Inovasi Industri Bahan Baku Kertas untuk Menjaga Kelestarian Lingkungan

0
264

Industri pulp & paper (kertas dan bubur kertas) merupakan salah satu komoditas produksi terbesar di Indonesia. Tercatat hingga tahun 2019, ada sekitar 84 perusahaan pulp dan kertas yang ada di negeri ini. Dengan 84 perusahaan tersebut, produksi kertas Indonesia mencapai posisi ke 9 terbesar di dunia, sedangkan untuk produksi pulp sendiri berada di peringkat 6 dunia.

Berdasarkan kebijakan industri nasional, industri pulp & paper menjadi salah satu yang akan diprioritaskan pengembangannya. Tentunya posisi geografis Indonesia memberikan kontribusi positif terhadap proses penyediaan bahan baku untuk kertas dan pulp tersebut. Dengan iklim tropis, menjadikan produktivitas penanaman jauh lebih baik ketimbang negara yang tidak memiliki iklim tropis.

Dengan kontribusi pendapatan negara yang cukup signifikan, tentunya wajar apabila industri ini menarik perhatian pemerintah maupun para investor. Terlebih lagi pada tingkat nasional dari bidang produk kehutanan, kertas dan pulp menempati peringkat pertama dalam volume ekspor ke luar negeri. Sumbangan devisa dari kedua sektor ini tidak bisa dikatakan kecil, namun dapat dikatakan cukup baik sebagai tambahan devisa negara.

Selain ekspor dan potensi devisa, kedua sektor ini juga menjadi salah satu andalan sektor industri dalam hal penyerapan tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran. Dengan orientasi ekspor, maka industri pulp & paper Indonesia membutuhkan produktivitas lebih tanpa berpotensi merusak lingkungan.

Dampak Terhadap Lingkungan

Bahan baku dari industri pulp & paper adalah kayu, yang berasal dari hutan produksi. Tentunya, hal itu sedikit banyaknya akan bertentangan dengan kelestarian alam dan fungsi lingkungan hidup. Hutan yang direncanakan sebagai daerah resapan air dan paru-paru alam, tentunya perlu dijaga. Lantas, bagaimana dengan pengelolaan industri kertas dan pulp apabila ada pembatasan pengambilan bahan baku?

Seiring perkembangan zaman dan teknologi, para pelaku industri ini dapat memanfaatkan teknologi yang ramah lingkungan sebagai pengganti proses penebangan pohon. Dengan demikian, ada berbagai cara yang bisa ditempuh untuk tetap menggenjot produktivitas sektor ini:

Non-Wood Fiber Source

Sebagai alternatif bahan baku kayu pohon, dapat menggunakan non-wood fiber source atau bahan fiber bukan kayu. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan menggunakan bahan limbah yang selanjutnya diproses menjadi fiber. Bahan ini sudah mulai dimanfaatkan penggunaanya untuk keperluan produksi tandan kelapa, kapas, bambu, rami, jerami, ampas tebu, merang, tandan kosong kelapa sawit dan sebagainya.

Contoh Non-Wood Fiber

Paper Recycling

Mengandalkan teknologi paper recycling, atau daur ulang kertas yang terbuang untuk dibuat menjadi produk baru. Hal ini merupakan kebijakan yang perlu dijalankan bersama-sama, baik dari pelaku industri, pemerintah, dan masyarakat / pengguna. Kesadaran pengumpulan kertas untuk didaur ulang serta mengurangi penggunaan kertas berlebihan merupakan cerminan budaya recycling. Sebagai langkah awal, banyak perusahaan yang menggunakan paper shredder. Selain bertujuan untuk mengurangi volume sampah kertas, paper shredder juga memudahkan proses recycling kertas bekas pakai.

Paper Shredder by Secure

Sustainable Production System

Sustainable production system atau sistem produksi berkelanjutan merupakan metode yang seringkali diterapkan pada industri ini dengan cara mengatur pola konsumsi produk, agar tetap mengikuti aturan keseimbangan lingkungan hidup. Dengan sistem ini, industri berorientasi terhadap pengurangan jumlah limbah dengan memanfaatkan efisiensi dari suatu proses manufaktur / pembuatan kertas. Kemudian, metode ini juga menggunakan kembali bahan baku yang baru maupun bahan sisa, untuk seterusnya dapat digunakan kembali.

Digital Procurement

Pada perusahaan yang memproduksi kertas dan pulp, tentunya terdapat beberapa proses administrasi yang kerap menggunakan kertas, terutama pada divisi pengadaan perusahaan. Penggunaan kertas ini dapat diminimalisir dengan metode digital procurement, dimana proses pengadaan semuanya dilakukan secara online dan transparan. Hal tersebut tentunya mengurangi penggunaan kertas secara signifikan serta menawarkan kemudahan-kemudahan lebih terhadap suatu proses pengadaan. Sebagai langkah awal, Anda dapat mempelajari proses pengadaan digital bersama klikMRO disini.