Jenis Standar ISO yang Tepat untuk Berbagai Sektor Industri

0
1701

Dalam dunia usaha, kita mengenal istilah ISO (International Organization for Standardization). Sedikit unik memang, karena kependekannya ISO dan bukan IOS apabila dibaca dengan seksama. ISO dikenal sebagai standar yang diterapkan pada hasil produk, kegiatan produksi, serta tingkat keamanan dan pelayanan terhadap pihak terkait baik pekerja maupun konsumen yang berkaitan dengan industri agar dapat disebut berkualitas di mata dunia. Jadi, suatu produk dapat dikatakan memiliki kualitas apabila telah memenuhi standar yang sudah ditetapkan, terutama standarisasi ISO.

Wajar saja bila setiap perusahaan berusaha untuk mengejar standar tersebut, guna keperluan audit hingga strategi pemasaran produk sehingga citra perusahaan dan produk lebih diakui oleh konsumen. Hal tersebut dikarenakan kriteria dari ISO bergantung pada proses manajemen perusahaan, kualitas pelayanan, standardisasi proses produksi, kualitas produk, standar perlengkapan safety dalam produksi, dan keamanan produk terhadap konsumen.

Sayangnya untuk mendapatkan ISO tidak semudah yang dipikirkan. Untuk mencapai dan memastikan standar ISO, perusahaan juga perlu melakukan perhitungan, pelatihan ,dan research agar dapat mengimplementasikan ISO pada produknya, termasuk cara pengaturan dokumen, audit hingga pelaporan. Berikut beberapa jenis ISO yang sering digunakan oleh perusahaan maupun industri:

  1. ISO 9001:2008

ISO ini adalah standar manajemen mutu yang mendasarkan kepuasan konsumen sebagai standar dan persyaratan untuk sebuah perusahaan atau organisasi dalam memproduksi produk atau jasa. Untuk memenuhi standar yang satu ini, produk yang dikeluarkan sebuah perusahaan atau organisasi wajib memiliki tingkat kepuasan konsumen sesuai standar ISO. Kepuasan yang dimaksud juga memiliki banyak parameter yang harus dipenuhi oleh setiap perusahaan agar dapat memenuhi standar ini.

  1. ISO 14000:2004

Yang kedua yaitu standarisasi terkait resiko pencemaran lingkungan. Maksudnya untuk setiap perusahaan atau organisasi mesti memberikan jaminan bahwa proses produksi dan penggunaan produknya tidak merusak lingkungan. ISO ini mencakup dampak pencemaran lingkungan dari semua rangkaian prose produksi hingga penggunaan. Seperti contohnya penerapan ISO pada APAR (Alat Pemadam Api Ringan) agar tidak menggunakan zat-zat aditif yang dapat merusak lapisan ozon, maupun yang berbahaya bagi manusia. Dari segi pengukurannya, terdapat beberapa parameter terkait dengan ISO tersebut. 

Selain itu, ada pula kampanye GO Green yang dikenal berkaitan dengan ISO 14001.Tujuan dari ISO ini adalah untuk mengurangi polusi, menjaga lingkungan secara kontinyu dan menyesuaikan setiap peraturan perusahaan sesuai dengan kebutuhan lingkungan tempat produksi baik secara lokal maupun internasional. 

  1. OHSAS 18001:2007

OHSAS merupakan kependekan dari Occupational Health and Safety Assessment Series. Dari namanya, sudah dipastikan bahwa OHSAS berkaitan dengan kesehatan dan safety. ISO OHSAS ini mengutamakan keselamatan dan kesehatan pekerja. Jadi, setiap perusahaan khususnya di bidang industri pertambangan, konstruksi, maupun industri lainnya dengan resiko keselamatan kerja, diwajibkan memenuhi standar ini. Tapi, bukan berarti industri lain tidak perlu memenuhi standar ini, yah. Karena hal tersebut tergantung dari kebijakan masing-masing perusahaan serta peraturan industri yang berlaku.

  1. ISO/IEC 17025:2008

Bagi industri kimia atau yang berkaitan dengan peralatan laboratorium, sangat diwajibkan untuk memenuhi standar yang satu ini, karena berisi tentang standar pengujian dan kalibrasi laboratorium. Perusahaan yang bergerak di bidang farmasi, agrobisnis, dan lain-lain yang menggunakan laboratorium untuk kegiatan R&D, tentu diharuskan untuk memenuhi standar ini. Hal ini mencakup sterilisasi peralatan dan bahan yang digunakan, serta penilaian terhadap dampak zat-zat bagi lingkungan dan konsumen.

  1. ISO / TS 16949

ISO TS 16949 berlaku untuk industri otomotif. Standar ini diberlakukan sebagai kontrol terhadap setiap produknya agar memiliki standar performa yang sama. Sehingga, istilah seperti cacat produk dan lainnya dapat dihindari di pasar. Selain itu, standar ini berlaku pula untuk kategori produk hand tools, peralatan otomotif, dan sebagainya.

  1. ISO 27001

Hal-hal terkait dengan standar keamanan informasi & data tentu akan berhubungan dengan ISO ini. Gunanya untuk menjaga keamanan data konsumen, termasuk data perusahaan agar aman dari serangan luar. Biasanya penerapan standar ini dilakukan pada industri telekomunikasi hingga perbankan yang mengutamakan keamanan informasi konsumen. 

  1. ISO 2859 (MIL STD 105E & 414)

Selanjutnya ada pula ISO yang berkaitan dengan standar kualitas sampling. Seperti ISO 2859 ini digunakan untuk industri yang membutuhkan pengukuran dan analisis pada setiap proses produksinya. Karena kerumitan proses produksi dan ketidakstabilan analisa, maka ISO ini berguna bagi industri manufaktur, hingga industri yang menggunakan sistem IoT dan robot sebagai bagian dari proses produksi.

  1. ISO 22000:2005

Bagi para produsen yang ingin memproduksi suatu makanan, maka ISO ini akan sangat berperan dalam penerapan standarisasi. Hal tersebut dikarenakan adanya standar yang ditetapkan mengenai kebersihan dan keamanan produk makanan untuk dikonsumsi masyarakat. Makanan tersebut musti bebas dari racun, dan zat berbahaya lainnya untuk memenuhi standar ini. Tidak lupa juga proses pembuatan dan bahan baku makanan juga dijadikan subjek standarisasi pada ISO jenis ini.

  1. RSPO & ISPO

Nah untuk ketetapan standar terakhir yang akan dibahas yaitu RSPO dan ISPO. Keduanya adalah standar untuk industri perkebunan kelapa sawit. Perkebunan kelapa sawit, termasuk aktivitas produksinya diwajibkan tidak merusak lingkungan dan aman. Perbedaannya adalah RSPO berlaku internasional, sedangkan ISPO adalah standar nasional khusus di Indonesia. Hal ini tentu untuk mengurangi resiko kerusakan hutan akibat pembakaran dan cuaca ekstrim yang dapat berakibat fatal bagi lingkungan.

Demikian jenis-jenis  ISO yang beredar sebagai standarisasi industri saat ini. Perlu diingat bahwa setiap ISO memiliki sistem pelatihan, implementasi, dan penerapan yang berbeda-beda. Apakah Anda memiliki salah satu dari ISO diatas dalam perusahaan Anda?