Perbedaan Motor Hidrolik dan Pompa Hidrolik, Serta Fungsinya dalam Sistem Hidrolik

0
189

Mungkin Anda sering mendengar istilah hidrolik, dimana sistem yang satu ini bertujuan untuk mempermudah berbagai aktivitas manusia sehari-hari, hingga kebutuhan produksi pada industri. Sistem hidrolik ini adalah sebuah contoh nyata dari penerapan Hukum Pascal, yakni “Jika suatu zat cair dikenakan tekanan, maka tekanan itu akan merambat ke segala arah dengan tidak bertambah atau berkurang kekuatannya.” Penggunaan sistem hidrolik pun sudah sangat luas dalam berbagai bidang, mulai dari operasional pabrik, konstruksi, pertambangan, industri perminyakan & gas alam, komponen pada peralatan teknik, maupun perlengkapan otomotif.

Pada dasarnya, sistem hidrolik merupakan sebuah rangkaian komponen yang memanfaatkan zat cair (fluida) untuk menghasilkan energi mekanis. Zat cair tersebut diolah dengan seperangkat komponen dan melalui serangkaian proses hingga akhirnya menjadi gerakan. Pada artikel kali ini, klikMRO akan memberikan pembahasan lebih jelas mengenai dua komponen penting dalam suatu sistem hidrolik, yakni motor hidrolik dan pompa hidrolik.

Perbedaan Motor Hidrolik dan Pompa Hidrolik

Motor hidrolik adalah sebuah aktuator mekanik yang mengkonversi aliran dan tekanan hidrolik menjadi tenaga putaran (torsi). Sedangkan pompa hidrolik berfungsi untuk menghasilkan tekanan dan aliran tertentu pada suatu sistem hidrolik. Dari cara kerja sistem hidrolik ini, motor hidrolik bertugas untuk mengkonversi kembali tekanan hidrolik yang dihasilkan oleh pompa hidrolik, menjadi tenaga putar / torsi.

Dari sini dapat diketahui bahwa cara kerja pompa hidrolik dan motor hidrolik dalam sebuah sistem hidrolik memang krusial. Meski begitu, perlu dipahami bahwa pompa hidrolik tidak menghasilkan tekanan, namun menghasilkan sebuah aliran energi potensial dari fluida. Tanpa adanya aliran ini, maka energi mekanis tidak akan timbul dari sistem hidrolik.

 

Cara Kerja Pompa Hidrolik

Bosch Rexroth Hydraulic Pump di klikMRO.com

Pompa hidrolik mulai bekerja saat piston tertarik. Dengan tertariknya piston maka ruang di dalam pompa semakin luas. Semakin besar ruang di dalam pompa maka semakin kecil pula tekanannya. Ini karena tekanan udara yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan ruang pompa. Perbedaan tekanan ini kemudian membuat fluida secara otomatis masuk dalam ruang pompa melalui check valve di saluran inlet.

Setelah piston dilepas atau didorong masuk, maka piston akan menekan fluida. Tekanan yang besar saat fluida berusaha keluar inilah yang kemudian mengeluarkan energi potensial fluida. Setelah melalui hambatan-hambatan yang ada pada rangkaian sistem hidrolik, fluida baru akan menghasilkan tekanan.

 

Pahami Lebih Dalam Mengenai Motor Hidrolik

Motor hidrolik adalah aktuator putar yang mengubah energi hidrolik atau fluida menjadi tenaga mekanis. Motor hidrolik ini bekerja dengan pompa hidrolik, yang mengubah tenaga mekanis menjadi fluida, atau tenaga hidrolik. Motor hidrolik memberikan gaya dan tekanan untuk memindahkan beban eksternal.

Tiga jenis motor hidrolik yang paling umum digunakan saat ini adalah jenis motor hidrolik roda gigi (hydraulic gear motor), baling-baling (hydraulic vane motor), dan motor piston (piston gear motor). Selain itu, ada beberapa varietas lain yang kurang umum digunakan, termasuk motor gerotor (gerotor hydraulic motor).

Eaton Hydraulic Motor di klikMRO.com

Motor hidrolik dapat berupa fixed displacement atau variable displacement, dan beroperasi baik secara dua arah maupun satu arah. Motor fixed displacement menggerakkan beban pada kecepatan konstan sementara aliran input konstan disediakan. Motor variable displacement dapat menawarkan laju aliran yang bervariasi dengan mengubah perpindahan. Motor fixed displacement menyediakan torsi konstan, sedangkan motor variable displacement menyediakan torsi dan kecepatan yang bervariabel atau tidak tetap.

Torsi (torque) merupakan tenaga yang dihasilkan dari kinerja putaran motor. Pengukuran torsi dinyatakan dalam satuan in-lb atau ft-lb (Nm). Ada tiga jenis torsi dalam hal ini, yang pertama adalah Torsi Breakaway yang digunakan untuk menentukan torsi minimum yang diperlukan untuk menghidupkan motor tanpa beban. Torsi ini didasarkan pada gesekan internal pada motor dan memberikan tenaga putaran awal yang diperlukan untuk menghidupkan motor tanpa hambatan / beban. Selanjutnya ada Running Torque untuk menghasilkan torsi yang cukup untuk menjaga motor tetap berjalan. Dan yang terakhir adalah Starting Torque, yakni torsi minimum yang diperlukan untuk menghidupkan motor dengan beban serta menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk mengatasi gaya beban dan gesekan motor internal. Rasio torsi aktual dengan torsi teoretis memberi Anda gambaran mengenai efisiensi mekanis pada motor hidrolik.

Dalam mendefinisikan volume internal motor hidrolik, maka perlu diketahui perpindahan volume oli yang dimasukkan ke motor selama satu putaran poros. Ini dapat dihitung dengan menambahkan volume ruang motor atau dengan memutar poros motor satu putaran dan mengumpulkan oli secara manual, kemudian diukur.

Motor hidrolik maupun pompa hidrolik merupakan komponen penting yang bekerja dalam suatu sistem hidrolik. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami proses kerja maupun hal-hal seputar kedua komponen ini, agar dapat menentukan penggunaan motor ataupun pompa yang tepat sesuai spesifikasi sistem hidrolik yang dibutuhkan. klikMRO menyediakan berbagai motor hidrolik dan pompa hidrolik berkualitas sesuai kebutuhan Anda, klik disini untuk konsultasi dengan kami secara gratis.

Meningkatkan Produktivitas Mesin dengan Penggunaan Oli yang Tepat

Penggunaan Fluida pada Mesin Hidrolik Maupun Perkakas