Ini Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja Tetap Terjadi

0
946

Di lingkungan kerja terutama di lapangan atau site, memiliki tingkat resiko yang lebih tinggi dalam menimbulkan kecelakaan kerja. Kecelakaan tersebut berujung mengakibatkan luka, baik luka ringan maupun luka berat hingga cacat seumur hidup. Bahkan, dalam beberapa kasus, kecelakaan tersebut mengakibatkan kematian.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat terjadi 147.000 kasus kecelakaan kerja sepanjang 2018, atau 40.273 kasus setiap harinya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.678 kasus (3,18%) berakibat kecacatan, dan 2.575 (1,75 %) kasus berakhir dengan kematian.

Selain merugikan pekerja, terdapat kerugian finansial yang harus ditanggung perusahaan. Mulai dari peralatan dan mesin yang rusak, pekerjaan yang tertunda dan terbengkalai sehingga tidak tepat waktu yang berujung pada peningkatan biaya (cost). Perusahaan juga diwajibkan mempertanggungjawabkan kerugian yang diakibatkan seperti biaya perbaikan, biaya perawatan pekerja, dan sebagainya.

Belum cukup sampai di situ, pemegang saham maupun klien akan terkena imbasnya akibat citra perusahaan yang mungkin dibahas di media. Di Indonesia sendiri, pemberitaan terhadap kasus kecelakaan kerja memang belum banyak ditemukan dikarenakan kebijakan privasi perusahaan serta akses terbatas terhadap informasi tersebut. Hal tersebut memang bertujuan untuk menjaga citra perusahaan dan proyek yang digarap, terutama apabila perusahaan sudah menangani proses ganti rugi dan sudah ada pertanggungjawabannya.

Untuk itu, pentingnya edukasi serta disiplin dalam mencegah hal-hal yang bisa mengakibatkan kecelakaan kerja. Dari seluruh kasus kecelakaan kerja yang pernah terjadi di Indonesia, ada 3 hal utama yang menjadi faktor penyebabnya. Berikut ulasannya:

Faktor-Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja

  1. Kelalaian Manusia (Human Error)

Inilah faktor pertama yang paling banyak terjadi. Kecelakaan kerja sering terjadi karena faktor human error. Hal tersebut memang kerap terjadi dan oleh karena itu penjagaan serta pengawasan di sekitar lingkungan berbahaya perlu ditingkatkan. Bahaya lainnya seringkali berhubungan dengan faktor pengalaman. Walaupun pengalaman pekerja menang dibutuhkan, bukan berarti pekerja dapat mengabaikan beberapa poin keselamatan. Di Indonesia sendiri, kerap terjadi kecelakaan pekerja yang diakibatkan karena faktor nekat sehingga dampaknya merugikan diri sendiri dan orang lain.

Selain itu, faktor kondisi psikis dari setiap pekerja berbeda-beda. Bisa jadi karena stres, sedang tidak enak badan, maupun masalah lainnya. Oleh karena itu, beberapa banner pengingat ataupun pengumuman rutin perlu disediakan untuk menjaga fokus dan konsentrasi para pekerja.

Ilustrasi investigasi kecelakaan kerja
  1. Kondisi Lapangan

Kondisi di lapangan tentunya berhubungan erat dengan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan aktivitas pekerjaan yang dilakukan. Untuk jenis pekerjaan di ketinggian, tentu berhadapan dengan resiko tersendiri seperti jatuh, tersangkut, konstruksi ambruk, dan sebagainya. Namun selain pekerjaan di ketinggian, pekerjaan dekat mesin lah yang kurang menjadi perhatian utama. Mesin yang hendak dilakukan maintenance namun tidak dimatikan terlebih dahulu beresiko mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan. Memang tidak semua mesin perlu dimatikan, namun sebagian besar mesin sebaiknya dimatikan sebagai tahap pencegahan.

Semua hal tersebut dapat dicegah dengan pengetahuan dan pelatihan yang mumpuni. Itulah mengapa di perusahaan perlu melakukan sosialisasi, seminar, ataupun pelatihan K3 secara rutin. Hal tersebut bertujuan agar semua tindakan pekerja yang hendak diambil dapat dengan memperhitungkan risikonya dan tahu cara pencegahannya.

  1. Tidak Patuh SOP

Selanjutnya, kasus yang cukup banyak terjadi adalah karena tindakan yang diambil oleh pekerja adalah tindakan yang berisiko tinggi, namun pekerja tersebut tidak patuh pada Standar Operasional Procedure (SOP) atau aturan yang sudah ditetapkan. Hal yang paling sering terjadi adalah, jarang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sehingga ketika kecelakaan terjadi, pekerja tersebut mendapatkan dampak yang cukup serius.

Oleh karena itu, perusahaan juga sangat diwajibkan untuk melakukan pemantauan APD terhadap pekerja. Akibat dari kecerobohan / kelalaian dari seorang pekerja tidak hanya berdampak pada diri pekerja sendiri, tetapi pada orang lain di sekitarnya, maupun perusahaan.

Itulah alasan penting kenapa Alat Pelindung Diri (APD) sangat diwajibkan. Perusahaan juga diwajibkan untuk memastikan APD digunakan oleh setiap pekerjanya. Selain itu, APD yang digunakan juga mesti memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) agar keselamatan pekerja lebih terjaga.  Anda bisa memperoleh produk keselamatan maupun APD berkualitas dengan harga terjangkau disini.