Penggunaan PLC dalam Sistem Otomasi Industri

0
63

Penggunaan PLC dalam Sistem Otomasi Industri – Dengan perkembangan teknologi serta tuntutan global, industri mulai menerapkan sistem otomatisasi atau automation dalam sebagian lini operasional produksi secara sebagian, ataupun menyeluruh. Proses menuju otomatisasi pun terbilang tidak mudah. Hal ini berhubungan dengan kesiapan perusahaan menghadapi perubahan operasional, budaya, serta investasi. Kesiapan perusahaan ini lah yang menentukan keberhasilan sistem otomasii agar menjadikan operasional lebih efektif, terukur, cepat, dan efisien.

Dalam menerapkan otomatisasi, diperlukan komponen-komponen pendukung seperti sensor, motor dc, speed driver, bearing linear, hingga PLC. PLC inilah yang menjadi “otak” dalam sistem otomatisasi. PLC merupakan sistem komputer khusus yang didesain untuk mengatur berbagai aktivitas produksi, packaging, ataupun lainnya dalam industri. Dari namanya sendiri, PLC merupakan singkatan dari Programmable Logic Controller, dimana perangkat komputer ini dapat diprogram sesuai kebutuhan proses industri spesifik yang diinginkan berdasarkan logic (perhitungan aritmatik dalam suatu perintah), yang bertujuan untuk mengontrol dan mengatur proses yang diinginkan sehingga menghasilkan output yang diinginkan pula.

Ilustrasi penggunaan alat PLC pada industri

PLC bekerja dengan cara menerima dan meproses informasi dari sensor yang terhubung atau perangkat input. Dengan memproses data yang terkumpul, PLC selanjutnya menghasilkan output berdasarkan parameter yang diprogram sebelumnya. Bergantung pada input dan output, sebuah PLC dapat memonitor dan merekam data run-time seperti produktivitas mesin atau suhu operasi. Selain itu, perangkat PLC dapat mengontrol aktivitas industri secara otomatis, seperti mengaktifkan alarm jika mesin mengalami kendala produksi, hingga pemberhentian otomatis alur produksi apabila kuota produksi sudah terpenuhi berdasarkan program yang dibuat. PLC sendiri dirancang untuk menggantikan suatu rangkaian relay sequential dalam suatu sistem kontrol. Alat ini dapat dioperasikan, dikendalikan ,dan dimonitoring menggunakan software yang sesuai dengan jenis PLC yang digunakan.

Aplikasi PLC di Industri

Di Indonesia sendiri, PLC telah diterapkan pada hampir setiap segmen industri, mulai dari industri otomotif, industri pertambangan dan minyak bumi, pabrik kimia, pabrik kertas, industri pengolahan makanan, pabrik besi dan baja, hingga pembangkit listrik. PLC melakukan beragam tugas kontrol, mulai dari kontrol on/off , alarm mesin, kecepatan running belt, pengontrolan proses, pengecekan hasil produksi, pendeteksian anomali dalam suatu proses kerja, distribusi bahan produksi, maupun hal-hal lainnya.

Schneider Processor Module di klikMRO.com

Dalam artikel ini, klikMRO akan membahas beberapa contoh aplikasi PLC dalam mendukung sistem otomatisasi terhadap beberapa proses produksi berikut:

Industri Otomotif

Monitoring Mesin Produksi: Sistem memonitor setiap peletakkan part / komponen, pendeteksian part yang cacat, penggerakan part untuk produksi, perhitungan waktu siklus peralatan, dan mengontrol tingkat presisi. Data statistik tersedia bagi operator untuk memudahkan analisa, serta mengontrol berjalannya produksi.

Pengujian Produksi Komponen: PLC memudahkan proses analisa dalam jalur perakitan produksi. Sistem secara signifikan mengurangi resiko human error dengan memberikan hasil yang lebih presisi serta pengukuran akurat. Misalnya dalam pengujian komponen Turbo pada mesin kendaraan modern, variabel yang dapat diukur dalam sistem meliputi jumlah tekanan dalam psi / bar, flow capacity, kecepatan putar, serta aliran bahan bakar dan volume udara dingin.

