Krisis Energi Global Menjadi Berkah Bagi Ekspor Gas Indonesia? Simak Datanya Disini

0
208

Krisis Energi Global Malah Menjadi Berkah Bagi Ekspor Gas Indonesia? –  Krisis energi global yang sedang terjadi disebabkan oleh efek berkelanjutan dari pandemi COVID-19, serta adanya lonjakan permintaan yang tidak diimbangi oleh kapasitas ketersediaan maupun produksi. Berdasarkan informasi dari CNN (2021), pemerintah di seluruh dunia telah berusaha membatasi dampaknya terhadap konsumen, tetapi juga mengakui bahwa mereka mungkin tidak dapat mencegah lonjakan harga akibat situasi tersebut. Selain itu, adanya tekanan secara global mengenai transisi energi ke energi yang lebih bersih kemungkinan akan dibahas pada pertemuan puncak climate summit pada bulan November mendatang.

Dampak bagi masyarakat luas sudah terjadi di beberapa negara dunia. Seperti di negara China, pemadaman bergilir untuk penduduk setempat sudah dimulai. Sementara di India kondisi permintaan batu bara kian melonjak hingga mengalami shortage. Namun di Indonesia sendiri, pihak penyedia pasokan listrik negara telah menyampaikan tidak akan ada pemadaman listrik guna meningkatkan investasi dan perkembangan ekonomi negara.

Dampak Krisis Energi Global Terhadap Permintaan Gas

Alat Teknik lengkap

Berdasarkan data dari International Energy Agency (IEA) dalam publikasi Global Gas Security Review, permintaan gas alam menunjukkan penurunan secara global sebesar 1,9%. Hal itu terjadi karena adanya sebagian perubahan penggunaan energi selama periode lonjakan pandemi.

Selain itu, IEA juga menyatakan bahwa permintaan gas kemungkinan akan pulih sebesar 3,6% di tahun 2021. Dan apabila sesuai dengan harapan, maka pada tahun 2024 konsumsi gas global bisa tumbuh hingga 7% lebih tinggi dari posisi sebelum pandemi. Meskipun ada peralihan energi dari penggunaan batu bara ke gas alam, pertumbuhan permintaan gas diperkirakan tetap akan melambat layaknya pertumbuhan di beberapa sektor industri lainnya.

Banyak Negara sedang Bergantung pada Impor Gas
Kelangkaan persediaan gas menjadi pendorong melesatnya harga gas alam yang terjadi di tahun ini. Keadaan ini membuat krisis energi di beberapa negara seperti Inggris, China, India, Lebanon, dan mungkin akan terus meluas sehingga menjadi krisis energi dunia.

Akibat pandemi, produksi gas di Eropa menurun sehingga sejumlah cadangan gas Laut Utara mulai mengering. Begitu pula sejumlah fasilitas penambangan gas di Belanda, seperti di Groningen yang akan ditutup pada pertengahan 2022.

Data forecast produksi gas yang diterbitkan oleh IEA – Krisis Energi Global Malah Menjadi Berkah Bagi Ekspor Gas Indonesia – Blog klikMRO

Dari chart forecast data produksi gas diatas, sejauh ini telah terjadi peningkatan harga gas setinggi 600% di Eropa. Bahkan di awal Oktober 2021, ada lonjakan 37% harga gas di Inggris hanya dalam kurun waktu 24 jam. Harga gas yang melonjak ini telah menyebabkan beberapa perusahaan gas untuk menghentikan produksi di beberapa sektor industri lainnya.

Kesempatan Bagi Perkembangan Ekspor Gas Indonesia

Kondisi gas alam saat ini bisa menguntungkan para negara produsen karena harga jual yang semakin tinggi. Saat ini, produksi gas alam paling besar diduduki oleh Amerika Serikat (AS) dan Rusia, yang masing-masing memproduksi 914,6 juta meter kubik dan 638,5 juta meter kubik pada tahun 2020 berdasarkan data dari BP Statistical Review of World Energy 2021.

Tidak terkecuali Indonesia, yang pada tahun 2020 produksi gas alam Indonesia tercatat sebesar 63,2 juta meter kubik. Produksi ini membuat Indonesia berada di peringkat 12 produsen gas terbesar dunia dengan nilai kontribusi 1,6% dari total produksi gas alam dunia.

Sebelumnya, jumlah produksi gas alam di Indonesia memang mengalami penurunan, khususnya pada tahun 2020 sebesar 6,6% year-on-year (yoy) dibandingkan produksi gas tahun 2019. Penurunan produksi gas alam di Indonesia memang sudah terus menurun dalam 10 tahun terakhir. Namun dari segi pemakaian, konsumsi gas alam Indonesia terbilang stabil selama 10 tahun terakhir dengan rata-rata konsumsi 44 juta meter kubik setiap tahunnya.

Merujuk pada hal itu, sebetulnya Indonesia bisa diuntungkan dengan adanya kenaikan harga gas dunia. Hal ini dikarenakan total produksi gas alam Indonesia lebih tinggi dibandingkan tingkat konsumsi dalam negerinya, sehingga menunjukkan nilai surplus.

Nilai surplus neraca ekspor-impor gas Indonesia pada bulan Agustus 2021 sebesar US$ 407,1 atau setara Rp 5,8 triliun. Jumlah tersebut naik sebesar 102,64% yoy dari surplus selama tahun 2020. Surplus yang meroket ini karena harga gas dunia juga melejit sehingga mempengaruhi peningkatan harga jual gas Indonesia ke luar negeri.

Memahami Krisis, Kesempatan, dan Strategi Investasi Industri Gas

Langkanya pasokan gas di beberapa negara dunia merupakan dampak lanjutan dari kebijakan OPEC yang sempat menurunkan kapasitas produksi saat pandemi COVID-19. Kebijakan tersebut bertujuan untuk menstabilkan harga komoditas global, namun di saat yang hampir bersamaan, muncul pemulihan / peningkatan permintaan komoditas paska pandemi. Kedepannya, harga komoditas diperkirakan akan kembali stabil seiring normalisasi tingkat produksi dari negara penghasil minyak dan gas yang tergabung dalam OPEC.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari Bloomberg, CNN, dan CNBC, secara historis kenaikan harga komoditas akan mendorong penguatan harga saham karena Indonesia merupakan salah satu negara produsen komoditas energi terbesar di dunia, sehingga kenaikan harga komoditas ini akan menguntungkan pasar saham domestik.

Namun di satu sisi, kenaikan harga komoditas yang berkelanjutan dapat menyebabkan stagflasi pada kondisi perekonomian, dimana terjadi inflasi tinggi yang dapat mengakibatkan perlambatan ekonomi, sehingga perlu diimbangi dengan kebijakan pemerintah yang tepat untuk mengantisipasi kondisi tersebut.

Digitalisasi Pengadaan Sektor Pertambangan dan Industri Gas Indonesia

klikMRO sebagai B2B E-commerce layanan pengadaan digital menjadi opsi bagi para pelaku industri untuk meningkatkan proses pengadaan ke arah yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih efisien. Pelajari lebih lanjut mengenai solusi pengadaan digital klikMRO untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi proses pengadaan Anda disini