Jenis-Jenis Stabilizer dalam Dunia Kelistrikan Beserta Tips Memilih Stabilizer

0
1196

Pernahkah Anda mendengar istilah stabilizer? Stabilizer merupakan salah satu peralatan penting dalam operasional kelistrikan. Seperti namanya, stabilizer adalah mesin yang fungsinya untuk mengontrol kestablian arus tegangan listrik ke sumber elektronik. Itulah mengapa stabilizer banyak ditemukan di berbagai tempat, mulai dari industri yang besar, sampai perumahan. Sebab, alat elektronik atau apapun itu yang membutuhkan tegangan listrik yang selalu stabil, tentunya memerlukan peralatan stabilizer untuk dapat bekerja dengan baik. Salah satu komponen utama yang berada di dalam stabilizer bernama Automatic Voltage Regulator (AVR). Komponen inilah yang bertugas untuk menstabilkan tegangan listrik

Jenis-Jenis Stabilizer

Terdapat beberapa jenis stabilizer sesuai dengan spesifikasi dan kegunaannya dalam menstabilkan listrik. Jenis pertama adalah stabilizer motor servo. Stabilizer jenis ini menggunakan motor servo untuk menjalankan tugasnya. Di dalam stabilizer, motor akan berputar sampai mendapatkan tegangan yang stabil. Dari posisi dinyalakan, biasanya memerlukan waktu sekitar 2 hingga 5 detik untuk stabilizer jenis ini agar mampu beroperasi dengan baik. Kekurangan dari stabilizer ini adalah tidak mampu menyaring berbagai gangguan atau hal-hal yang mampu merusak alat elektronik, misalnya petir, spikes, dan power surge, sehingga perlu dijaga asupan sumber listriknya.

Jenis kedua adalah stabilizer relay. Jenis stabilizer ini menggunakan beberapa relay untuk menstabilkan tegangan listrik yang naik turun tidak teratur. Kelebihan dari stabilizer ini adalah reaksinya sangat cepat. Namun, tingkat kestabilannya tegangan listriknya kurang begitu baik. Stabilizer satu ini juga tidak dilengkapi dengan penyaringan terhadap gangguan listrik diluar jangkauan kita, seperti petir dan gejolak sumber lisrik dari gardu.

Contoh relay stabilizer

Jenis ketiga ini dapat dibilang sebagai stabilizer dengan teknologi terbaru, yakni stabilizer digital control. Cara kerja transitor digabungkan dengan sistem kerja relay, menjadikan stabilizer ini memiliki kinerja yang paling stabil. Ditambah lagi dengan adanya penyaring untuk gangguan listrik, menjadikan stabilizer ini tentu bisa menjadi pilihan yang tepat. Sesuai namanya, pengaturan stabilizer jenis ini menggunakan instrumen digital dimana meningkatkan kemudahan dalam pengaturannya.

Tips Memilih Stabilizer

Tegangan arus listrik memang sebaiknya stabil agar perangkat elektronik ataupun mesin dengan energi listrik dapat bekerja optimal dan tidak cepat rusak. Oleh karena itu, penggunaan stabilizer cukup menjamur di masyarakat karena dapat memberikan aliran listrik yang stabil pada alat-alat elektronik, terutama terkait komponen-komponennya. Ditambah lagi, usia perangkat elektronik yang menggunakan stabilizer tentunya menjadi jauh lebih lama.

Sangat penting bagi Anda untuk mengetahui hal-hal sebelum memilih sebuah stabilizer. Pertama, perhatikan batasan voltage input. Batas terendah dan batas tertinggi dari stabilizer yang direkomendasikan adalah 140 V hingga 240 V. Perhatikan pula power output maksimum, tampilan kerja sistem (control display), soft starter system, dan motor servo yang berguna untuk memberi perubahan jumlah arus serta respon pada tegangan listrik tersebut.

Fitur berikutnya yang tidak kalah penting adalah safety warning yang digunakan untuk memantau bahaya terhadap perubahan tegangan arus yang mendadak. Berikutnya adalah komponen Auto-Cooling Fan untuk menjaga suhu stabilizer agar tidak overheat.

Fitur auto cut-off memungkinkan Anda untuk menghentikan segala arus listrik yang mengalir dalam stabilizer. Biasanya akan aktif secara otomatis ketika terjadi lonjakan daya maupun hal-hal mendadak yang dapat berpengaruh negatif terhadap mesin / peralatan elektronik yang sedang menyala.

klikMRO memberikan solusi stabilizer terlengkap dan orisinil untuk menjaga kinerja mesin ataupun peralatan elektronik Anda. Cek solusinya disini.

 

Macam-Macam Motor Stepper dan Contoh Penggunaannya