Masalah-Masalah Operasional Gudang Ini Dapat Dipermudah dengan Kehadiran Automation

0
56

Warehouse System atau sistem pergudangan memiliki skala yang cukup luas serta mencakup hal-hal vital bagi suatu bisnis. Oleh karena itu, terdapat beberapa penanggung jawab terkait sumber daya manusia, spesialis produksi, penanganan logistik, hingga pakar pemeliharaan / maintenance. Selain tanggung jawab penting ini, para manajer gudang memiliki satu tujuan, yakni untuk memastikan produktivitas operasional agar maksimal dan konsisten.

Seiring dengan perkembangan teknologi, para pelaku industri terutama pergudangan (warehouse) mulai beralih ke sistem otomatisasi (automation) untuk meningkatkan produktivitas, akurasi, dan efisiensi. Faktanya, sistem otomasii ini bukan lagi merupakan hal yang baru, karena berdasarkan survei Usage and Implementation of Warehouse and DC Automation Solutions (2019) menyatakan bahwa hingga tahun 2019 kemarin, terdapat 5 proses operasional gudang yang dipermudah menggunakan sistem otomatisasi secara menyeluruh ataupun sebagian:

-Kegiatan pengangkutan otomatis (automated conveyance) sebanyak 42%
-Kegiatan operasi pelabelan (labeling operations) sebanyak 38%
-Kegiatan pelaporan (reporting) sebanyak 57%
-Kegiatan replenishment sebanyak 35%
-Kegiatan pengemasan (packaging) sebanyak 23%

Dalam operasional gudang, terdapat masalah-masalah umum yang sebetulnya dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan dengan adanya penggunaan sistem otomatisasi. Berikut adalah beberapa tantangan operasional dan bisnis pergudangan yang dapat ditingkatkan dengan kehadiran sistem automation.

Fluktuasi Musiman (Seasonal Fluctuation)
Banyak gudang menangani perubahan operasional yang bergantung pada musiman. Sebagai contoh, dengan kehadiran marketplace serta pangsa pasar yang kian marak, pedagang mungkin mengalami kenaikan penjualan menjelang libur lebaran ataupun akhir tahun, dimana hal ini berpengaruh terhadap peningkatan jumlah pengiriman barang serta operasional gudang.

Ilustrasi penggunaan robot dalam kemasan pengiriman

Peran sistem otomasi dalam mengatasi lonjakan operasional ini adalah dengan menerapkan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence). Pelaku bisnis pergudangan dapat menerapkan Multichannel Merchant, yakni zona pemilihan kategori barang yang cenderung fast-moving / banyak dipesan, sehingga dapat menghemat waktu operasional terutama dalam proses pengambilan / pengumpulan barang. Namun perlu diingat, bahwa barang yang fast-moving tersebut cepat berubah berdasarkan musim dan tren penjualan. Dengan memanfaatkan teknologi AI, pelaku pergudangan dapat memprediksi barang mana yang cenderung populer. Selain itu, teknologi ini juga mempermudah proses analisa data untuk menentukan faktor-faktor penting yang dapat diterapkan dalam menentukan jumlah optimal suatu produk. Tentunya hal ini membutuhkan sejumlah data yang terintegrasi sebagai bahan kalkulasi dari algoritma AI, untuk meningkatkan proses forecasting atau perkiraan jumlah barang yang perlu disediakan berdasarkan lonjakan tren di masa lalu dan perkembangan penjualan tahun ke tahun. Inovasi lainnya yang memanfaatkan AI adalah “neural nets“, yaitu metode learning secara mendalam yang bertujuan untuk mengkalkulasi  dan merangkum proses pengambilan keputusan / decision making dari para pelaku pergudangan, lalu dilanjutkan dengan menggunakan teknologi forecasting maupun machine learning. Hal ini dapat menghasilkan forecasting yang akurat yang tentunya sangat bermanfaat bagi para pelaku bisnis pergudangan.

Manajemen Persediaan / Inventory Management
Semakin banyaknya kehadiran inovasi dalam suatu industri, pelaku pergudangan juga dituntut agar beradaptasi dalam hal proses manajemen persediaan (inventory management) untuk memenuhi permintaan serta tantangan operasional yang terus meningkat setiap tahunnya.

Bagaimana cara mengatasi masalah inventori dengan Smart Inventory Management?

Sistem otomatisasi gudang diterapkan guna meningkatkan efisiensi, serta memberikan kemudahan lainnya terutama bagi penggunaan maupun koordinasi peralatan dan mesin material handling yang bekerja secara terpisah. Untuk itu, penggunaan sistem manajemen inventori yang baik dapat mempermudah penyerapan automation pada gudang serta mempermudah pengukuran KPI para pekerja. Dengan menggunakan rak pintar, misalnya, manajer gudang dapat memiliki penghitungan inventaris yang akurat setiap saat, serta integrasi dengan pemindaian QR Code dan RFID.

Melalui Smart Inventory Management, Anda dapat menetapkan KPI dan melacak metrik untuk memantau area yang memerlukan peningkatan secara real time. Saat merancang metrik, tentukan tujuan operasional serta bisnis pergudangan Anda ataupun perusahaan, lalu kemudian buatlah metrik terukur yang dapat membantu Anda untuk menentukan apakah setiap pekerja telah memenuhi tujuan tersebut. Selain itu, pertimbangkan KPI yang pengukurannya dapat didukung oleh sistem otomasi, untuk membuat perubahan pada strategi manajemen gudang. Contohnya adalah KPI inventaris, dimana perubahan strategi dilakukan melalui pemesanan yang lebih terukur untuk mengurangi beban dan biaya penyimpanan / storage.

Kecepatan Pengiriman
Konsumen semakin terbiasa dengan pengiriman kilat, dengan rentang waktu dua hari atau bahkan pada hari yang sama. Dengan memanfaatkan teknologi automation, penempatan serta pengambilan barang dapat diukur secara real time, mendeteksi stok inventori, serta mobilitas gudang yang mumpuni dengan peralatan material handling yang terintegrasi dengan sistem. Hal ini tentu memberikan manfaat bagi bisnis pergudangan, dimana sebagian besar perusahaan induk maupun pelaku industri e-commerce mengharapkan kinerja yang cepat, tepat, dan produktif.

Mengatasi Masalah Deadline dengan Otomasi Pengambilan Barang Secara Cepat

Ilustrasi penggunaan sensor dalam otomatisasi gudang

Proses pengambilan barang ke berbagai area di wilayah gudang tentu merupakan proses kerja yang memakan waktu, serta berpotensi terjadi kesalahan. Dengan menerapkan teknologi otomasi, waktu pengambilan barang dapat dipersingkat serta mempermudah penempatan barang sesuai tingkat frekuensi keluarnya. Sekarang ini, sudah ada pelaku industri pergudangan yang menggabungkan proses otomasi dengan menggunakan sensor area untuk memantau pergerakan inventori, sensor temperatur untuk penyimpanan bahan makanan, serta sensor fotoelektrik untuk mendeteksi penempatan barang yang rentan terjatuh dari storage. Semua sensor tersebut terhubung dalam satu sistem manajemen inventaris untuk mempermudah operator dan manajemen dalam memantau operasional gudang.

OMRON Photoelectric Sensor di klikMRO.com

klikMRO menawarkan kemudahan berbelanja peralatan pendukung otomatisasi dengan menyediakan berbagai sensor berkualitas, serta peralatan material handling untuk mendukung kinerja pergudangan. Konsultasikan kebutuhan Anda bersama kami secara gratis disini.

Peran dan Jenis Sensor dalam Mendukung Otomatisasi Industri