Perhatikan Hal-Hal Ini dalam Merawat Generator Diesel!

0
171

Masalah pemadaman listrik oleh PLN sering terjadi akibat gempa, banjir, badai hingga munculnya gangguan pada peralatan utama PLN. Karena itu dalam kegiatan industri diperlukan sistem generator set yang baik dan terpelihara sehingga bisa dioperasikan ketika diperlukan. Saat generator diesel mengalami gagal starting, maka ada tiga penyebab utamanya yakni aki untuk starting dalam kondisi mati atau kurang charging, tombol Start tidak dalam posisi Auto melainkan dalam posisi Off, dan tersumbatnya filter bahan bakar.

Semua permasalahan yang umum terjadi sebenarnya bisa dicegah dengan melakukan perawatan generator set secara rutin. Operator genset juga perlu mendapatkan pelatihan dan pengarahan. Pemeliharaan generator set diesel perlu dilakukan dengan frekuensi harian, mingguan, bulanan, 6 bulan dan tahunan. Pemeliharaan harian meliputi pemeriksaan level coolant, pemeriksaan level solar dan pengecekan saluran udara. Pemeliharaan mingguan meliputi mengecekan filter udara, pemeriksaan charger baterai, membuang solar pada filter, dan membuang air pada tangki solar.

Sementara pemeliharaan bulanan meliputi pengecekan kosentrasi, pemeriksaan tegangan belt, pemeriksaan pengembunan pada knalpot dan pemeriksaan baterai. Perawatan 6 bulanan meliputi penggantian oli filter, penggantian filter coolant, pembersihan pada crankcase breather, penggantian filter udara, pengecekan selang radiator, dan penggantian filter solar. Sedangkan perawatan tahunan hanya berupa pembersihan pada sistem pendingin.

Selain melakukan pemeriksaan rutin sesuai dengan frekuensi tersebut, perlu juga dilakukan pemeliharaan yang bersifat pencegahan. Pemeliharaan pencegahan ini meliputi:

  1. Pemeriksaan umum

Saat genset beroperasi atau running, waspadai munculnya masalah mekanik yang berpotensi membahayakan. Untuk itu sebaiknya lakukan pemeriksaan pada bagian-bagian berikut:

  • Pemeriksaan sistem pembuangan. Lakukan pemeriksaan pada semua sistem pembuangan, termasuk exhaust manifold, pipa knalpot dan muffler. Periksa pula kemungkinan kebocoran pada semua koneksi, las, join dan gasket serta pastikan tidak terjadi pemanasan berlebihan di sekitar pipa knalpot.

  • Pemeriksaan sistem bahan bakar. Lakukan pemeriksaan jalur bahan bakar, jalur balik, filter, dan pada fitting.

  • Pemeriksaan sistem listrik DC atau aki. Lakukan pemeriksaan terminal pada baterai starting. Pastikan koneksi bersih dan kencang.

  • Pemeriksaan mesin. Secara berkala lakukan pemeriksaan level cairan, tekanan oli, dan suhu radiator. Waspadai bila terjadi kegagalan pembakaran, munculnya getaran, asap knalpot berlebihan, penurunan kekuatan, atau peningkatan bahan bakar.

  • Pemeriksaan sistem control. Lakukan pemeriksaan sistem kontrol secara berkala. Pastikan log data benar selama pemanasan dan pastikan untuk mengembalikan sistem kontrol ke normal automatic standby  atau Auto ketika pengujian dan pemeliharaan selesai dilakukan.

  1. Perawatan sistem pelumasan

Lakukan pemeriksaan level oli ketika mesin dimatikan dan setelah menunggu sekitar 10 menit. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan oli bagian atas mesin mengalir ke dalam bak mesin. Lakukan pula penggantian oli dan filter sesuai dengan rekomendasi frekuensi perawatan rutin.

  1. Perawatan sistem pendingin

Lakukan pemeriksaan level cairan pendingin atau coolant saat mesin tidak menyala sesuai dengan rekomendasi frekuensi pemeriksaan. Buka tutup radiator sesudah mesin dingin dan bila perlu tambahkan pendingin hingga sekitar 3/4 inch  di bawah seal tutup radiator. Lakukan pula pemeriksaan bagian luar radiator dan bersihkan semua kotoran dengan hati-hati agar tidak merusak siripsirip pendingin atau radiator fin.

