Ini Syarat Satuan Pendidikan dalam Pelaksanaan PTM Masa Transisi – Berdasarkan peraturan PPKM terbatu di wilayah Indonesia, data terkini telah menunjukkan bahwa tidak ada lagi zona merah di setiap provinsi. Tingkat pembatasannya pun kian dilonggarkan dari semakin turunnya level PPKM di sebagian besar wilayah. Hal ini tentu memberikan dampak positif, tidak terkecuali terkait rencana pelaksanaan sistem Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang sudah secara bertahap dijalankan kembali oleh pemerintah.

Pemerintah melalui Kemendikbud terus memantu perkembangan sistem PTM dan secara aktif mengidentifikasi kasus / klaster yang berpotensi. Namun segala langkah pemerintah ini wajib diiikuti dan diemban oleh segala pihak, baik pihak pendidik, pihak murid, hingga pihak orang tua murid. Guna mencapai penerapan PTM secara aman dan efektif pemerintah telah menyusun syarat dan kriteria pelaksanaan PTM secara jelas yang tertuang dalam SKB 4 Menteri, yang ditujukan kepada seluruh satuan didik, baik melalui pemerintah daerah, instansi sekolah, tenaga pendidik, dan murid didik.

Syarat dan Ketentuan Satdik dalam Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM)

Alat Teknik lengkap

Pada awal penerapan PTM ini, terdapat dua fase yang harus dilalui dalam pelaksanaan PTM, yaitu masa transisi dan masa kebiasaan baru. PTM yang dilaksanakan di sekolah dan madrasah berasrama dilakukan secara bertahap dengan masa transisi pada bulan pertama sebanyak 50% dan bulan selanjutnya 100%, yang kemudian diikuti oleh masa kebiasaan baru 100%.

Berikut ini adalah syarat-syarat yang harus dipenuhi Satdik agar bisa melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka berdasarkan peraturan SKB 4 Menteri, yaitu:

  1. Lokasi sekolah berada di Wilayah PPKM Level 1-3.
  2. Telah melakukan verifikasi dan evaluasi kesiapan dalam melaksanakan PTM berdasarkan daftar periksa di DAPODIK atau EMIS.
  3. Membuat Rencana Kegiatan dan Anggaran Satuan Pendidikan (RKAS) terkait pendanaan kegiatan sosialisasi hingga pengadaan sarana dan prasarana kesehatan serta kebersihan.
  4. Menyiapkan sarana pendukung sebagai penunjang PTM di masa COVID-19, meliputi:
    1. Menyiapkan alat ukur suhu tubuh seperti Thermometer Gun
    2. Memiliki ruang belajar dengan sirkulasi udara baik
    3. Menyediakan fasilitas sterilisasi ruangan dan cuci tangan
    4. Fasilitas sarana pengajaran
    5. Menyiapkan ruang ganti pakaian bagi siswa yang naik transportasi umum
  5. Adanya kesepakatan antara sekolah dan komite sekolah.
  6. Guru, Tenaga Pendidik, dan Tenaga Penduduk wajib vaksinansi penuh.
  7. Pembentukan satgas COVID-19 di sekolah.
  8. Kantin, kegiatan di luar lingkungan sekolah, serta kegiatan ekstrakulikuler tidak diperbolehkan selama masa transisi, dan diperbolehkan selama masa kebiasaan baru dengan protokol kesehatan.
  9. Membuat pembagian kelompok belajar dalam rombongan belajar, tata letak ruangan dengan jarak minimal 1,5 meter, dan pengaturan lalu lintas satu arah di lorong / koridor dan tangga.

