Jenis Circuit Breaker Berdasarkan Fungsinya, serta Cara Penggantiannya

0
1926

Jenis Circuit Breaker Berdasarkan Fungsinya, serta Cara Penggantiannya – Circuit Breaker merupakan perangkat yang bertujuan untuk melindungi sistem kelistrikan jika terjadi kelebihan beban ataupun ketika terjadi korsleting. Circuit Breaker ini berfungsi sebagai pelindung dari sirkuit kelistrikan, dimana perangkat ini bekerja dengan mematikan daya ketika levelnya terlalu tinggi untuk mencegah lonjakan arus lebih dan korsleting, yang dapat menyebabkan kerusakan pada sirkuit listrik itu sendiri serta bahaya bagi orang di sekitarnya.

Namun circuit breaker kerap disalahartikan sebagai sekring. Perbedaannya adalah sekring dapat diatur ulang untuk melanjutkan pengoperasian normal. Sedangkan Circuit Breaker memiliki komponen yang dapat mendeteksi jumlah arus rendah dan dapat dipasang di papan panel listrik, rel DIN, ataupun di bagian depan panel listrik. Dari segi bentuknya, terdapat pula Molded Circuit Breaker yang memiliki mekanisme dan komponen penggerak arus yang sepenuhnya terisolasi secara rapat dengan material casing. Molded circuit brekaer juga memiliki tingkat interupsi arus yang lebih tinggi daripada jenis Mini Circuit Breaker. Jadi dalam fungsinya, Molded Circuit Breaker kerap digunakan di titik lokasi pekerjaan yang berbahaya untuk mencegah gangguan eksternal seperti percikan air dan api.

Pada artikel kali ini, klikMRO akan membahas mengenai 3 jenis umum Circuit Breaker, yakni circuit breaker standar, tipe AFCI, dan tipe GFCI.

Alat Teknik lengkap

Jenis-Jenis Circuit Breaker:

Circuit Breaker Standar
Circuit Breaker standar tersedia dalam dua jenis, yaitu pemutus kutub tunggal (single-pole breaker) dan pemutus kutub ganda (double-pole breaker). Kedua jenis ini merupakan perangkat yang lebih sederhana yang berfungsi untuk memantau irama arus listrik yang dialirkan ke seluruh fasilitas. Perangkat ini melacak arus listrik dalam sistem perkabelan listrik, peralatan listrik, hingga outlet listrik. Breaker jenis ini juga dapat menghentikan arus listrik apabila sudah kelebihan beban untuk mencegah kabel terlalu panas. Bahaya korsleting yang terjadi umumnya disebabkan ketika kabel panas menyentuh kabel arde ataupun kabel netral. Untuk itu, penutupan arus listrik secara segera ini dapat mencegah kebakaran listrik.

Berikut ini adalah perbedaan dari kedua jenis circuit breaker standar single-pole dan double-pole:

Single-Pole Breakers:
-Pemutus listrik yang lebih umum digunakan
-Melindungi satu kabel berenergi
-Menyuplai 120V ke sirkuit
-Menangani 15-20 amp

Double-Pole Breakers:
-Memiliki dua pemutus kutub tunggal dengan mekanisme rangkaian listrik bersama
-Melindungi dua kabel
-Menyuplai 120V atau 240V ke sirkuit
-Dapat menangani 15-200 amp
-Digunakan untuk peralatan listrik yang lebih besar

Circuit Breaker GFCI
Jenis circuit breaker GFCI yang merupakan singkatan dari Ground Fault Circuit Interrupter, berfungsi untuk menghentikan daya listrik ke sirkuit ketika arus tersebut mengalami kelebihan beban. Perangkat ini juga otomatis bereaksi ketika terjadi korsleting ataupun gangguan formasi listrik ke permukaan lantai / tanah. Jenis circuit breaker GFCI ini tidak cocok digunakan pada peralatan listrik yang beroperasi secara terus menerus, seperti mesin produksi, perangkat medis, hingga kulkas dalam rumah tinggal. Alasannya terletak pada komponen tripper, dimana circuit breaker ini dapat menghentikan arus listrik lebih dari yang seharusnya.

Berikut ini adalah beberapa informasi lebih lanjut mengenai Circuit Breaker GFCI:

-Memiliki kabel yang melingkar dan tombol uji (test button) di sisi depan
-Cocok digunakan di titik lokasi yang lembab seperti area bawah tanah dan area outdoor
-Berguna dalam area pekerjaan yang banyak menggunakan perkakas listrik
-Memiliki plug-in I ”per tiang standar

Circuit Breaker AFCI
Pemutus sirkuit AFCI (Arc Fault Circuit Interrupter) dapat menghentikan pelepasan muatan listrik yang tidak disengaja pada kabel listrik ataupun sistem perkabelan listrik lainnya yang dapat mengakibatkan kebakaran. Cara kerjanya adalah dengan mendeteksi jalur listrik yang abnormal maupun lompatan listrik, setelah itu perangkat ini akan langsung memutus arus pada sirkuit yang rusak, sebelum busur api (arc) menimbulkan panas yang sangat tinggi yang dapat menyebabkan kebakaran / ledakan.

