Overhaul Mesin Industri untuk Menghemat Biaya dan Menjaga Produktivitas

0
312

Overhaul Mesin Industri untuk Menghemat Biaya dan Menjaga Produktivitas – Industri manufaktur ataupun industri lainnya yang bergantung pada berbagai jenis mesin dalam proses produksi menyadari bahwa perawatan rutin terhadap mesin itu sangat krusial. Pengoperasian mesin yang produktif dan efektif tidak mungkin tercapai tanpa perawatan rutin serta ketersediaan peralatan teknis secara menyeluruh. Guna mencapai competitive advantage khususnya pada proses produksi,  pencegahan kerusakan mesin (downtime prevention) adalah kunci profitabilitas di bidang bisnis apa pun agar selangkah lebih baik dibandingkan kompetitor.

Setelah bertahun-tahun mesin terus beroperasi, secara alami akan ada komponen maupun mekanisme yang mulai rusak. Situasi ini dapat menyebabkan kerusakan kritis pada mesin dan mengakibatkan perbaikan dengan biaya besar, serta resiko kerugian produksi akibat downtime mesin. Oleh karena itu, mari pahami langkah yang baik dalam menjaga kondisi mesin agar berfungsi sebagaimana mestinya, dengan istilah Engine Overhaul.

Mengenal Istilah Engine Overhaul
Overhauling mesin industri dikenal sebagai proses perawatan umum (general maintenance) yang dilakukan pada mesin atau peralatan industri lainnya. Tujuan dari overhaul adalah untuk menjaga sistem mekanisme dan komponen dalam kondisi yang dapat digunakan untuk mencapai produktivitas maksimal, tanpa mengesampingkan batas kemampuan pengoperasian. Frekuensi overhauling bergantung pada jenis mesin, spesifikasi, tingkat penggunaan mesin, hingga downtime yang tidak terduga. Umumnya, pemeriksaan dan overhauling lebih sering dibutuhkan pada mesin yang lebih tua, terutama mesin besar yang melibatkan mekanisme yang rumit.

Alat Teknik lengkap

Manfaat Overhaul Mesin Industri

Hemat Biaya 
Meskipun terdengan kurang masuk akal untuk berinvestasi lebih pada mesin yang masih beroperasi optimal, overhaul mesin akan melindungi perusahaan dari potensi pengeluaran yang lebih besar di masa mendatang. Dengan memeriksa dan mengganti beberapa suku cadang, komponen, serta parts yang sudah rusak akan lebih menghemat biaya daripada membeli mesin baru secara keseluruhan. Kerusakan mesin secara tiba-tiba dapat menyebabkan kerugian finansial yang besar di sektor industri, karena apabila satu mesin rusak akan menyebabkan downtime sehingga mengurangi potensi keuntungan. Perusahaan industri skala besar mengakui bahwa maintenance yang terjadwal serta proses overhaul mesin merupakan cara untuk meminimalisir biaya dan mencegah kegagalan mesin.

Memperpanjang Umur Mesin
Pemeliharaan rutin pada mesin dapat memperpanjang umur mesin tersebut. Melalui predictive maintenance maupun predictive overhaul, pelaku industri telah mengantisipasi potensi kerusakan yang akan terjadi. Seiring bertambahnya frekuensi pengoperasian peralatan maupun aset mesin industri, maka komponen dan parts mekanismenya juga cenderung menjadi rusak seiring waktu. Penggunaan mesin secara ekstensif yang telah menunjukkan tanda-tanda keausan dan kerusakan dapat menyebabkan kerusakan kritis. Oleh karena itu, melalui perombakan mesin untuk mengetahui komponen yang rusak pada mesin dapat menghentikan kerusakan ekstensif pada mesin dan memperpanjang umur mesin itu sendiri.

Peningkatan Kinerja
Setelah penggunaan yang lama selama bertahun-tahun, tingkat produktivitas mesin akan cenderung berkurang dibandingkan kinerja mesin ketika masih baru. Dengan perombakan mesin, kinerja mesin ataupun alat berat lainnya dapat dipulihkan hingga 100%. Peningkatan kinerja mesin merupakan kemungkinan bagi para pelaku industri untuk meningkatkan tingkat produksi, sehingga meningkatkan laba perusahaan.

