Perencanaan Emergency Response Plan untuk Menghadapi Potensi Bencana

0
399

Perencanaan Emergency Response Plan untuk Menghadapi Potensi Bencana – Di dunia yang sangat dinamis ini, selain tantangan globalisasi dan persaingan bisnis, pelaku industri maupun masyarakat juga dihadapi dengan potensi yang tidak dapat dihindari, yakni potensi bencana. Bencana dalam hal ini meliputi kebakaran, huru hara, gempa bumi, banjir, tsunami, gunung api, hingga hal lainnya. Di Indonesia sendiri yang merupakan negara kepulauan, sebagian besar daratan berada dalam garis lempeng tektonik aktif, yang disebut sebagai Ring of Fire. Hal ini menunjukkan bahwa pulau yang melewati garis tersebut, yakni pulau Jawa, Sumatera, Bali, hingga Papua beresiko mengalami frekuensi gempa bumi yang lebih banyak akibat pergeseran tektonik, serta potensi gunung api aktif.

Dikarenakan bencana alam umumnya terjadi secara tiba-tiba dan tidak dapat dihindari, maka dari itu pihak manajemen perusahaan perlu mempersiapkan penilaian resiko dan perencanaan konkrit menghadapi bencana. Untuk itu, sistem manajemen perencanaan tanggap darurat perlu dipersiapkan oleh perusahaan secara matang sebagai respon darurat terhadap bencana yang terjadi.

Emergency Response Plan (ERP) diartikan sebagai Rencana Tanggap Darurat merupakan dokumen rencana yang memuat prosedur-prosedur yang diperlukan untuk dilaksanakan jika terjadi keadaan darurat. Jadi dalam perencanaan tersebut, terdapat petunjuk dan solusi kompleks mengenai segala tindakan dan pencegahan dalam situasi darurat yang dialami perusahaan, pekerja, karyawan, dan sekitarnya.

Alat Teknik lengkap

Mengapa ERP penting?

Emergency Response Plan berperan sebagai tindakan respon pertama yang perlu dilakukan dalam menanggapi dan menangani suatu insiden. Beberapa proses yang terdapat dalam ERP ini dirancang untuk dilaksanakan dalam menit-menit awal keadaan darurat. Dalam pembuatan ERP, umumnya perusahaan melakukan penilaian risiko yang dilanjutkan dengan penentuan berbagai kemungkinan skenario darurat, dimana dalam setiap situasi darurat harus memiliki perencanaan tindakan / respon pertama yang dirancang khusus untuk memitigasi dan meminimalisir resiko.

Aturan atau dasar hukum yang menjadi sebuah patokan dalam pelaksanaan ERP, dapat dilihat sesuai dengan UU RI No.24 Tahun 2007, yang berisi tentang kesiapsiagaan tanggap darurat atau penanggulangan sebuah bencana.

Melalui sistem Emergency Response Plan yang baik, maka seluruh pihak yang berhubungan dengan perusahaan / pihak pemberi kerja dapat merasakan beberapa manfaat, antara lain:

  1. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai keadaan darurat
  2. Memudahkan kontrol bahaya, proses evakuasi, dan membantu menyikapi potensi bahaya yang terjadi di lingkup perusahaan
  3. Berguna untuk mempersiapkan diri dalam mengurangi berbagai dampak yang terjadi akibat dari terjadinya bencana
  4. Mampu mengkoordinasi upaya apa yang akan dilakukan agar berjalan dengan baik dan benar
  5. Membantu memperkecil biaya kerugian dari adanya sebuah bencana atau keadaan darurat di suatu perusahaan
  6. Membantu sebagai masukan (feedback) terhadap pengembangan sistem ERP yang sudah ada

Aspek-Aspek Penting dalam Perencanaan Emergency Response Plan

Emergency Response Plan (ERP) harus dibuat sedemikian mungkin agar dapat menangani keadaan darurat khususnya di tempat kerja. Untuk itu, dalam artikel kali ini klikMRO akan membahas mengenai aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pembuatan Emergency Response Plan berdasarkan peraturan OSHA:

Perencanaan ERP harus dibuat secara tertulis, disimpan di tempat kerja baik secara hardcopy maupun softcopy agar dapat diakses oleh seluruh karyawan. Perusahaan dengan jumlah karyawan kurang dari 10 orang maka dapat mengkomunikasikan ERP secara lisan.

