Tempat Cuci Tangan

World Health Organization (WHO) mengeluarkan panduan tentang pemasangan tempat cuci tangan portable di area yang padat mobilitas. Posisi tempat cuci tangan tersebut ditempatkan di dekat pintu masuk setiap bangunan komersial baik publik maupun swasta. Terlebih, pejabat WHO juga merekomendasikan pihak building authority untuk mewajibkan cuci tangan di tempat yang telah disediakan sebagai syarat bagi pengunjung sebelum memasuki area fasilitas.

Walaupun kegiatan cuci tangan memang bergantung pada preferensi individu masing-masing pengunjung ataupun pekerja, stasiun tempat cuci tangan yang tersebar secara masif dan strategis meningkatkan kesadaran bagi orang di sekitarnya untuk lebih mudah membiasakan diri dalam mencuci tangan, khususnya sebelum memegang area wajah ataupun benda lainnya yang dipegang orang lain pula. Hal seperti ini membantu masyarakat dalam melahirkan kebiasaan baru yang lebih baik dan disiplin menghadapi endemi COVID-19.

4. Menerapkan Pemantauan dan Penilaian Kesehatan

Prosedur pemantauan kesehatan penting dilakukan untuk memastikan karyawan sedang dalam kondisi sehat dan fit untuk bekerja. Cara pemeriksaannya pun dapat diloakukan dengan pengukuran suhu menggunakan alat thermogun ataupun alat thermal imaging. Perbedaannya adalah penggunaan thermogun memerlukan minimal satu orang untuk melakukan pengukuran suhu dan dengan jarak dekat, sedangkan alat thermal imaging memungkinkan pengecekan suhu dari jarak jauh mengggunakan layar.

Seperti yang sudah berlaku di beberapa pusat perbelanjaan dan fasilitas umum lainnya, para pengunjung diwajibkan untuk mengisi formulir online untuk mengonfirmasi bahwa mereka tidak mengalami gejala COVID-19 yang paling umum dalam 24 jam terakhir, sekaligus sebagai perhitungan absensi jumlah pengunjung agar tidak melebihi batas kapasitas yang telah ditentukan.

5. Membatasi Jumlah Kunjungan Kerja
Pelaku usaha juga dapat mempersiapkan strategi operasional yang aman dan efektif melalui pembatasan beberapa jumlah kunjungan kerja yang dapat digantikan dengan metode online / virtual. Contohnya kegiatan meeting tatap muka yang digantikan dengan online meeting, serta alternatif kunjungan fisik dalam pengadaan barang yang kini dapat dilakukan juga secara online di klikMRO.

Untuk menunjang aktivitas online meeting, perusahaan mungkin dapat mempersiapkan perangkat yang memadai, misalnya penyediaan perangkat webcam, hingga peralatan komputer seperti headset, mouse & keyboard. Bagi perusahaan yang secara rutin melakukan demonstrasi layanan produk / jasa dapat digantikan dengan solusi virtual demonstration ataupun streaming langsung di area site. Selain itu, bagi fasilitas publik pihak building management harus mempertimbangkan untuk menerapkan prosedur pencegahan COVID-19 yang berlaku merata baik bagi pengunjung mapun karyawan.

Dari kelima metode diatas, masih ada satu tips yang paling penting dilakukan dalam menekan penyebaran COVID-19 sekaligus menjaga performa kinerja dan produktivitas perusahaan. Tips tersebut berkaitan dengan ketersediaan dukungan psikologis dan koordinasi antara pihak manajemen perusahaan dan karyawan. Selain menerapkan prosedur-prosedur keselamatan seperti yang telah disebutkan diatas, pihak manajemen juga dapat mempersiapkan divisi tertentu ataupun menempatkan posisi mereka sebagai kontributor dalam menekan penyebaran COVID-19 di area kerja. Hal ini berkaitan dengan ketersediaan feedback form ataupun metode lainnya untuk menanggapi berbagai feedback dan ketidakpastian yang mungkin dihadapai karyawan / tim operasional lainnya. Contohnya adalah feedback mengenai kebijakan khusus pada beberapa pekerjaan teknikal yang tidak dapat menggunakan pelindung wajah ataupun strategi penggunaan dan pembersihan peralatan kerja yang dipakai secara bergantian.

Untuk itu, baik pelaku usaha maupun pekerja perlu mencapai level komunikasi yang baik untuk mengurangi ketidakpastian dalam memerangi COVID-19 secara bersama-sama. klikMRO sebagai B2B E-Commerce mendukung persiapan operasional menghadapai endemi COVID-19 untuk menunjang kinerja operasional Anda melewati kebijakan pembatasan mobilitas. Yuk pelajari sistem pengadaan digital kami dan temukan berbagai kemudahan yang sesuai dengan strategi operasional Anda bersama klikMRO