Quality Checking: Sistem PLC mengontrol dan memastikan komponen yang diproduksi sesuai dengan spesifikasi dengan ukuran detail yang presisi. Mulai dari dimension testing, material testing, shape testing, compatibility testing, dan keperluan lainnya menggunakan berbagai jenis sensor berdasarkan kebutuhan tersebut.

Internal Combustion Engine Monitoring: Sebuah PLC memperoleh data yang direkam dari sensor yang terletak dalam internal combustion engine. Pengukuran yang dilakukan meliputi suhu air, suhu oli, RPM, torsi, suhu gas buang, oil pressure, manifold pressure, dan timing. Hal ini sangat penting bagi pelaku industri untuk menentukan analisa terkait efisiensi bahan bakar, daya tenaga, maupun pengukuran lainnya dalam suatu produksi kendaraan.

Industri Karet

PLC digunakan dalam sistem produksi ban karet, dengan cara mengontrol urutan proses mulai dari karet mentah hingga menjadi ban kendaraan yang sudah siap untuk digunakan. Sistem yang dapat dikontrol dan dipantau ini mencakup kegiatan cetak pola tapak ban, pembentukan ukuran ban, penulisan timbul pada permukaan ban, hingga pengetesan durabilitas menggunakan mesin putar dan tekanan. Semua proses tersebut tentu menggunakan jenis sensor sesuai dengan kebutuhan, seperti contoh dalam hal pengetesan daya tahan ban, maka pressure sensor lah yang digunakan dalam mesin hidrolik bertekanan tinggi tersebut. Aplikasi PLC ini secara substansial mengurangi effort yang dibutuhkan dalam menciptakan produk, serta mengurangi resiko terjadinya defect dalam produksi.

Industri Pulp & Paper

Pulp Batch Blending: PLC mengontrol operasional blending bahan pembuatan kertas secara berurutan, mulai dari proses pengukuran bahan, pelaksanaan metode blending melalui program yang sudah disetting, maupun penempatan hasil jadi pada suhu tertentu agar mengering. Sistem ini memungkinkan operator untuk mengontrol setiap proses dan bahan yang digunakan, dan memudahkan kalkulasi bahan, serta jumlah yang diproduksi.

Persiapan Batch untuk Pemrosesan Pembuatan Kertas: Penggunaan PLC disini termasuk kontrol dari sistem persiapan stok untuk pembuatan kertas. Resep untuk setiap tangki batch dipilih dan disesuaikan melalui entry operator. PLC dapat mengontrol logic  untuk penambahan bahan kimia berdasarkan pengukuran level tangki. Selain itu, PLC juga dapat memberikan laporan penggunaan serta proses keseluruhan produksi untuk selanjutnya dianalisis oleh operator maupun manajemen.

Paper Mill Digester: PLC mengendalikan proses pembuatan bubur kertas. Sistem menghitung dan mengontrol jumlah chip berdasarkan kepadatan dan digester volume. Kemudian, metode yang dibutuhkan dikalkulasi bersamaan dengan ketersediaan bahan, lalu ditambahkan ke dalam urutan. PLC menurunkan atau menahan suhu pencampuran hingga proses selesai. Suhu menjadi faktor penting dalam hal ini, dimana peran temperature sensor dihubungkan dengan sistem komputer PLC terkait.

Beberapa aplikasi PLC pada industri tersebut hanya mencakup sebagian kecil dari penggunaan PLC pada lingkup industri. Semakin banyaknya industri yang mulai menerapkan otomatisasi, maka sistem produksi pun semakin terorganisir, terpantau, dan terukur. Hal ini guna mencegah faktor resiko seperti kelalaian manusia, hingga informasi-informasi penting mengenai jalannya produksi maupun ketersediaan bahan baku.

Schneider Analog Input Module di klikMRO.com

Oleh karena itu, PLC sebagai pusat atau “otak” dalam proses otomatisasi merupakan kebutuhan utama dalam penerapan automation pada industri. klikMRO menyediakan PLC dari berbagai brand ternama di dunia, serta komponen-komponen pendukung penyerapan otomatisasi industri lainnya, seperti sensor, motor dc, speed driver, bearing linear, dan lainnya. Konsultasikan kebutuhan Anda bersama kami secara gratis disini.

Peran dan Jenis Sensor dalam Mendukung Otomatisasi Industri