Mengurangi Biaya Servis
Penggantian seluruh bagian mesin industri pada dasarnya lebih memakan waktu daripada perbaikan kecil maupun penggantian per parts . Alih-alih mengganti seluruh komponen mesin dengan yang baru, hanya suku cadang tertentu yang diganti atau bahkan bisa diperbaiki. Melalui pemeliharaan prediktif (predictive maintenance), pelaku industri dapat lebih memahami komponen mana saja yang perlu diganti sehingga mengurangi biaya dan waktu downtime yang tidak perlu.

Perusahaan manufaktur menerapkan strategi khusus dalam perawatan overhaul mesin industri, guna mencapai competitive advantage

Tahap-Tahap dalam Overhaul Mesin Industri

Tahap Inspeksi (Inspection)
Pertama-tama, mesin akan diperiksa secara menyeluruh oleh tenaga profesional yang berpengalaman. Umumnya kru akan melakukan pemeriksaan pada mesin overhaul dalam kondisi produksi. Artinya, kinerja mesin dipantau saat mesin sedang digunakan. Prosedur seperti ini memungkinkan untuk mengidentifikasi masalah pada mesin, serta mengalokasikan langkah selanjutnya agar proses overhaul lebih efektif.

Tahap Pembongkaran (Disassembly)
Setelah masalah teridentifikasi melalui proses inspeksi di awal, maka selanjutnya peralatan ataupun mesin harus dibongkar. Tahap pembongkaran ini sangat penting untuk pemeriksaan lebih lanjut mengenai tindakan yang dibutuhkan. Pekerja pemeliharaan yang terampil mampu mengidentifikasi masalah pada mesin secara efektif, serta jujur dalam menunjukkan bagian parts / komponen mesin yang perlu diganti atau diperbaiki.

Tahap Perbaikan (Repair)
Proses perbaikan ini merupakan tahap krusial dalam overhaul mesin industri. Karena dalam tahap ini, bagian tertentu pada mesin yang rusak akan diperbaiki ataupun diganti. Langkah ini juga mencerminkan efisiensi overhaul, dimana parts akan diperbaiki menggunakan peralatan teknik terbaik untuk mencapai fungsi normal apabila masih dapat diperbaiki. Hal ini tentu akan menghemat biaya apabila dibandingkan dengan mengganti seluruh suku cadang sekaligus. Penggantian suku cadang juga mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama daripada perbaikan sederhana, karena suku cadang asli untuk mesin tersebut perlu dipesan dari produsen.

Tahap Perakitan Kembali (Reassembly)
Setelah proses perbaikan ataupun penggantian komponen mesin selesai, maka selanjutnya adalah tahap perakitan kembali seluruh mesin. Dalam tahap ini, proses reassembly sangat penting untuk memfungsikan mesin dengan efektif. Dalam perakitan mesin-mesin industri OEM, umumnya tenaga ahli dari produsen ataupun jasa pihak ketiga harus memiliki keterampilan tertentu untuk melakukan perakitan ulang, karena setiap brand, ukuran, serta spesifikasi mesin yang berbeda-beda pula.

Tahap Pengujian (Testing)
Langkah terakhir yang mengakhiri proses overhaul mesin. Tahap pengujian ini tentunya dilakukan untuk mengidentifikasi apakah perbaikan yang dilakukan itu efektif. Selama pengujian, tingkat keberhasilan dapat dinyatakan berhasil, maupun dinyatakan kurang berhasil, dimana kerusakan yang dialami memang tereduksi namun belum sepenuhnya hilang. Apabila kurang berhasil, maka proses engine overhaul ini akan kembali ketahap awal (inspeksi) untuk pemeriksaan lebih lanjut serta penggantian parts yang memang sudah harus diganti.

Tahap overhaul mesin ini tentunya membutuhkan peralatan teknik yang lengkap, sesuai, dan berkualitas. klikMRO mendukung produktivitas industri agar bangkit di pandemi ini, serta menyediakan kemudahan dalam pencarian dan pengadaan yang kredibel terkait peralatan industri kategori MRO (Maintenance, Repair, and Operation). Konsultasikan kebutuhan Anda bersama kami disini.