Mitigasi Potensi Bahaya Operasional Industri Akibat Cuaca Buruk

0
546

Mitigasi Potensi Bahaya Operasional Industri Akibat Cuaca Buruk – Faktor perubahan siklus iklim di Indonesia kini terasa semakin tidak menentu akibat global warming yang menyebabkan musim panas semakin panas, dan musim hujan semakin lebat. Walaupun perubahan tersebut mungkin tidak secara langsung berdampak pada aktivitas masyarakat, namun tidak menutup kemungkinan beberapa waktu mendatang akan semakin memburuk. Kondisi cuaca yang lebih sulit diprediksi ini membutuhkan kewaspadaan masyarakat, pemerintah, hingga pelaku industri khususnya dalam melakukan inspeksi dan menentukan langkah aman untuk menjamin aktivitas sehari-hari.

Di lingkup dunia industri, banyak faktor yang menentukan kelancaran operasional, keamanan, dan produktivitas. Salah satu contoh pengaruh iklim panas Indonesia terhadap industri dengan penggunaan mesin adalah bahwa udara dan suhu tinggi dapat mempengaruhi temperatur mesin, sehingga dibutuhkan semakin banyak metode pendinginan seperti penggunaan coolant, radiator yang harus lebih di-maintain, dan lainnya. Sedangkan di musim hujan, potensi utama yang dihadapi adalah kemungkinan banjir yang tentunya dapat berdampak lebih besar terhadap kelangsungan operasional maupun potensi kerusakan aset. Namun apabila digabungkan sepanjang tahun dari musim kemarau hingga musim hujan, peralatan maupun perlengkapan kerja dan aset kerja dapat mengalami potensi karat dan jamur yang dapat berpengaruh pada performa aset itu sendiri.

Pada artikel ini, klikMRO akan memberikan Tips Mitigasi Potensi Bahaya Operasional Industri Akibat Cuaca Buruk :

Alat Teknik lengkap

Audit dan Inspeksi Lapangan 
Perubahan cuaca adalah salah satu faktor kunci yang mempengaruhi kualitas dan kemajuan setiap proyek industri. Musim hujan adalah kejadian tahunan, jadi merencanakannya terlebih dahulu dan melakukan inspeksi sebelum perubahan musim tentunya sangat masuk akal untuk meminimalisir potensi bahaya.

Untuk di area kerja, lakukan pemeriksaan keamanan sebelum, selama, dan sesudah lokasi kerja digunakan untuk memastikan area agar tetap aman bagi pengguna serta memastikan kondisi produksi yang aman. Nantinya dapat juga diberlakukan standar safety checking untuk selanjutnya memudahkan proses inspeksi berulang / rutin. Hal ini termasuk memeriksa bagian utama bangunan, bagian perancah, sistem kelistrikan, mesin produksi, fasilitas bersama, ketersediaan tanda keselamatan, dan lainnya. Permukaan yang licin juga harus diperhatikan agar diberikan tanda keselamatan apabila memang masih baru dibersihkan, serta atasi segala kebocoran yang berpotensi menyebabkan bahaya.

Atasi Kerusakan pada Komponen yang Bergerak
Fasilitas manufaktur tentunya memiliki banyak aset dengan komponen yang bergerak seperti forklift, truk dan traktor, overhead crane dan hoist, konveyor, dan berbagai jenis peralatan hidrolik. Saat musim hujan, komponen ini berpotensi membutuhkan lebih banyak perawatan akibat pergantian udara lembab ketika hujan dan udara panas ketika reda secara tiba-tiba. Hal ini menyebabkan komponen gerak menjadi lebih rentan karatan maupun kotor. Untuk itu, selalu perhatikan jadwal perawatan rutin dan pantau kondisi setiap komponen untuk memastikan kelancaran operasional sehari-hari.

Perawatan Area Gudang
Gudang merupakan fasilitas terakhir sebelum proses distribusi sehingga sangat berperan penting dalam kelancaran operasional khususnya bagi industri retail / perdagangan. Pergudangan (warehouse) sendiri pada dasarnya dirancang untuk menampung sejumlah besar barang hasil produksi, maupun barang inventaris untuk penjualan. Jika fasilitas gudang tidak dirawat atau diperiksa dengan benar, resiko kelembapan udara dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada struktur gudang serta rak di dalamnya. Faktor penyumbang bahaya dalam fasilitas gudang umumnya meliputi kebocoran atap, lapuknya material besi penahan rak, karat yang berlebih, struktur yang sudah retak, tindakan pengrusakan / kejahatan, serta hal lainnya.

Untuk menghindari konsekuensi tersebut, inspeksi gudang wajib dilakukan secara sering dan dadakan. Mengapa dadakan? Karena sebagai langkah untuk mendapatkan gambaran ataupun sample mengenai yang sedang terjadi di fasilitas gudang saat itu juga. Manajer gudang atau inspektur keselamatan harus ekstra waspada untuk melindungi fasilitas dari kerusakan untuk selanjutnya dapat dilakukan kegiatan perbaikan ataupun tindakan pencegahan.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Inpeksi Lapangan Menghadapi Musim Hujan

  1. Pipa pembuangan harus diperiksa untuk memastikan tidak ada penyumbatan
  2. Bukaan jendela harus diperiksa untuk meminimalisir setiap celah yang bisa menyebabkan air merembes
  3. Berbagai jenis pelapis permukaan lantai harus dipertimbangkan untuk meningkatkan grip dan mengurangi resiko pekerja terpeleset
  4. Ketersediaan perputaran udara melalui ventilasi ataupun kipas angin dapat mempercepat proses pengeringan di fasilitas
  5. Pemeriksaan kelembaban udara dengan hygrometer untuk menentukan batas kelembaban aman
  6. Penggunaan mesin pemoles lantai (scrubber dryer) untuk membersihkan permukaan lantai secara mendalam

Selain itu, pemain industri juga perlu melakukan pelatihan keamanan yang memadai bagi para pekerja sehingga pekerja dapat lebih mudah mengenali dan mendeteksi ketidaksesuaian yang dapat menyebabkan potensi bahaya. Untuk itu, dalam menghadapi cuaca yang tidak menentu ini diperlukan persiapan yang matang khususnya terkait persiapan pemeliharaan, yang meliputi proses pembersihan area, pemeliharaan mesin, serta peningkatan keamanan. Kedepannya strategi yang baik dan well-prepared dapat membawakan posisi yang lebih baik untuk menangani kemungkinan bahaya yang akan terjadi di masa depan.

klikMRO memberikan kemudahan dalam pengadaan kebutuhan industri khususnya peralatan cleaning dan safety melalui sistem digitalisasi pengadaan. Dapatkan manfaat dari pengadaan digital untuk proses pengadaan perusahaan yang lebih efisien dan efektif bersama kami disini