Jenis Sterilisasi Area Kerja yang Efektif Menuju Endemi COVID

0
466

Jenis Sterilisasi Area Kerja yang Efektif Menuju Endemi COVID

Di era menuju endemi ini, upaya dalam meminimalisir penyebaran COVID-19 masih perlu secara konsisten guna mencegah potensi gelombang lonjakan kasus infeksi. Dalam praktiknya, baik di lingkup industri maupun lingup komersil, terdapat 3 metode umum terkait pembersihan area untuk membantu mengurangi penyebaran COVID-19. Ketiga hal tersebut melibatkan penyemprotan berbasis uap (mist), spray, dan sterilisasi sinar UV.

Berikut ini adalah 3 metode sterilisasi area untuk meminimalisir penyebaran COVID melalui benda kerja maupun udara:

Alat Teknik lengkap

Metode Uap (Mist) Sterilization
Dalam penyemprotan disinfektan melalui metode uap, sebelumnya Anda harus memastikan konsentrasi dari bahan kimia aktif yang digunakan untuk mencapai efektivitas kegiatan disinfeksi. Namun, perlu dipahami untuk tidak menerapkan terlalu banyak cairan pelarut sehingga meninggalkan permukaan basah atau residu yang dapat membahayakan pengguna maupun merusak permukaan benda.

Perlu diingat bahwa disinfeksi udara melalui metode uap tidak secara langsung membersihkan permukaan benda kerja yang kotor, sehingga perlu dilakukan pembersihan secara langsung terhadap benda kerja setelah penyemprotan disinfektan uap. Selain itu, disinfektan uap juga tidak menghasilkan aplikasi yang merata ke semua permukaan, terutama pada bagian bawah permukaan benda maupun area kolong. Untuk itu, penggunaan metode sterilisasi uap ini tidak cocok dilakukan pada ruangan dengan desain yang kompleks atau padat.

Metode Spray
Metode sterilisasi menggunakan mesin sprayer merupakan yang paling umum diaplikasikan di Indonesia, karena menawarkan kemudahan dan kecepatan. Cara kerjanya adalah dengan menggunakan mesin untuk menyemprot cairan disinfektan ke seluruh area yang hendak dibersihkan. Namun ada beberapa batasan terkait metode spray ini, dimana area dengan banyak peralatan elektronik tidak cocok untuk dilakukan pembersihan dengan metode spray. Hal ini dikarenakan partikel cairan disinfektan dapat mengenai peralatan listrik, kabel, soket listrik, dan lainnya sehingga dapat menimbulkan bahaya percikan ataupun korsleting

Metode Sinar UV (Ultraviolet)
Sterilisasi sinar UV tidak meninggalkan residu kimia apabila dibandingkan dengan disinfektan uap. Hal ini memungkinkan sterilisasi UV dapat dilakukan pada area dengan benda kerja padat dan sensitif. Namun dalam aplikasinya, perlu diperhatikan bahwa sinar UV dapat menimbulkan risiko cedera pada kulit dan mata yang tidak terlindungi apabila terpapar langsung dalam waktu lama, khususnya bagi pengguna area yang masih berada di area sterilisasi.

Beberapa peralatan sinar UV mungkin tidak cocok di area yang sempit karena memerlukan jarak minimum antara sinar ke permukaan benda, namuun kembali lagi ke masing-masing spesifikasi dari peralatan sinar UV dan tingkat intensitas yang digunakan. Peralatan sinar UV untuk sterilisasi umumnya bekerja dengan cara menyinari permukaan dengan gelombang sinar ultraviolet untuk beberapa saat, dengan tujuan untuk menghancurkan mikroorganisme seperti virus dan bakteri yang menempel pada permukaan tersebut.

Walaupun metode dengan sinar UV (ultraviolet) mungkin merupakan pilihan yang cocok dalam membantu mengendalikan penyebaran virus dan mendisinfeksi ruangan, khususnya pada ruangan yang lebih besar. Namun sinar UV memiliki keterbatasan dimana memerlukan waktu lebih lama, serta biaya modal yang lebih tinggi pula. Untuk itu, setiap keputusan strategi serta metode pencegahan COVID ini perlu menjadi bagian dari penilaian risiko perusahaan.

Dalam pemilihan metode sterilisasi area kerja, diskusikan terlebih dahulu persyaratan dan tujuan pembersihan dengan supplier/pemasok untuk membantu Anda dalam memutuskan apakah suatu produk/sistem dapat memenuhi kebutuhan pembersihan di tiap-tiap area fasilitas Anda. Berikut ini adalah hal penting yang perlu ditimbangkan dalam meng-upgrade metode sterilisasi area kerja:

  1. Ukuran area: luas, bentuk, dan akses ventilasi ketika dibuka maupun ditutup
  2. Material permukaan: perhatikan permukaan sekat / dinding, perabotan, hingga daya serap permukaan karena akan mempengaruhi efektivitas sterilisasi
  3. Jenis lingkup / area kerja: beberapa area mungkin lebih cocok dengan aplikasi sinar UV daripada bahan kimia di udara ataupun sebaliknya. Sinar UV cocok bagi ruangan yang memiliki ventilasi terbuka secara permanen dan tidak mengkontaminasi permukaan, sedangkan penyemprotan uap dapat menempel pada permukaan benda.

Untuk metode sterilisasi menggunakan sinar UV dan penyemprotan uap (mist), area harus ditutup agar tidak ada akses bagi orang masuk selama proses sterilisasi. Orang tidak boleh memasuki ruangan yang sedang disterilisasi dengan UV ataupun disinfektan uap karena dapat membahayakan kesehatan. Dalam penerapan secara rutin, Anda juga dapat menyediakan tanda papan ataupun sensor apabila proses sterilisasi sedang dilakukan sebagai tanda penunjuk area sedang tidak dapat digunakan untuk sementara waktu.

Sebagai langkah persiapan akhir, pihak pengelola fasilitas maupun pelaku industri perlu memberikan informasi, instruksi, dan pelatihan bagi semua karyawan maupun pengguna fasilitas terkait jadwal sterilisasi, guna menentukan potensi downtime seminimal mungkin tanpa mengesampingkan potensi bahaya.

klikMRO hadir sebagai solusi pemenuhan kebutuhan sterilisasi fasilitas Anda melalui sistem pengadaan digital. Temukan kemudahan proses ringkas serta kontrol dan pemantauan pengadaan perusahaan Anda melalui fitur digital klikMRO yang dapat Anda konsultasikan disini