Mengenal Keselamatan Kerja untuk Laboratorium

0
127

Setiap pekerja di laboratorium khususnya yang berhubungan dengan zat kimia, tentunya perlu mengikuti peraturan dan tata tertib keselamatan kerja laboratorium yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Hal itu bertujuan agar tidak terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan saat bekerja. Oleh karena itu, biasanya papan yang berisi tata tertib keselamatan kerja umum dipasang di ruang laboratorium.

Setidaknya, ada beberapa peraturan umum yang ada di seluruh laboratorium kimia. Pertama, Anda tentunya tidak diperkenankan membawa masuk, atau membawa keluar barang dan bahan yang berada di dalam laboratorium, tanpa seizin petugas laboratorium. Selain itu, bila tidak berkepentingan atau tidak mendapat ijin resmi, Anda juga tidak diperkenankan masuk ke dalam laboratorium tersebut.

Anda juga musti menggunakan alat serta bahan yang ada di dalam laboratorium sesuai petunjuk yang ada. Oleh karena itu, Anda tentunya tidak diperkenankan melakukan eksperimen apapun yang Anda tidak ketahui informasi tentang bahaya dari bahan yang digunakan, karena dapat menyebabkan resiko tinggi seperti kebakaran serta reaksi kimia lainnya. Pekerjaan yang dilakukan di ruang laboratorium pun mengutamakan keamanan serta kenyamanan. Oleh karena itu, tidak diperkenankan membuang sampah sembarangan, makan, minum, dan merokok di dalam laboratorium.

Agar dapat cepat tanggap terhadap bahaya, sebelumnya pekerja laboratorium perlu memahami secara menyeluruh terhadap penggunaan alat darurat, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), dan mengikuti pelatihan tanggap keselamatan kerja.

 

Mengenal Bahan-Bahan Kimia Berbahaya

Klasifikasi Bahan Kimia

Nah, bagi Anda yang baru saja akan bekerja di dalam sebuah laboratorium, tentunya Anda mesti mengenali bahan kimia apa saja yang cukup berbahaya dan lebih berhati-hati saat bersentuhan dengan bahan tersebut. Bahan pertama adalah Amonia (NH3) yang memiliki bau menyengat, namun mudah larut dalam air, serta sangat korosif pada logam seperti tembaga dan timah. Jika dibiarkan, Amonia bahkan dapat mengakibatkan kerusakan paru-paru yang dapat berujung kematian apabila terjadi kontak dengan manusia. Amonia sangat umum ditemukan di perusahaan atau laboratorium kimia sebagai salah satu bahan pembuatan pupuk kimia.

Selanjutnya, ada Asam Sulfat (H2S04) yang dapat menimbulkan luka bakar pada kulit yang terkena atau terpapar bahan ini. Asam Sulfat memiliki daya korosi yang sangat tinggi, serta bersifat panas. Itulah kenapa, kulit Anda akan seperti terkena luka bakar apabila terkena bahan ini.

Bahan berbahaya selanjutnya adalah Asam Klorida (HCI), merupakan salah satu bahan beracun yang sangat berbahaya. Bahan ini merupakan bahan beracun yang dapat membahayakan hidup manusia, sehingga dinyatakan oleh pemerintah Amerika Serikat sebagai bahan kimia yang tingkat bahayanya tinggi. Oleh karena itu, wajar saja bila peredaran Asam Klorida cukup dibatasi di berbagai negara.

Bahan lainnya yang sangat berbahaya dan perlu diwaspadai penggunaannya adalah Formalin, Natrium Hidroksida (NaOH) dan Klorofrom (CHCI3). Seperti Anda ketahui, kasus formalin yang sempat digunakan sebagai bahan pengawet makanan tentu dapat menyebabkan kerusakan serius pada tubuh manusia. Bahan-bahan ini memiliki sifat yang merusak organ tubuh.

 


Solusi Pencegahan dengan Alat Keselamatan Kerja Laboratorium

Kelengkapan K3 yang diterapkan dalam laboratorium menentukan keselamatan serta produktivitas pekerja. Sejumlah perlengkapan keselamatan kerja dapat meminimalisir resiko Anda terpapar zat kimia berbahaya.

Beberapa fitur keselamatan berikut perlu disiapkan di setiap ruang laboratorium. Mulai dari APAR, pencuci mata (eye washer), keran air, kotak P3K, peralatan pembersih, obat-obatan, kapas, dan plaster.  Selain itu, hal yang sangat penting untuk digunakan ketika hendak memasuki ruangan laboratorium, yakni sarung tangan, pelindung mata, masker wajah, serta jas keselamatan.

Ilustrasi jas laboratorium via klikMRO.com

Untuk jas keselamatan, direkomendasikan jas yang dapat digunakan untuk perlindungan ekstra terhadap bahan kimia berbahaya. Selain perlindungan terhadap paparan bahan kimia, faktor yang tidak kalah penting yakni fleksibilitas serta kenyamanan. Bahan serta desain safety equipment perlu menunjang aktivitas ketika bekerja. Namun, karena sifat bahan kimia berbahaya dapat menempel pada jaket keselamatan, maka jaket yang digunakan bersifat sekali pakai (Disposable Clothing).

 

Untuk memudahkan pengadaan barang-barang keselamatan laboratorium, klikMRO bekerja sama dengan Kimberly Clark menyediakan harga spesial untuk pembelian Spill Kit Complete Package.

 

Alat Pemadam Kebakaran Itu Penting! Begini Tips dan Cara Menggunakannya