Memahami Resiko Supply Chain di Tengah Pandemi

0
620

Memahami Resiko Supply Chain di Tengah Pandemi – Pandemi saat ini telah menyadarkan banyak pelaku industri tentang semakin pentingnya mitigasi risiko rantai pasok. World Economic Forum dalam surveynya juga menyoroti dampak gangguan berkepanjangan pada rantai pasok global sebagai salah satu imbas nyata pandemi COVID-19. Oleh karena itu, kini perusahaan berlomba-lomba untuk meningkatkan strategi rantai pasok agar dapat bertahan dan bangkit.  Hal ini mungkin akan menghasilkan beberapa konfigurasi ulang strategi rantai pasok, hingga perubahan lokasi industri dan fasilitas distribusi.  Pada artikel kali ini, klikMRO secara singkat akan memberikan beberapa pedoman bagi pelaku industri atau perusahaan tentang risiko rantai pasok selama COVID-19.

Klasifikasi Risiko Rantai Pasokan
Selama 20 hingga 30 tahun terakhir, perkembangan rantai pasok global telah menghasilkan banyak manfaat dalam hal efisiensi serta biaya yang lebih rendah, tetapi hal ini juga meningkatkan risiko rantai pasok. Hal ini dikarenakan rantai pasok global yang biasanya lebih kompleks daripada rantai pasok nasional ataupun regional. Tingkat kompleksitas rantai pasok ini berdasarkan proses yang lebih panjang dengan jaringan yang lebih luas, karena melibatkan lebih banyak pihak seperti manufaktur dan fasilitas distribusi.

Risiko rantai pasokan dapat diklasifikasikan dengan cara yang berbeda, tetapi biasanya di satu sisi, risiko ini dibedakan antara risiko eksternal, tingkat makro atau sistemik. Di sisi lain, terdapat risiko yang berasal dari dalam rantai pasokan tertentu, misalnya dari pemasok hulu atau distributor hilir.

Alat Teknik lengkap

Jenis-jenis risiko rantai pasok (supply chain):

1. Risiko tingkat makro, dipecah menjadi beberapa jenis resiko yang mencakup risiko ekonomi, lingkungan, geopolitik, sosial, dan teknologi.

2. Risiko rantai pasok yang dihasilkan mulai dari pemasok hulu (upstream suppliers) ke hilir konsumen (downstream consumers)

3. Risiko khusus perusahaan, dihasilkan dari risiko dalam perusahaan yang meninjau rantai pasokannya

Selama beberapa tahun terakhir, contoh utama dari risiko rantai pasok adalah risiko yang timbul dari eksternal dan sistemik. COVID-19 bukan merupakan risiko pertama dari jenis risiko eksternal pada rantai pasok global, dan juga bukan yang terakhir. Misalnya, bencana tsunami di Jepang pada tahun 2011 membuat industri otomotif terguncang selama berbulan-bulan, sementara banjir di Thailand pada tahun yang sama mempengaruhi rantai pasokan pada banyak produsen komputer yang bergantung pada supply hard disk.

Rantai pasok merupakan salah satu aspek yang sangat penting bagi ekonomi global dan kinerja perusahaan. Dengan adanya pandemi COVID-19, seperti yang kita ketahui bencana ini telah menyebabkan gangguan besar terhadap perekonomian global dan aktivitas perdagangan dunia. Oleh karena itu, sekarang sudah saatnya bagi perusahaan untuk menyoroti manajemen risiko dan menerapkan strategi yang tepat dalam membentuk rantai pasok yang lebih kuat.

Dalam praktiknya, ketika perusahaan menentukan untuk berinvestasi dalam membangun rantai pasok yang lebih tangguh, proses ini tentunya akan mengarah pada beberapa konfigurasi ulang terkait jaringan rantai pasok baik dalam waktu jangka menengah dan jangka panjang, sehingga akan menimbulkan beberapa perubahan signifikan khususnya dalam hal permintaan, lokasi industri, dan fasilitas distribusi. Contohnya adalah dengan mendekatkan lebih banyak pemasok ke lokasi pasa, tingkat persediaan yang lebih tinggi, perubahan strategi inventaris akibat perubahan target market, penyesuaian fasilitas di hub antar moda ataupun multimoda, serta level kebutuhan otomatisasi yang meningkat baik dalam operasional industri maupun operasional gudang. Selain itu, peralihan proses supply chain, mulai dari pengadaan hingga distribusi akan lebih banyak mengarah ke otomatisasi dan sektor online, dimana hal ini guna memberikan kemudahan dan pemantauan proses dalam rantai pasok agar terstruktur dan terukur.

Oleh karena itu, perusahaan yang membangun strategi supply chain yang tangguh akan cenderung mendapatkan kemudahan, khususnya dalam meningkatkan proses adaptasi dinamik yang meliputi agility terhadap perubahan proses, serta tingkat responsiveness terhadap perubahan pasar.

klikMRO hadir sebagai solusi pengadaan digital di pandemi ini untuk memudahkan otomatisasi proses pengadaan, yang merupakan salah satu proses krusial untuk meningkatkan kelancaran rantai pasok perusahaan Anda.Selain berkolaborasi dengan lebih dari 1.000 brand penyonsong produk MRO di Indonesia, klikMRO juga menghadirkan fitur B2B yang memudahkan pencarian barang, sistem approval level yang terintegrasi dengan para key decision maker perusahaan, kontrol penuh terkait budget, serta manfaat-manfaat lainnya yang dapat meningkatkan efisiensi waktu, tenaga, dan beban administrasi.

3 Aspek Penting untuk Pengadaan Efektif

Pacu Akselerasi Melalui Digitalisasi Pengadaan