Informasi selengkapnya mengenai aturan pembelajaran tatap muka (PTM) bisa dilihat dalam Surat Keputusan Bersama Empat Menteri (SKB 4 Menteri)

Syarat Pendidikan Anak Usia Dini dalam Pelaksanaan PTM Terbatas

Pada peserta didik dalam kategori PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), Dirjen PAUD Dasmen Kemendikbud Jumeri juga mengungkapkan 6 tahapan sebelum pelaksanaan PTM terbatas, yakni:

  1. Ada gugus tugas di sekolah di antaranya personil internal dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, kelurahan, dan orang tua siswa.
  2. Sekolah menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan untuk memastikan anak-anak dan guru-guru aman seperti menyiapkan toilet bersih dan air bersih.
  3. Setiap kelas harus ada tempat cuci tangan.
  4. Sekolah menyediakan thermogun agar bisa memfilter orang yang masuk ke sekolah. Hal ini untuk mendeteksi agar suhu personil yang melebihi batas tidak diperkenankan masuk ke lingkungan sekolah.
  5. Sekolah wajib menyiapkan masker dan hand sanitizer.
  6. Sekolah menyiapkan prosedur operasional standar (POS) untuk mengarahkan, membimbing, dan memandu warga di lingkup sekolah agar berperilaku sehat.

Satuan Pendidikan Memegang Peran Kunci dalam Persiapan dan Pelaksanaan PTM

Merangkum dari syarat dan ketentuan yang telah disebutkan diatas, pihak Satuan Pendidikan jenjang menengah yang meliputi Sekolah Menengah Umum, Sekolah Menengah Kejuruan, Sekolah Menengah Keagamaan, Sekolah Menengah Kedinasan, dan Sekolah Menengah Luar Biasa, perlu melaksanakan persiapan yang memadai untuk mensukseskan program PTM ini.

Peralatan persiapan PTM yang bersifat krusial seperti penyediaan masker, hand sanitizer, dan fasilitas cuci tangan, tentu dapat difasilitasi pada titik area strategis lingkup sekolah. Terdapat fasilitas cuci tangan portable yang dapat ditempatkan pada sudut strategis area sekolah agar memudahkan seluruh warga sekolah dalam menciptakan kebiasaan baru mencuci tangan dengan frekuensi lebih tinggi. Hal ini guna menjaga kehigienisan dan sebagai praktik menuju kebiasaan baru PTM.

SIPLah klikMRO Sebagai Jawaban Atas Kebutuhan Pengadaan Satuan Pendidikan Menuju PTM

Di era serba digital ini, pemerintah melalui program SIPLah memberikan inovasi dalam pengadaan barang/jasa Satuan Pendidikan untuk meningkatkan transparansi dan kemudahan administrasi, serta pelaporan pembelanjaan.

Kemendikbud menerbitkan Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa oleh Satuan Pendidikan dalam:
a. melaksanakan PBJ Satuan Pendidikan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel;
b. memperoleh barang/jasa yang tepat dari setiap dana yang dibelanjakan oleh Satuan Pendidikan diukur dari aspek kualitas, kuantitas, waktu, dan lokasi.

Guna mendukung pedoman tersebut, SIPLah.klikMRO.com menawarkan platform pengadaan dalam membantu Satdik untuk memantau dan menggunakan anggaran dana BOS secara lebih transparan melalui platform daring untuk kemudahan administrasi dan memaksimalkan pertanggungjawaban. Selain itu, SIPLah klikMRO juga menyediakan berbagai kategori peralatan dan perlengkapan bagi sekolah ataupun institusi pendidikan untuk memenuhi kebutuhan operasional, mulai dari alat praktik dan peraga, alat kesehatan, hingga alat kebutuhan kantor.

Keunggulan SIPLah klikMRO Sebagai Platform Pengadaan Satuan Pendidikan

KlikMRO secara terus berkomitmen untuk memajukan pendidikan Indonesia demi masa depan negara dan bangsa yang lebih baik, melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam program SIPLah sebagai pasar daring yang menyediakan berbagai kebutuhan barang sekolah.

Kunjungi SIPLah klikMRO disini

Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai Panduan Berbelanja, klik disini

Untuk melihat beberapa pertanyaan umum atau FAQ SIPLah klikMRO, klik disini