Perencanaan ERP harus mencakup:

  1. Prosedur untuk melaporkan kebakaran atau keadaan darurat lainnya
  2. Prosedur untuk evakuasi darurat, termasuk jenis evakuasi dan penetapan rute keluar
    dengan menggunakan denah lantai atau peta tempat kerja yang secara jelas menunjukkan pintu keluar darurat
  3. Pemberian kode warna sebagai petunjuk rute keluar, agar membantu karyawan dalam menentukan rute keluar terdekat
  4. Prosedur yang harus diikuti oleh karyawan terkait mesin ataupun perangkat lainnya di tempat kerja maupun pabrik yang bersifat penting untuk dimatikan terlebih dahulu sebelum proses evakuasi
  5. Penyediaan pasokan listrik cadangan, pembangkit listrik seperti generator set, ketersediaan pasokan air, dan layanan penting lainnya untuk kepentingan situasi darurat
  6. Prosedur untuk mempertanggungjawabkan semua proses bisnis serta keselamatan karyawan setelah proses evakuasi
  7. Prosedur yang harus diikuti oleh pekerja penyelamat serta petugas medis
  8. Memastikan ketersediaan informasi mengenai nama atau jabatan PIC yang dapat dihubungi oleh karyawan yang membutuhkan informasi lebih lanjut tentang ERP untuk mengetahui tugas / tindakan yang diperlukan
  9. Pemeliharaan sistem alarm sebagai perangkat notifikasi utama bagi para karyawan di situasi darurat
  10. Penyediaan pelatihan dan penunjukkan PIC untuk membantu proses evakuasi berjalan dengan baik, aman, dan tertib
  11. Memastikan jumlah karyawan yang memadai untuk bertindak sebagai pembantu evakuasi di saat-saat darurat
  12. Satu karyawan pembantu evakuasi untuk setiap 20 karyawan lainnya dianggap sudah memadai
  13. Perusahaan / pihak pemberi kerja bertanggungjawab atas keterlibatan dan pengetahuan karyawan yang memadai terkait proses evakuasi, yang meliputi pengetahuan seputar tata letak fasilitas, rute keluar, tempat perlindungan terdekat (baik indoor maupun outdoor), dan kesadaran terhadap karyawan yang mungkin sedang membutuhkan bantuan tambahan
  14. Secara rutin meninjau dan memperbarui ERP, terutama bagi fasilitas yang mendapatkan renovasi ataupun perubahan struktur bangunan lainnya

Dalam merencanakan pembuatan Emergency Response Plan, perusahaan / pihak pemberi kerja juga dapat berdiskusi ataupun konsultasi dengan pihak pakar ERP, maupun dengan pihak manajemen gedung terkait untuk memastikan prosedur terhadap skenario bencana, baik dari segi tindakan, ketersediaan alat dan perangkat keselamatan, jalur keluar darurat, dan lainnya. Hal ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dan keamanan semaksimal mungkin terhadap semua pekerja, serta melakukan penilaian resiko untuk meminimalisir dampak lainnya yang dapat timbul.

klikMRO sebagai platform B2B E-Commerce menyediakan berbagai alat keselamatan untuk menunjang pembuatan dan membantu pelaksaann dari suatu sistem Emergency Response Plan perusahaan. Manfaatkan fitur pengadaan B2B klikMRO untuk memudahkan proses pengadaan Anda, dan konsultasikan kebutuhan Anda bersama kami segera disini.