Ini Lho Tips Merawat V-Belt Motor Matik Agar Tidak Cepat Rusak

0
53

Motor merupakan kendaraan operasional terbanyak bagi para pelaku bisnis hingga perusahaan. Berbagai macam teknologi pun kerap bermunculan, terutama dalam hal transmisi. Motor matik dalam hal ini sudah tidak menggunakan operan gigi manual, sehingga Anda hanya perlu akselerasi saja ketika mengendarainya. Tentunya motor matik ini dihadirkan pabrikan untuk lebih memudahkan para penggunanya mengikuti perkembangan teknologi.

Sepeda motor matik ini memang sudah didesain sedemikian rupa, memiliki kapasitas silinder (CC) kecil dengan posisi pengemudi yang lebih nyaman. Tidak hanya itu, motor matik juga memiliki ukuran yang relatif lebih kecil dan ringan dibandingkan motor bebek pada umumnya. Keunggulan lainnya dari motor yang satu ini ternyata memiliki ruang kosong diantara kemudi dan pengendara yang memungkinkan kaki dapat diletakkan dengan nyaman di tempat tersebut.  Sepeda motor transmisi matik ini memang cocok digunakan untuk keperluan dalam kota. Sepeda motor jenis ini memiliki dimensi ukuran ban dan roda yang cukup kecil.

Nah berbicara motor matik, ada hal yang perlu Anda ketahui untuk jenis sepeda motor ini, seperti kenapa motor matik Anda bisa melaju secara halus dan teratur. Ternyata ada bagian khusus pada motor matik yang perlu Anda perhatikan dan rawat. Bagian ini adalah Continuously Variable Transmission (CVT) sebagai transmisi umum di motor matik jaman sekarang. Didalamnya terdapat beberapa bagian komponen utama, salah satunya adalah V-Belt atau yang lebih kita kenal timing belt.

V-belt merupakan alat yang menghubungkan mesin dan roda, bagian ini merupakan bagian yang sangat rentan dari komponen lainnya. Oleh sebab itu, V-belt perlu dirawat dengan baik supaya tidak menghambat penyaluran tenaga motor agar motor dapat berjalan stabil. Dibawah ini ada beberapa saran dari KlikMRO untuk merawat V-belt motor matik Anda agar panjang umur.

Aspira V-belt kit

Ternyata tidak bisa sembarangan ketika Anda merawat V-belt ini, karena jika ada kelalaian dalam merawat V-belt ini akan repot urusannya. Resiko terbesarnya akselerasi motor dapat menjadi kurang stabil, atau bahkan tidak bisa berjalan. Sebab V-belt ini diprogram untuk menyalurkan daya ke roda belakang. Selain itu V-belt akan membuat putaran dari primary pulley (puli depan) ke secondary pulley (puli belakang). Selanjutnya daya mesin akan direduksi terlebih dahulu pada gearbox, kemudian baru diteruskan ke roda belakang.

Anda juga perlu mengetahui masa pakai V-belt pada motor matik Anda, jarak tempuhnya sekita 20-25 ribu kilometer. Bagian yang menghubungkan puli depan dengan puli belakang ini terdapat dalam ruang CVT (Continuous Variable Transmision) yang memiliki sistem pendinginan tersendiri. Pada umumnya desain untuk pendinginan ruang CVT ini tertutup supaya terlindung dari masuknya debu, kotoran, dan air.

Jika CVT terkena partikel debu dan air, akan membuat kinerja komponen terganggu. Anda tidak mau kan, V-belt sepeda motor putus sebelum waktunya. Jika hal ini terjadi, sepeda motor Anda tidak bisa jalan lagi dan akan menghambat aktivitas Anda. Tadinya mau cepat kekantor jadi terlambat.

Ternyata, fungsi V-belt ini sangat penting, maka dari itu Anda harus perhatikan betul cara perawatannya. Nah jika Anda perhatikan odometer sudah berjalan sekitar 25 ribu km dari penggantian V-belt sebelumnya, segera lakukan pergantian walaupun V-belt masih belum putus. Sebab, tidak ada gejala khusus atau bunyi-bunyi yang menunjukkan V-belt akan aus / putus.

Jika terasa vibrasi atau akselerasi tidak maksimal, itu diakibatkan oleh roller yang sudah mengalami keausan. Keausan pada V-belt biasanya akan terdengar suara berdecit, itupun terjadi pada akselerasi awal. Untuk mengetahui ciri-ciri V-belt akan putus , caranya adalah Anda harus melihat langsung secara fisik. Artinya Anda mungkin perlu membuka atau membongkar dulu bagian CVT-nya kemudian baru lepas V-belt nya (disarankan dilakukan oleh petugas bengkel). Lalu coba periksa bentuk V pada semua bagian belt yang bergerigi, selanjutnya coba tekan bagian itu. Jika terlihat ada retakan, maka belt tersebut harus segera diganti.

Anda juga harus perhatikan sisi belt samping pada bagian yang cekung atau berbentuk V. Jika sudutnya sudah terlalu tajam, berati V-belt nya sudah aus. Nah jika sudah keausan seperti ini biasanya akan menimbulkan suara berisik pada CVT.

Selanjutnya, Anda juga harus tahu ternyata V-belt bisa juga mengalami kerusakan sebelum 25 ribu km jika beban kerjanya berlebihan. Misalnya ban motor Anda diganti dengan ban yang lebih lebar dari standarnya. Atau mesin di bore-up secara ekstrem sehingga menarik V-belt lebih keras dari standar spesifikasinya.

Jika V-belt sudah mengalami keausan, ada beberapa pilihan yang dapat Anda lakukan. Anda bisa membeli suku cadang V-belt asli dengan kualitas tinggi, dilihat dari karet ambalannya, karet pelapis hingga bagian serat baja didalamnya. Spesifikasi ukuran belt memang dirancang sesuai dengan spesifikasi pabrik motor matik Anda.

Selain itu, lakukanlah perawatan rutin pada bagian CVT dibengkel resmi. Sebab beberapa bagian CVT ternyata memerlukan pelumasan dengan grease khusus.

Tergiur Usaha Bengkel Motor? Siapkan Peralatan-Peralatan Wajib Ini untuk Memulainya!

Aki Kering Tiba-Tiba Soak? Kenali Tanda dan Solusinya!