  1. Perawatan sistem bahan bakar

Pemanasan mesin rutin perlu dilakukan salah satunya untuk menghabiskan bahan bakar yang tersimpan di tanki sebelum rusak. Bila bahan bakar tidak dipakai dalam kurun waktu 3-6 bulan, maka sebaiknya harus diisi ulang. Selain itu lakukan pula pemeriksaan pipa-pipa dan selang sistem pendingin untuk mengetahui kebocoran atau koneksi yang longgar.

  1. Perawatan baterai starting

Baterai mulai lemah atau undercharged  menjadi penyebab umum terjadinya kegagalan genset standby. Meskipun terus terisi dan dirawat, baterai lead-acid akan mengalami penurunan kualitas dan kerusakan. Karena itu penggantian perlu dilakukan setiap 2436 bulan, lebih-lebih bila tidak dilakukan charging dengan teratur. Adapun perawatan baterai starting meliputi:

  • Melakukan pengujian baterai. Pada beberapa generator, uji diagnostik dapat dilakukan secara otomatis setiap kali genset starting. Atau dapat pula dengan memakai baterai load tester untuk memverifikasi kondisi setiap kali baterai starting.

  • Membersihkan baterai. Bersihkan baterai dan bila terjadi korosi di sekitar terminal, maka lepaskan kabel baterai lalu cuci terminal dengan menggunakan larutan baking soda dan air dengan takaran ¼ lb baking soda untuk 1 liter air. Lakukan dengan hati-hati, jangan sampai larutan masuk ke sel-sel baterai sebab akan menetralkan zat asam pada baterai. Setelah itu siram baterai dengan air bersih. Selain itu, sesudah penggantian konektor, lapisi terminal dan konektor dengan lilin tipis untuk mencegah korosi.

  • Pemeriksaan berat jenis. Pakailah hydrometer untuk memeriksa berat jenis elektrolit pada setiap sel baterai. Baterai yang terisi penuh mempunyai berat jenis 1.260. Lakukan charging pada baterai bila berat jenis di bawah 1,215.

  • Pemeriksaan tingkat elektrolit. Pada baterai lead acid cell terbuka, lakukan pemeriksaan tingkat elektrolit paling tidak setiap 200 jam pengoperasian. Bila rendah, maka isi sel baterai ke bagian bawah leher pengisi dengan distilled water.

  1. Pemeriksaan visual

Pemeriksaan visual akan membantu mengidentifikasi masalah sebelum terjadi kerusakan pada engine. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat pemeriksaan visual meliputi kebocoran yang ditandai dengan tetesan atau area yang menjadi basah, pemeriksaan korosi pada baterai dan tempatnya, pemeriksaan elektrolit pada baterai jenis konvensional, pemeriksaan kabel dan sambungan pada baterai, pemeriksaan tekanan oli, suhu, alternator dan alat ukur lainnya untuk memastikan semua bekerja dengan baik, pemeriksaan level oli dan kondisinya, pemeriksaan semua hose dan clamp di saluran sistem pendingin, pemeriksaan kondisi radiator fins, pemeriksaan level air pendingin, pemeriksaan air intake system dari kebocoran, pemeriksaan fuel system terhadap kebocoran, dan jika mesin dilengkapi belt maka periksa kondisi belt serta pulley dari keausan dan tanda-tanda kerusakan.

Dengan melakukan perawatan dan pemeliharaan berkala pada generator untuk keperluan industri, maka generator bisa beroperasi dengan baik saat diperlukan. Tak hanya itu saja, perawatan dan pemeliharaan yang dilakukan terus menerus juga akan mengurangi biaya dan kerugian yang berpotensi muncul akibat kegagalan penggunaan generator.

Macam-Macam Motor Stepper dan Contoh Penggunaannya

Referensi:

scribd.com

sariling.co.id

deprintz.com

klinikteknik.com