Pengukuran Intensitas Cahaya dan Pengaruhnya Terhadap Efisiensi Energi

0
201

Penerangan merupakan kebutuhan krusial dalam menjalankan  aktivitas sehari-hari, mulai dari rumah tangga, perkantoran, toko, pergudangan, logistik, hingga pabrik produksi. Namun penerangan perlu diperhatikan juga efektivitas dan efisiensinya guna mencapai keseimbangan antara biaya energi, biaya investasi, serta ROI (return on investment) yang didapatkan. Mungkin bagi perumahan hal ini kerap tidak terlalu diperhatikan, namun bagi fasilitas publik maupun industri yang berjalan penuh waktu tanpa adanya downtime, hal ini akan sangat memakan biaya energi.

Pada artikel kali ini, klikMRO akan membahas mengenai istilah penting yang perlu diketahui mengenai lampu agar investasi tidak mubazir.

Saat membeli perlengkapan penerangan baru, mungkin sebagian dari kita masih bingung tentang berbagai istilah yang digunakan, yakni Lumens, Lux, dan Watt.

Alat Teknik lengkap

Apa perbedaan antara Lumens, Lux dan Watt?

  • Lumens (LM) adalah unit pengukuran, yang menunjukkan jumlah total cahaya yang dipancarkan dari luminer (titik pancaran lampu). Secara kasar Anda dapat mengatakan bahwa semakin banyak Lumens, semakin terang cahayanya.

Saat hendak menguji ataupun membandingkan produk lampu, satuan Lumens ini digunakan untuk melihat jumlah total keluaran cahaya. Tapi Lumens hanya akan menunjukkan tingkat intensitas cahaya yang keluar dari titik cahaya. Sedangkan pencahayaan yang optimal mempertimbangkan segala faktor, mulai dari pola sinar yang sempurna hingga seberapa cerah cahaya tersebut menembus area atau dapat dipantulkan.

  • Lux
    Lux adalah unit pengukuran cahaya di mana area yang terkena cahaya diperhitungkan. 1 Lux sama dengan 1 Lumen/m2, dengan kata lain intensitas cahaya pada permukaan obyek ataupun area tertentu. Untuk mengukur Lux pada suatu ruangan, kita dapat menggunakan alat Lux Meter. Alat ini berbentuk portabel sehingga mudah dibawa dan memungkinkan kita mengukur intensitas cahaya di area yang kurang cahaya ataupun bagian pojok ruangan sekalipun.

Pengukuran berbasis Lux merupakan pengukuran yang efisien dalam menentukan tingkat kecerahan sinar pada area tertentu. Jika output cahaya difokuskan pada area kecil, maka cahaya yang mengenai obyek menjadi lebih terang. Dan juga sebaliknya apabila satu output cahaya yang sama diarahkan pada obyek / area yang lebih luas, maka tingkat cahaya pada area tersebut akan berkurang.

Pada pengukuran lebih kompleks, terdapat alat reflektor cahaya yang terbuat dari aluminium dan optik berkualitas tinggi untuk mengontrol jalur cahaya, menciptakan pola pancaran yang diinginkan dengan kehilangan cahaya minimum. Alat ini memungkinkan produsen lampu untuk mengukur Lumens pada produk-produknya.

  • Watt
    Watt merupakan satuan dalam perhitungan jumlah energi yang diperlukan untuk mengoperasikan obyek lampu. Perlu diingat bahwa Watt tidak bisa dijadikan patokan dalam pengukuran intensitas lampu, karena Watt sendri hanya menunjukkan berapa banyak energi yang dibutuhkan agar produk beroperasi. Itulah mengapa dalam pemilihan lampu, sebetulnya tidak perlu mencari jumlah watt yang dikonsumsi apabila fokusnya untuk penerangan maksimal. Namun untuk efisiensi maksimal, gunakan perhitungan Lumens/Watt yang akan dibahas dibawah ini:

