Melihat Kondisi Sampah di Indonesia, serta Jenis-Jenis Tempat Sampah

0
37

Tempat sampah merupakan kebutuhan esensial dalam kehidupan manusia. Setiap hari Anda akan menghasilkan sampah. Dari sampah sisa makanan, sayuran, hingga sampah elektronik. Hal ini akan membuat sampah jadi menumpuk. Semakin banyak sampah yang Anda hasilkan maka semakin besar pula tempat sampah yang Anda perlukan. Semua sampah yang terkumpul pastinya memerlukan wadah atau tempat khusus kemudian baru sampah tersebut dibbuang ke  tempat penampungan lain. Setelah melalui beberapa proses pemilahan sampah, barulah sampah tersebut dapat diproses untuk didaur ulang.

Awal Mula Terciptanya Tempat Sampah

Pada zaman dulu tempat sampah terbuat dari alam. Sebab pada zaman dulu kebutuhan manusia tidak terlalu banyak seperti sekarang hanya kebutuhan primer saja. Sampah manusia pada zaman dulu terdiri dari kotoran dari tubuh, sisa pakaian bekas dan kayu bahan bangunan yang sudah lapuk sehingga cara menghilangkannya tidak terlalu susah dengan cara di kubur ke dala tanah yang kemudian terurai menjadi pupuk untuk tanah dan tanaman sekitarnya.

Zaman terus berkembang sampah yang di hasilkan setiap harinya terus meningkat, limbah sampah berbahaya  yang dihasilkan dari rumah tangga dan pabrik sudah sering mencemari sungai dan lautan. Setiap sampah memang dapat terurai hanya saja memerlukan waktu yang berbeda-beda. Sampah organik tidak memerlukan waktu yang panjang untuk penguraiannya sehingga sampah akan membusuk secara alami dan relatif cepat. Sedangkan sampah non-organik memerlukan waktu lama hingga ratusan tahun baru bisa terurai. Oleh sebab itu, janganlah membuang sampah tidak pada tempatnya agar lingkungan kita tetap terjaga dan bersih.

Kondisi Sampah di Lingkungan Kita

Nah, sekarang coba Anda bayangkan bagaimana jika tempat sampah tidak ada di lingkungan kita? Terlihat sampah yang berserakan dan menumpuk, apalagi di sungai atau kali. Ketersediaan tempat sampah pun kian diperlukan guna menghindari pembuangan sampah sembarangan. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkuhan Hidup dan Kehutanan, bahwa proyeksi volume sampah rumah tangga dan sejenis sampah rumah tangga pada 2018 mencapai 66,5 juta ton. Itu hanya sampah rumah tangga dan belum mencakup sampah industri serta lainnya.

Melihat kondisi ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya pengumpulan sampah secara terorganisir perlu ditanamkan. Resiko seperti terkena serangan penyakit, banjir akibat aliran sungai yang tidak lancar, hingga pembakaran sampah yang menyebabkan polusi serta penyakit pernafasan dapat terjadi. Untuk itu, bukan hanya pemerintah yang perlu menjaga lingkungan, kita pun juga perlu memiliki kesadaran untuk turut serta menjaga lingkungan agar tetap bersih, nyaman, dan indah untuk tempat tinggal kita bersama.

Jenis dan Warna Tempat Sampah untuk Daur Ulang

Warna Hijau

Warna ini sudah tidak asing lagi ditemui pada lingkungan kita. Anda bisa menemuinya di tempat umum, seperti di pinggir jalan, mungkin Anda juga melihatnya di lingkungan rumah. Nah, tempat sampah yang berwarna hijau ini merupakan tempat sampah untuk sampah organik, seperti Biodegradable Plastic, bungkusan makanan berbahan daun, dan sampah sayuran yang nantinya akan dipergunakan sebagai pupuk kompos atau bahan organik lainnya.

Warna Kuning

Berguna untuk menampung sampah non organic sepeti botol plastik, gelas plastik yang sulit terurai yang kemudian bisa di daur ulang sebagai bahan kerajinan tangan atau untuk daur ulang pabrik untuk menciptakan produk-produk berbahan dasar plastik.

Warna Merah

Berfungsi untuk menampung sampah yang mengandung B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Contohnya seperti benda-benda tajam, obat-obatan pembasmi serangga, bekas cairan pembersih, dan sebagainya. Klasifikasi sampah ini perlu dilakukan agar tidak tercampur dengan warna lainnya karena bahan yang bersifat berbahaya dan tidak dapat dikonsumsi atau didaur ulang lagi.

Warna Biru

Memiliki fungsi untuk menampung sampah seperti kertas dan kardus agar mudah saat proses pemilihan ketika hendak di daur ulang. Sampah kertas dan kardus yang didaur ulang ini biasanya digunakan kembali sebagai fungsi yang sama. Contohnya adalah kertas koran yang menggunakan bahan kertas daur ulang, maupun industri kardus yang menawarkan produk kardus daur ulang dengan kualitas yang bersaing.

Warna Abu-Abu

Untuk menampung sampah yang kategorinya tidak ada dari keempat warna tersebut. Walaupun warna ini jarang ditemui di sekitar kita, namun ternyata diluar negeri sudah banyak yang mengaplikasikannya. Hal ini bertujuan agar isi sampah dari warna ini selanjutnya dikumpulkan dan diklasifikasikan kembali untuk proses berikutnya.

Jika Anda ingin membeli tempat sampah atau ingin mengganti tempat sampah di rumah yang sudah tidak layak. Ada baiknya Anda memilih tempat sampah yang tepat dan lengkap seperti ulasan yang sudah Anda baca. Sebab hal ini akan memudahkan Anda dalam memilih sampah dan membuangnya sesuai dengan warna dan tempat yang tepat.

Nah sekarang Anda tidak perlu khawatir karena di pasaran sudah banyak yang menjual tempat sampah dengan berbagai ukuran dan jenis. Mulai dari tempat sampah portable ukuran 1 liter hingga bak sampah dengan ukuran 6 kubik. Anda bisa memilih tempat sampah sesuai dengan kebutuhan. Bentuk tempat sampah pun sekarang sudah beragam, ada tempat sampah beroda, tempat sampah dengan model tutup fleksibel, serta tempat sampah dengan pedal. Ditambah lagi dengan variasi desain dan bahan yang digunakan seperti plastik, seng, fiber, hingga stainless steel.