Smart Inventory Management dan Keuntungannya Bagi Perusahaan

0
1511

Program Smart Inventory Management menjadi salah satu solusi bagi perusahaan untuk dapat melaju ke tingkat berikutnya dan terus berkembang. Smart Inventory Management / manajemen inventaris cerdas adalah cara pengaplikasian teknologi untuk meminimalisir kelebihan inventaris yang sudah tidak terpakai / tidak bernilai, serta membantu mengorganisir agar inventaris perusahaan menjadi semakin rapi dan terukur. Program tersebut diperlukan agar perusahaan tidak terlalu banyak menimbun barang, baik barang permintaan maupun operasional, yang tentu memakan tempat serta perawatan secara terus menerus.

Tujuan utama dari Smart Inventory Management adalah mencegah pengeluaran yang tidak lagi perlu yang disebabkan oleh karena terlalu banyak barang yang tertimbun di gudang. Selain itu dari segi produktivitas, pekerja juga menjadi lebih cepat untuk mendapatkan persediaan atau barang yang dibutuhkan sesuai permintaan.

Dalam istilah bisnisnya, kelebihan stok barang disebut dengan inventory oversupply. Hal ini cukup umum terjadi, mengingat sudah banyak perusahaan yang memiliki gudang untuk penyimpanan barang dagangan namun barang tersebut belum juga keluar / laku. Dengan manajemen inventaris ini, diharapkan storage / rak untuk menyimpan barang dapat dialokasikan untuk penyimpanan barang yang lebih tinggi tingkat permintaannya.

Apa Dampak Negatif dari Inventory Oversupply?

Apabila perusahaan Anda belum menerapkan smart inventory management, resiko mengalami inventory oversupply menjadi tinggi. Inventory oversupply ini berkaitan dengan sering disebut sebagai dead stock, yakni kondisi dimana barang-barang yang tidak lagi digunakan atau tidak laku terjual bertumpuk tak beraturan di gudang. Dampak negatifnya adalah, akan banyak barang yang akhirnya menjadi rusak, kadaluarsa, berkarat, dan lainnya sehingga membutuhkan biaya perawatan lebih serta menyita tempat penyimpanan yang dapat mengurangi efisiensi pemakaian storage pada gudang perusahaan.

Kerugian finansial merupakan salah satu kemungkinan yang terjadi akibat tidak diterapkannya Smart Inventory Management. Dengan penerapan program tersebut di perusahaan Anda, maka masalah dead stock di gudang menjadi lebih mudah diatasi. Dead stock juga bisa berakibat buruk bagi produktivitas operasional gudang. Terlebih, hal ini didukung oleh sejumlah penelitian yang menyebutkan beberapa kerugian yang disebabkan oleh dead stock terkait tidak adanya penerapan Smart Inventory Management. Hasilnya, sejumlah studi mengatakan bahwa terjadi oversupply hingga lebih dari 50% dari pasokan barang selama satu tahun.

Manfaat dari Pengelolaan Manajemen Inventaris

Penggunaan rak inventaris yang tidak efisien tentunya berdampak buruk bagi pengeluaran perusahaan karena berkaitan dengan pemborosan uang. Dengan analisa inventaris yang tepat, maka Anda bisa mengetahui barang apa saja yang pergerakannya lambat atau tidak perlu di restock kembali. Namun analisa tersebut apabila dilakukan secara manual maka akan memakan banyak waktu dan tenaga.

Kemudian, apa yang perlu dilakukan apabila gudang sudah terlalu banyak menyimpan barang dead stock? Dengan Smart Inventory Management, selain dapat menghemat dari sisi finansial dan kebutuhan tempat, tentunya karyawan gudang akan lebih mudah menemukan dan merapikan barang-barang sesuai jadwal pengiriman. Hasil penelitian lain juga mengatakan bahwa kondisi dead stock yang berlebihan menyebabkan karyawan mengalami kesulitan menemukan produk yang dibutuhkan, dan pada akhirnya beresiko meninggalkan gudang dengan membawa barang dengan jumlah yang tidak tepat, bahkan barang yang tidak tepat pula.

Untuk itu dapat dipertimbangkan untuk mengotomatiskan manajemen inventaris Anda dengan menggunakan software khusus. Hal ini dapat membantu Anda untuk mengatur jumlah pengadaan barang, mengkontrol persediaan, memproyeksikan jumlah barang untuk beberapa waktu kedepan, hingga mempermudah pembuatan laporan inventaris. Sekarang ini banyak perusahaan yang menggunakan barcode sebagai salah satu langkah dalam manajemen inventaris, sehingga mempercepat proses pelacakan dan pencarian barang di gudang.