Perhitungan Efisiensi Energi dengan Cahaya yang Dihasilkan dengan Lumen Per Watt (lm/W)
Satuan lm/W digunakan untuk mengukur efektivitas produk pencahayaan dengan mengukur total keluaran cahaya dalam Lumens dibagi dengan penggunaan daya dalam satuan Watt. Konsepnya hal ini mirip dengan perhitungan km/liter dalam pengukuran konsumsi bahan bakar kendaraan. Jd apabila hasil perhitungan lm/W lebih tinggi, berarti efisiensi produk lampu yang diukur yang lebih tinggi karena biaya pengoperasian lebih rendah dengan tingkat cahaya yang dihasilkan tetap tinggi. Berikut ini adalah contoh menghitung efisiensi lampu menggunakan lm/W:

Sebuah panel LED tipe A menawarkan output cahaya 3500 Lumens untuk daya 23 Watt.

3500lm/23W = 152lm/W

Sebagai perbandingan, panel LED tipe B dapat memberikan 3600 Lumens untuk 45W.

3600lm/45W = 80lm/W

Jadi dari perhitungan diatas, panel LED tipe A lah yang lebih efisien karena jumlah lm/W lebih tinggi, yang berarti menggunakan daya minimum untuk penerangan yang maksimal.

Penting juga untuk diingat bahwa semakin banyak daya yang dikonsumsi, semakin banyak panas yang dihasilkan, dan panas akan selalu mengakibatkan hilangnya energi, hingga dapat mengurangi umur masa penggunaan produk.

Mengapa Lampu LED Sudah Mendominasi Pasar?

Jawabannya mudah, yakni lebih banyak cahaya (Lm) yang dihasilkan dengan lebih sedikit energi (Watt) yang dibutuhkan. Misalnya, lampu LED 6,5W akan memberikan output cahaya yang serupa dengan bohlam Halogen 50W. Itu pun sudah menghemat 87% lebih sedikit energi untuk output cahaya yang sama. Pada lampu LED, lebih banyak energi yang diubah menjadi cahaya daripada energi panas sehingga lebih efisien dibandingkan lampu bohlam konvensional. Seiring dengan kemajuan teknologi, lebih banyak produk lampu yang akan diproduksi dengan menggunakan Watt yang lebih sedikit, guna mencapai tingkat lm/W yang semakin baik.

Dalam merencanakan investasi penerangan di fasilitas Anda, perlu diingat bahwa banyak produsen yang mengklaim jumlah Lumens lebih tinggi pada produknya dibandingkan aslinya. Untuk itu, berikut adalah beberapa Tips dalam Memilih Lampu agar Tidak Mubazir:

  1. Carilah tingkat Lumens/Watt, bukan sekedar jumlah Watt yang rendah
  2. Lumens mengukur jumlah total output cahaya, sesuaikan dengan luas area dan tujuan penerangan
  3. Lux untuk mengukur intensitas cahaya pada permukaan obyek / area, berguna untuk memenuhi standar SOP, standar praktik medis, maupun standar lainnya
  4. Perhatikan bentuk dari obyek penerangan sesuai dengan pola sinar yang dibutuhkan, misalnya lampu LED tabung untuk penerangan di lorong, ataupun bohlam LED untuk penerangan di titik area yang lebih kecil.

Di pasaran sudah terdapat banyak pilihan lampu LED berkualitas untuk dipilih. Perlu diingat bahwa satuan segala jenis investasi perlu diperhitungkan hasilnya, sehingga produk dengan tingkat Lm/W yang tinggi pun apabila kualitas materialnya kurang, maka akan pengaruh ke durabilitas produk yang pada akhirnya menyebabkan tambahan biaya (cost).

klikMRO merupakan partner digital dari brand-brand ternama produk penerangan yang sudah dijamin kualitas, originalitas, serta durasi garansi yang  sesuai.

klikMRO juga menawarkan kemudahan pengadaan secara digital untuk menunjang investasi alat penerangan di kawasan industri, ataupun di area pekerjaan tertentu. Konsultasikan kebutuhan Anda dan daftarkan diri Anda sebagai member B2B klikMRO untuk menggunakan berbagai fitur pengadaan sebagai langkah inovasi proses bisnis Anda!