Pernah Mendengar Istilah WPQ Dalam Pengelasan? Ini Penjelasannya

0
1525

Apakah Anda adalah seorang juru las, atau pekerja yang berada di bagian pengelasan? Maka Anda mungkin pernah mendengar istilah WPQ dalam dunia pengelasan. Namun sebenarnya, apa sih istilah WPQ itu?

Welder Performance Qualification (WPQ) merupakan suatu sertifikasi dari kualifikasi seorang juru las (welder). Dengan kualifikasi tersebut, seorang juru las memiliki kemampuan standar untuk membuat sambungan atau hasil las lainnya yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Berarti, WPQ adalah sejenis sertifikasi untuk para juru las dan biasanya digunakan sebagai salah satu perbekalan utama untuk mencari pekerjaan maupun untuk melamar ke perusahaan yang berkaitan dengan pengelasan.

Untuk mendapatkan sertifikasi ini, peserta juru las akan melewati pengujian yang akan dilakukan oleh pihak terkait. Antara lain, uji radiografi dan uji bending. Kemudian, pihak terkait tersebut akan melakukan pengecekan terhadap hasil las untuk menentukan apakah memenuhi persyaratan atau tidak. Bisa saja ditemukan cacat las pada pekerjaan tersebut, namun tentu masih ada cacat las yang dapat ditolerir. Apabila cacat las tersebut tidak bisa ditoleransi, maka peserta tersebut perlu belajar lagi teknik las, dan mesti mengikuti kualifikasi ulang. Apabila peserta sudah berhasil lulus dari tes tersebut, maka mereka akan menjadi seorang welder atau juru las yang resmi berdasarkan sertifikasi WPQ.

 

Baca Juga: Informasi Tentang Welding / Pengelasan bagi Pemula

 

Apakah WPQ Penting?

Tujuan dari sertifikasi ini tentunya untuk memastikan bahwa pekerja yang bekerja di bidang pengelasan bisa menghasilkan suatu pekerjaan yang baik sesuai dengan standar yang berlaku. Dengan demikian, hal tersebut dapat meminimalisir kecelakaan kerja, dan juga menjadikan pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga dari segi pengupahan, klien cenderung membayar lebih mahal bagi juru las yang memiliki sertifikasi.

Di lingkungan usaha yang serba cepat dan dinamis ini, tidak menutup kemungkinan bahwa dalam beberapa waktu ke depan, juru las yang belum tersertifikasi akan merasakan kesulitan bersaing dengan juru las yang sudah lulus sertifikasi. Karena, sertifikasi ini juga ditujukan untuk meyakinkan klien bahwa hasil las nantinya kecil kemungkinan akan gagal, atau mengurangi resiko cacat las yang tidak bisa ditoleransi. Ditambah lagi, dengan adanya sertifikasi ini, maka juru las akan terus belajar untuk mengembangkan kemampuan dirinya sehingga daya saing sehat serta kualitas tenaga kerja yang tinggi.

Apa saja yang dinilai pada saat pelaksanaan WPQ?

Sertifikasi pengelasan ini memiliki tahapan / cluster tertentu. Cluster tersebut dibedakan menjadi 4, yakni 1G, 2G, 3G dan 4G. Semakin besar angkanya maka semakin rumit pula ujian sertifikasinya. Peserta yang belum pernah mengikuti sertifikasi WPQ tentunya perlu memulai dari 1. Nantinya, pembatasan pengerjaan las dapat ditentukan dari tingkat kualifikasi ini, dengan contoh peserta 2G dapat melakukan pekerjaan las tingkat 1G dan 2G, sedangkan peserta dengan kualifikasi 4G dapat melalukan pekerjaan mulai dari 1G hingga 4G.

Setiap posisi tersebut memiliki variabel penilaian yang berbeda, dan dengan sambungan las maupun material yang berbeda-beda pula. Sehingga peserta perlu mempelajari lebih banyak hal dan terus melatih kemampuannya untuk mendapatkan beberapa sertifikat tersebut.

Bagi Anda sudah pernah mendapatkan sertifikasi WPQ, tentu pemahaman terhadap peralatan las serta kemampuan mesin las menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan pengerjaan las. Selain bekal sertifikasi, peratan dan mesin las yang mumpuni dapat berpengaruh terhadap hasil kerja. Dibantu dengan pengetahuan dan pengalaman yang luas, maka berbagai keahlian serta hal positif lainnya dapat diraih.

Untuk mendapatkan hasil terbaik, maka pekerja perlu menggunakan alat las yang terbaik pula. Peralatan las terlengkap maupun alat safety pengaman diri bisa Anda dapatkan disini.

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pemakaian Las Inverter