Berikut ini adalah beberapa informasi mengenai Circuit Breaker AFCI:

-Busur api (arc) adalah percikan api suhu tinggi dari suatu kabel listrik yang sudah rusak
-Circuit breaker AFCI dibutuhkan bersamaan dengan circuit breaker standar, karena kedua perangkat ini merespon pasokan panas yang secara terus-menerus meningkat
-Berfungsi untuk melindungi kabel sirkuit bercabang dalam suatu sistem kelistrikan

Circuit Breaker AFCI dan GFCI masing-masing bekerja untuk melawan gangguan arus busur api dan arus tanah. Meskipun berfungsi untuk aspek yang terpisah dari sistem kabel listrik, namun keduanya dapat memberikan perlindungan sirkuit listrik agar maksimal. Jenis circuit breaker AFCI dan GFCI juga saling melengkapi terutama di tempat-tempat dengan sirkuit kelistrikan yang rumit. Sedangkan circuit breaker standar dapat bekerja pada sirkuit kelistrikan yang lebih sederhana. Dibawah ini adalah aplikasi yang tepat bagi setiap jenis circuit breaker tersebut.

Jenis Circuit Breaker Berdasarkan Aplikasinya:

Circuit Breaker Standar: memberikan perlindungan pada bangunan struktural, properti, serta peralatan listrik akibat gangguan listrik

Circuit Breaker GFCI: memberikan perlindungan dari sengatan listrik di area yang lebih lembab

Circuit Breaker AFCI: sebagai pengganti / cadangan keamanan dari circuit breaker standar untuk mengurangi terjadinya busur api (arc) yang berpotensi menyebabkan kebakaran

7 Tips Memaksimalkan Fungsi Circuit Breaker untuk Mencegah Kebakaran

Langkah-Langkah Penggantian Circuit Breaker dalam Sistem Kelistrikan:
1. Wajib kenakan peralatan safety seperti sarung tangan safety tahan api, sepatu karet anti-slip, serta kacamata pengaman. Lalu berdirilah di atas matras pengaman. Pastikan tidak ada elemen air / cairan di area sekitar
2. Temukan boks circuit breaker utama dan breaker yang rusak
3. Uji daya listrik dengan alat voltage tester
4. Matikan terlebih dahulu breaker listrik cabang, lalu daya utama, dan terakhir breaker individu / satuan
5. Periksa bagian luar panel apakah ada perubahan warna ataupun karat
6. Keluarkan sekrup di bagian muka pelat dengan obeng
7. Tentukan jenis circuit breaker yang Anda kerjakan dengan membaca label yang tertera di sakelar daya utama
8. Periksa interior panel apakah ada karat, pelelehan, perubahan warna, tanda panas, kabel rusak, gangguan hama, perubahan bentuk, serpihan, lilitan kabel, serta kabel dengan insulasi yang rusak
9. Kendurkan sekrup pada kabel pemutus yang rusak.
10. Lepaskan circuit breaker
11. Tempatkan circuit breaker yang baru di tempat yang sama dengan yang lama
12. Sambungkan kabel di circuit breaker yang baru dan kencangkan dengan rapat
13. Pasang kembali pelat depan panel listrik

Secara keseluruhan, Circuit Breaker merupakan perangkat keamanan yang penting diaplikasikan pada setiap bangunan gedung, gudang, rumah, serta struktur lainnya yang menggunakan listrik. Perangkat ini bertindak sebagai arbiter dalam sistem kelistrikan yang rumit dan berbahaya. Ketika terjadi lonjakan arus yang berlebih, sistem kelistrikan dapat menyebabkan korsleting yang berujung pada kebakaran hingga ledakan. Hal tersebut dapat dicegah dengan kehadiran Circuit Breaker yang dapat dengan segera memutus daya listrik ketika terjadi lonjakan arus.

klikMRO sebagai solusi pengadaan digital dapat membantu Anda dalam meningkatkan keamanan fasilitas Anda dengan berbagai produk Circuit Breaker dan lainnya untuk sistem elektrikal yang efektif dan aman. klikMRO juga menawarkan beragam fitur B2B untuk memudahkan kebutuhan pengadaan Anda. Yuk konsultasikan kebutuhan pengadaan Anda atau kunjungi platform website klikMRO.com

Tips dan Langkah Mitigasi Bahaya Kebakaran Akibat Korsleting Listrik