Linear Motion Bearing Sebagai Komponen Penggerak Utama dalam Otomasi Industri

0
273

Dalam penerapan sistem otomasi (automation), gerakan linear atau yang disebut sebagai Linear Motion merupakan salah satu gerakan terarah dalam suatu proses penggerakan unit barang. Dalam aplikasi pada industri, penggunaan sistem gerakan linear ini umumnya dijumpai pada industri yang memproduksi ataupun melakukan mobilisasi barang dalam jumlah banyak, seperti industri produksi makanan otomatis, industri semi-konduktor, industri peralatan mesin, industri farmasi, dan lainnya. Berkat sistem linear motion ini pula, peningkatan produktivitas dapat terealisasi dalam hal akurasi, kecepatan, dan kemampuan untuk menghemat tenaga kerja pada alat-alat mekatronik. Dengan kombinasi peralatan pendukung otomasi seperti penggunaan PLC, linear ball bearing, sensor, hingga peralatan mekanis lainnya, pelaku industri dapat melakukan pengoperasian secara presisi, terkontrol, dan terotomatisasi.

Dalam sebuah sistem linear motion, terdapat 2 (dua) bagian penting yang perlu diketahui:

Linear Motion Rail

Ilustrasi linear motion rail dalam sistem otomasi

Linear motion rail adalah batang lintasan yang berfungsi sebagai alur jalannya ball bearing unit. Rel lintasan ini akan digunakan sebagai tumpuan penuh sehingga benda kerja bisa bergerak sesuai arah batang lintasan tersebut.

Beberapa bentuk Linear Motion Rail adalah persegi panjang, bulat / lingkaran, dan bujur sangkar.

Dari segi ukurannya, linear motion rail memiliki panjang yang bervariasi tergantung masing-masing kebutuhan kustomisasi dan spesifikasi pada mesin produksi.

Linear Motion Block

Ilustrasi linear motion block dalam sistem otomasi
Linear motion block adalah block unit yang berfungsi sebagai part dari sistem linear motion yang bersinggungan langsung dengan benda kerja. Dengan kata lain, linear motion block merupakan unit yang berfungsi sebagai tempat dudukan benda kerja. Linear motion block ini dilengkapi dengan lubang baut untuk mengencangkan unit dengan benda kerja yang bergerak sesuai proses kerja mesin.
Linear Motion Block memiliki beberapa bagian, antara lain:
  • Neple Grease, yang berfungsi sebagai part untuk jalur masuknya grease lubrikasi untuk melumasi gerak putar ball bearing unit.
  • End Seal, yaitu bagian dari linear block unit yang berfungsi sebagai sealer / penutup agar grease yang berada di dalam ball bearing unit tidak bocor hingga keluar area linear block sebelum melumasi ball bearing. End seal juga berfungsi sebagai pelindung Linear Motion Rail terhadap segala potensi kotoran / debu
  • End Plate, yaitu pelat pada Linear Motion Block yang berfungsi sebagai cover atau komponen pengarah ball bearing agar ball bearing tidak keluar dari lintasan linear block unit
  • Retainer Plate, yaitu pelat tempat dudukan ball bearing yang berfungsi untuk mengarahkan lintasan ball bearing agar gerakannya tetap terarah.
  • Side Seal, yaitu bagian pelindung pada ball bearing yang berfungsi untuk menjaga grease lubrikasi tetap menempel pada ball bearing
  • Linear Ball Bearing, salah satu komponen penggerak penting dalam sistem linear motion. Linear ball bearing adalah jenis bearing atau bantalan yang dirancang untuk memberikan gerakan bebas hanya ke satu arah. Dikarenakan bearing jenis ini menggunakan sistem gerak linear / lurus, maka bearing linear memiliki beberapa keunggulan dibandingkan jenis bearing lainnya. Mulai dari daya gesekan yang lebih rendah, stabilitas lebih tinggi, tingkat kebisingan rendah, serta menawarkan akurasi baik dalam beban ringan ataupun beban berat.

Bearing jenis ini juga bekerja dengan adanya penggunaan motor linear, seperti slide mesin, meja X-Y, meja roller, dan beberapa slide pas dengan mekanisme drive. Linear bearing umumnya menggunakan sistem pad, bushing, atau roller untuk membawa beban pada rel. Panjang rel tersebut juga bervariasi, meskipun dibatasi oleh aktuator. Dari sisi durabilitas, bearing linear ini daya tahannya ditentukan oleh intensitas beban dan kecepatan. Selain itu, penggunaan profil rel juga mempengaruhi durabilitas bearing serta kehalusan penggerakan bearing. Profil rel sendiri umumnya dapat berupa permukaan datar sederhana, batang bundar, ataupun dengan profil kompleks pada permukaan tanah.

Klasifikasi Linear Ball Bearing

Terdapat klasifikasi bearing linear berdasarkan ukurannya. Bearing linear miniatur adalah bearing dengan ukuran lebih kecil, yang dapat digunakan untuk kebutuhan pengoperasian dalam skala kecil pula. Sebagai contoh, bearing linear miniatur ini digunakan dalam proses pemindahan sample pada penelitian laboratorium yang menggunakan mikroskop. Selain itu, terdapat pula jenis linear bearing ukuran besar, yang umumnya digunakan sebagai bantalan penggerak pada mesin industri untuk keperluan mobilisasi barang-barang produksi.

SKF Linear Ball Bearing di klikMRO.com

Dalam  sistem Linear Motion, linear ball bearing menjadi komponen penting dalam sistem mekanis maupun elektronik di berbagai jenis industri. Untuk itu, penuhi kebutuhan otomasi industri Anda dengan komponen terbaik dan berkualitas. klikMRO menyediakan berbagai jenis linear ball bearing, sensor, motor /driver, dan PLC untuk mendukung otomasi industri di Indonesia, bekerja sama dengan brand-brand ternama di dunia. Konsultasikan kebutuhan Anda bersama kami secara gratis disini.

Penggunaan PLC dalam Sistem Otomasi Industri

Peran dan Jenis Sensor dalam Mendukung Otomatisasi Industri