Mengenal Klasifikasi Sterilisasi dalam Industri Kesehatan

0
869

Klasifikasi Sterilisasi dalam Industri Kesehatan – Dalam industri farmasi, sterilisasi merupakan salah satu hal yang mutlak. Tujuannya agar memastikan tidak ada yang terkontaminasi, baik bahan, hasil produksi, maupun peralatannya. Namun sebenarnya dari mana saja sih sumber kontaminasi tersebut?

Sumber resiko kontaminasi paling besar adalah orang yang bekerja di dalam ruangan produksi. Selain itu, resiko kontaminasi lainnya meliputi peralatan yang digunakan, bahan baku, serta udara di sekitar. Dalam proses pembuatan obat misalnya, harus dilakukan di ruangan yang sangat bersih dan steril. Jadi, pencegahan resiko kontaminasi tersebut sangat penting untuk diterapkan melalui standar dan sistem tertentu.

Oleh karena itu, proses meminimalisir resiko kontaminasi bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari fumigasi, peralatan CPOB, peraturan tertentu yang disebut dengan HVAC, dan serta gowning (APD). Namun, akan kurang maksimal untuk perlindungan dan pengurangan risiko kontaminasi apabila semua kebijakan serta penerapan standar sterilisasi tidak dilakukan secara menyeluruh dalam suatu rangkaian produksi. Misalnya, hanya mengandalkan salah satu cara saja seperti penggunaan APD dalam proses produksi tangan. Hal ini memang mengurangi resiko kontaminasi dari orang yang bekerja di bagian produksi, namun faktor lain seperti udara sekitar dan peralatan yang digunakan juga perlu mendapatkan perhatian dalam proses sterilisasinya. Jadi, seluruh metode compulsory untuk minimalisasi risiko tersebut musti diaplikasikan.

Selain itu, penting pula untuk melakukan pembatasan orang atau pekerja yang berada di dalam suatu ruangan serta pembagian otoritas terkait akses masuk ke ruangan tersebut. Selain itu, juga diperlukan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai dengan standar medical grade. APD yang digunakan dalam industri farmasi dalam suatu proses produksi disebut pula dengan nama gowning.

Klasifikasi Kelas Sterilisasi Terkait Gowning / APD

Mengenal Klasifikasi Sterilisasi dalam Industri Kesehatan – Standar jumlah partikel yang diperbolehkan per kelas sterilisasi

Berdasarkan tabel diatas, ukuran partikel dalam industri kesehatan dihitung menggunakan particle counter. Dalam suatu industri farmasi yang memiliki fasilitas produksi obat-obatan, umumnya menggunakan mesin particle counter dalam proses sterilisasi produksi. Selain itu, proses pembersihan peralatan yang digunakan menggunakan ultrasonic cleaner, yakni mesin dengan kemampuan untuk menciptakan frekuensi ultrasonic yang dapat membunuh bakteri dan virus untuk menghindari kontaminasi.

Mengenal Klasifikasi Sterilisasi dalam Industri Kesehatan – Particle Counter As One di klikMRO.com

Gowning / APD dibedakan untuk masing-masing kelas yang berbeda. Kelas E merupakan kelas paling luar, namun tetap membutuhkan perlindungan. Selanjutnya kelas D sampai kelas A. Semakin menuju ke A maka akan semakin steril ruangan tersebut. Berikut spesifikasi kebersihan / sterilisasi terkait APD yang digunakan:

– Kelas D dan E

Kedua kelas ini meng-cover area yang sama, yakni harus menutup semua jenis rambut, bulu kumis, janggut, dan sebagainya. Baik dengan menggunakan kain penutup kepala yang menyatu dengan pakaian, ataupun yang terpisah. Sedangkan untuk kumis dan janggut perlu dicukur bersih agar tidak melubangi masker yang digunakan.

Pakaian yang digunakan juga meng-cover badan secara menyeluruh, serta dilengkapi pula dengan zipper. Ditambah lagi, sepatu dan sarung tangan yang digunakan adalah harus bersifat waterproof. Khusus sepatu, perlu ditambahkan penutup sepatu yang berupa plastik steril untuk menghindari kontaminasi dari alas sepatu.

– Kelas C

Untuk kelas C, jenis APD yang digunakan adalah jenis pakaian model terusan, sedangkan bagian pergelangan tangan diikat, serta pakaian mencapai bagian leher. Pakaian juga sebaiknya bebas serat, serta sepatu yang digunakan sesuai dengan standar yang berlaku.

– Kelas A dan B

Untuk di kelas A dan kelas B, maka jenis-jenis APD yang digunakan harus bersifat waterproof, tidak tembus partikel hingga ukuran micron tertentu, serta meng-cover area tubuh secara keseluruhanSetelah menggunakan pakaian model terusan, dengan pergelangan tagan yang bisa diikat, dan mencakup hingga bagian leher, Anda juga mesti menggunakan sarung tangan (safety glove), penutup kepala dan serta pelindung wajah (face mask). Gunakan pula penutup kaki dan sarung tangan sesuai standar yang berlaku.

Cara pemakaian baju APD yang benar adalah bagian ujung celana diselipkan ke penutup kaki, begitu juga ujung lengan agar diselipkan ke dalam sarung tangan. Kemudian, pakaian yang digunakan harus teruji untuk menahan pertikel dari tubuh agar tidak keluar, serta partikel dari luar agar tidak mengenai tubuh. Untuk perlindungan yang lebih baik, beberapa prosedur memerlukan pelindung mata (safety google).

Khusus untuk kelas A, terdapat opsi APD yang menawarkan kemudahan dan kepraktisan,  yakni APD sekali pakai. Meski demikian, ada pula pakaian APD yang bisa dicuci untuk dapat digunakan ulang. Namun khusus untuk penggunaan di rumah sakit, proses pencucian APD dan pembuangan APD sekali pakai (disposable clothing) memerlukan tempat terpisah untuk meminimalisir risiko paparan.

Mengenal Klasifikasi Sterilisasi dalam Industri Kesehatan – Disposable clothing di klikMRO.com

Sebelum dikenakan, disarankan untuk melakukan autoclave atau sterilisasi ulang terhadap APD. Apabila ada ditemukan kerusakan / cacat, maka sebaiknya langsung dilakukan penggantian. Namun Anda tidak perlu khawatir terkait hal ini, karena klikMRO menyediakan peralatan safety hingga yang teraman di kelasnya. Temukan berbagai jenis APD sesuai kebutuhan Anda disini.