Pendekatan Proaktif Sebagai Kunci Sukses Bisnis Menuju Endemi COVID

0
581

Pendekatan Proaktif Sebagai Kunci Sukses Bisnis Menuju Endemi COVID

Seiring perkembangan informasi dan riset lebih jauh mengenai coronavirus, pemerintah maupun pelaku bisnis telah menerapkan beberapa perubahan strategi terkait penanganan pandemi COVID-19. Perubahan strategi menjelang akhir tahun 2021 ini rata-rata menunjukkan  tanda-tanda potensi endemik yang kuat, yang artinya seluruh masyarakat harus belajar untuk menghadapinya secara berkelanjutan.

Yang dimaksud dengan endemi ini adalah bahwa COVID-19 diperkirakan akan menjadi potensi penyakit yang terus ada, seperti flu, influenza, cacara, dan lainnya, tetapi dengan tingkat kematian kasus yang sangat rendah. Melihat situasi sekarang ini, potensi endemi ini sangat bergantung pada penerapan vaksinasi yang meluas, karena akan membantu memperlambat penyebaran dan menurunkan fatalitas maupun tingkat kematian.

Alat Teknik lengkap

Seperti yang kita ketahui bahwa selama tahun 2020 hingga 2021, pandemi COVID-19 telah banyak membawa dampak negatif terhadap ekonomi, dan diperkirakan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk kembali seperti sebelumnya, terlebih lagi dikarenakan adanya krisis energi dunia yang menghantam negara-negara besar seperti China dan sebagian besar negara di Eropa.

Model Endemik dalam Strategi Bisnis Perusahaan

Guna menyesuaikan perkembangan usaha menuju situasi normal dan diharapkan dapat menangkat roda ekonomi Indonesia secara berkelanjutan, pelaku industri di tanah air dapat menerapkan strategi pendekatan  “Model Endemik” yang memungkinkan ekonomi, kegiatan bisnis, dan pembatasan lainnya mulai terbuka bahkan hingga COVID-19 berlanjut.

Pergeseran strategi menuju “Model Endemik” akan membutuhkan tiga pihak untuk bekerja sama, yakni pihak pemerintah yang menetapkan strategi dan regulasi, pihak pelaku bisnis yang menyediakan kebijakan di tempat kerja, serta pihak masyarakat yang merefleksikan perilaku individu.

Seiring transisi bisnis dari masa pandemi ke endemi, dibutuhkan perubahan paradigma tentang bagaimana kesehatan dan keselamatan tenaga kerja agar semakin dipandang dan dikelola dengan baik. Hal ini sebagai persiapan utama dalam membangun tenaga kerja yang tangguh, produktif, dan sehat. Dalam memulai transisi bisnis tersebut dibutuhkan pendekatan dari yang bersifat reaktif menuju proaktif.

Transisi Bisnis dari Reaktif ke Proaktif
Sebagian besar pelaku bisnis telah menerapkan pendekatan reaktif dari awal pandemi. Hal ini dikarenakan adanya kasus lonjakan COVID-19 di awal tahun 2020 yang bersifat tiba-tiba sehingga berdampak pada kegiatan operasional maupun perubahan market yang sangat drastis. Pendekatan reaktif yang telah dilakukan pun berhubungan dengan pengelolaan kesehatan dan keselamatan di tempat kerja, yang melibatkan adaptasi secara terus-menerus terhadap perubahan pedoman dan peraturan pemerintah.

Bergerak menuju skenario endemi COVID-19 akan membutuhkan strategi proaktif untuk melindungi seluruh tenaga kerja, baik itu pekerja di lapangan, pekerja jarak jauh, ataupun tenaga kerja yang bepergian. Hal ini membutuhkan perencanaan dari awal proses serta kebijakan untuk berbagai skenario.

Sebagai contoh penerapan strategi proaktif di lingkup kerja adalah ketika pekerja secara aktif memberi tahu pihak pemberi kerja mengenai kemungkinan terpapar COVID-19 melalui kegiatan kerja sehari-hari ataupun rencana kegiatan lain yang memiliki resiko penyebaran yang tinggi. Walaupun terdengar seperti hal yang biasa, namun disini peran pengusaha harus lebih fleksibel dalam menentukan strategi operasional agar mulai mempertimbangkan potensi kerugian / downtime dari tenaga kerja yang terpapar, tanpa mengesampingkan produktivitas operasional agar tetap berjalan seperti biasa.

Strategi Operasional Menuju Endemik
Pada beberapa perusahaan, kegiatan perjalanan korporat tetap memiliki peran yang sangat penting dalam kelangsungan bisnis. Namun perlu diperhatikan juga terkait kebijakan aturan perjalanan dan syarat yang berlaku di lokasi tujuan. Hal ini dikarenakan tingkat penyerapan vaksinasi di setiap daerah maupun negara berbeda-beda dengan tingkat risiko COVID-19 yang berbeda pula.

Selain itu, pihak perusahaan juga dapat memanfaatkan informasi yang terverifikasi dari para ahli dalam membantu karyawan untuk memahami bahwa endemi COVID-19 bukanlah situasi yang buruk apalagi dianggap sebagai langkah mundur. Sebaliknya, karyawan perlu memahami bahwa COVID-19 harus ditangani secara kolektif untuk menjaga tempat kerja tetap aman untuk semua.

Terakhir, ketika suatu bisnis melakukan transisi ini maka pihak pengelola maupun manajemen harus memperhatikan dampak pada kesehatan mental karyawan di tempat kerja. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan penyesuaian diri terhadap norma endemik. Untuk itu, beberapa solusi seperti program Bantuan Karyawan akan sangat membantu, khususnya mencakup program telehealth dan akses ke profesional kesehatan mental ataupun penyedia kesehatan. Apabila dirasa terlalu mahal, masih ada banyak opsi program yang dapat dikembangkan seperti pelatihan ketahanan mental bagi manajer dan rekan kerja untuk mengetahui cara kerja menuju era endemi agar tetap saling mendukung.

Bisnis yang Berkembang adalah Bisnis yang Fleksibel dalam Beradaptasi
Pada akhirnya, hidup dengan endemi COVID-19 tergantung pada perilaku dan tindakan kolektif kita. Pada saat yang sama, ketika para pemberi kerja menunjukkan kepedulian dan empati terhadap tenaga kerja mereka, terutama selama masa transisi ini, maka hal tersebut dapat menjadi peluang penting untuk menanamkan hubungan tim yang lebih kuat serta meningkatkan kepercayaan diri dan inovasi baru dalam mengembangkan potensi bisnis di masa mendatang.

klikMRO memberikan inovasi terhadap kemudahan proses pengadaan perusahaan menuju era endemi COVID-19 melalui sistem digital procurement. Manfaat pengadaan secara digital dapat menekan efisiensi biaya perjalanan, biaya administrasi, dan biaya lainnya, serta meningkatkan pemantauan dan transparansi pengadaan di bisnis Anda. Konsultasikan kebutuhan pengadaan Anda bersama klikMRO disini