Mengenal Evaporator dalam Industri

0
2156

Perbedaan Evaporator dan Vaporizer

Dalam industri kimia, sering dijumpai sebuah alat yang dinamai evaporator. Namun jangan sampai salah, sebagai pembanding ada lagi alat yang cara kerjanya mirip, yakni vaporizer. Mendengar namanya mungkin sudah  banyak yang familiar dengan vaporizer. Sebab, beberapa produk sigaret elektrik saat ini banyak disebut dengan vaporizer. Hal itu tidak salah, karena prinsip kerja vaporizer menguapkan cairan tertentu untuk memekatkan larutan sehingga menciptakan uap.

Contoh Industrial Air Vaporizer

Namun, bagaimana dengan evaporator? Evaporator memiliki fungsi untuk menguapkan air untuk memekatkan suatu larutan. Jadi, perbedaan kedua alat ini adalah media atau objek yang diuapkan.

Cara Kerja Evaporator

Kali ini, kita akan membahas secara mendasar apa itu evaporator. Evaporator memiliki semacam cartridge zat cair di dalamnya, kemudian ada zat lain untuk dicampurkan dan dimasukkan ke dalam cartirdge tersebut. Setelah dicampurkan, lalu dialirkan melalui pipa atau tube yang ada di evaporator tersebut. Proses ini disebut dengan evaporasi, sedangkan evaporator merupakan alatnya.

Zat cair tersebut kemudian diuapkan agar larutannya semakin pekat. Beberapa zat cair yang tidak menguap akan dikembalikan ke dalam cartridge melalui tube. Dengan kata lain, dari suatu proses penguapan hanya sebagian zat cair saja yang benar-benar berevaporasi.

Kemudian, zat yang menguap tersebut akan naik dan keluar lewat pipa uap. Jadi dalam hal ini terdapat 2 jenis pipa, yakni pipa uap dan pipa cairan, yang  berfungsi untuk mengembalikan zat cair yang tidak menguap tersebut. Dari segi posisinya, pipa uap cenderung berada di atas untuk mengeluarkan uap, sedangkan pipa cairan berada di bawah sebagai wadah penampungan zat cair yang akan diuapkan.

Dalam industri kimia, evaporator sering pula disebut rotavapor, karena ada sistem rotary. Rotary evaporator ditujukan sebagai alat destilasi dengan pemanas air dan cup-nya yang berputar. Penurunan tekanan akan terjadi apabila pemutaran dilakukan, sehingga penguapan terjadi lebih cepat. Untuk membantu proses penguapan, biasanya terdapat pompa vakum untuk menguapkannya, lalu ketika naik ke kondensor aliran akan kembali lagi ke bentuk cair.

Bagian-bagian pada Rotary Evaporator

Rotary evaporator ini biasanya digunakan pada laboratorium kimia, terutama untuk kegiatan yang berhubungan dengan pemisahan pelarut dari larutan utamanya. Proses tersebut menggunakan prinsip vakum destilasi, sehingga menjadi lebih efektif dan efisien. Prinsip yang digunakan tersebut juga dapat menjadikan tekanan menjadi lebih rendah sehingga pelarut akan menguap lebih cepat. Karena mampu menguapkan cairan di bawah titik didih, maka zat yang terkandung dalam larutan tersebut tidak akan rusak.

Evaporator pada AC (Air Conditioner)

Salah satu jenis evaporator yang sering digunakan masyarakat umum, terdapat pada sistem air conditioner (AC), baik AC perumahan maupun AC mobil. Evaporator tersebut terletak di antara katup ekspansi dan kompresor. Cara kerjanya adalah menggunakan freon atau refrigerant yang nantinya akan dikabutkan atau diuapkan. Freon memiliki tekanan yang lebih rendah sehingga dapat dialirkan melewati katup ekspansi menuju ke evaporator.

Evaporator pada Air Conditioner

Sebelumnya, condenser bertujuan untuk menghasilkan kondensasi di dalam AC sehingga menyerap udara panas dari luar, lalu proses dilanjutkan  evaporator dengan cara menyerap panas tersebut untuk disalurkan ke refrigerant. Setelah melalui refrigerant, maka udara panas yang terserap lewat evaporator akan menjadi dingin. Jumlah udara panas yang diserap oleh kondensor AC harus sama dengan yang diserap dengan evaporator, karena apabila tidak, maka dapat terjadi gangguan pada sistem AC tersebut sehingga udara tidak dingin. Perlu diingat juga bahwa jangan sampai terjadi kebocoran pada refrigerant tersebut karena akan menyebabkan kebocoran sehingga boros penggunaan partikel freon. Untuk mengecek kebocoran pada refrigerant, dapat menggunakan alat ini.

Evaporator itu sendiri biasanya terbuat dari material alumunium karena faktor ketahanan serta bobot yang lebih ringan dari besi biasa. Bentuknya antara lain plate fin, serpentine fin, dan drawn cup. Evaporator inilah yang memiliki peran sentral untuk mendinginkan suhu baik ruangan, kendaraan, hingga kebutuhan industri. Untuk proses perawatannya pun terbilang cukup mudah tergantung dari jenis evaporator itu sendiri. Namun pastikan selalu bersihkan sirip-sirip pendingin pada bagian condenser menggunakan alat ini untuk menjaga efisiensi kerja evaporator. Hal ini diakibatkan karena potensi masuknya kotoran / debu yang berada pada sirip pendingin sehingga udara yang terserap tidak bersih serta uap & udara yang dihasilkan menjadi kotor.