Ilmu Welding #2: Memilih Ampere Pengelasan Berdasarkan Jenis Mesin Las dan Elektroda

0
10300

Memilih Ampere Pengelasan Berdasarkan Jenis Mesin Las dan Elektroda
Dalam menentukan arus ampere yang tepat untuk kebutuhan pekerjaan pengelasan, pertama-tama kita harus mengetahui jenis pengelasan yang hendak digunakan. Jenis pengelasan ini umumnya terbagi menjadi 3 jenis, yakni Tig Welding (Gas Tungsten Arc Welding, atau GTAW), Mig Welding (Gas Metal Arc Welding, atau GMAW), dan Stick welding (Shielded Metal Arc Welding, atau SMAW).

TIG Welding
Metode pengelasan TIG secara umum digunakan untuk welder yang memiliki koordinasi antara mata, tangan, dan kaki yang baik. Dari segi karakteristiknya, Tig Welding memiliki hal yang unik dimana pengontrol arus listrik ada di pedal kaki, sehingga operator las perlu menginjak pedal tersebut untuk menentukan besaran arus listrik yang sesuai.

Pedal arus ini mulai dari 0 ampere dalam keadaan istirahat, dan secara bertahap arus listrik akan meningkat saat operator mendorong pedal kaki ke bawah hingga batas tertentu. Batasan kontrol ampere pada pedal kaki dibatasi oleh kemampuan ampere mesin las TIG ataupun pengaturan yang telah di-set sebelumnya.

Alat Teknik lengkap

Beberapa mesin las TIG memiliki fitur “Peak Amperage” pada panel kontrol yang harus disetel, umumnya sekitar 40-50% di atas kisaran ampere yang digunakan dalam pengelasan. Bahkan beberapa operator las Tig Welding memiliki fitur kontrol ampere lainnya seperti background amperage ataupun penyesuaian ampere lainnya melalui arus AC. Penyesuaian tersebut disesuaikan dengan preferensi masing-masing welder untuk memudahkan mereka dalam melakukan pengelasan secara efisien dan optimal.

MIG Welding
Khusus untuk penjelasan mengenai MIG Welding, pengaturan ampere yang umumnya digunakan oleh metode pengelasan lainnya, digantikan dengan pengaturan tegangan variabel.

Operator las MIG menentukan keseimbangan yang diperlukan antara tegangan / daya dengan kecepatan umpan kawat (wire feed speed) dalam operasional pengelasan. Hal ini dikarenakan kecepatan umpan kawat ini perlu ditingkatkan seiring peningkatan voltase.

Untuk objek pengelasan yang tipis, welder akan mulai dari pengaturan tegangan terendah, dan untuk bahan yang lebih tebal maka peningkatan tegangan juga disesuaikan. Tegangan pada mesin las MIG bersifat cukup konsisten selama tingkat ketebalan objek lasnya tidak banyak berubah. Dengan kata lain, tingkat tegangan las MIG yang sudah disesuaikan dengan bahan objek las dapat dipertahankan hingga bertahun-tahun asalkan material yang di-las meliputi bahan yang sama ketika tegangan di-set.

Tips klikMRO: Tidak semua operator las MIG menggunakan metode yang sama, khususnya bagi tujuan pengelasan yang berbeda pula. Setelah Anda menemukan pengaturan pengelasan yang optimal untuk pengelasan MIG Anda, maka catat pengaturan tersebut untuk kemudian disimpan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan penyetelan kembali pada mesin las baru, ataupun ketika operator lain melakukan perubahan setting pada mesin las MIG tersebut.

Stick Welding
Pengelasan Stick Welding memiliki korelasi yang paling signifikan antara aplikasi pengelasan dan arus listrik pengelasan. Hal ini dikarenakan operator pengelasan stick dapat menggunakan satu pengaturan ampere untuk satu jenis bahan / material obyek las pada suatu struktur, dan kemudian menggunakan pengaturan yang berbeda untuk material las yang berbeda pula. Berikut adalah bagan dari ampere yang dianjurkan untuk setiap ukuran diameter pengelasan:

Memilih Ampere Pengelasan Berdasarkan Jenis Mesin Las dan Elektroda – Tegangan ampere pada Stick Welding sesuai elektroda dan ketebalan material

Tips klikMRO: Cara mudah untuk menyetel pengaturan ampere yang tepat pada mesin stick welding (SMAW), tegangan ampere harus hampir sama dengan ekuivalen desimal dari diameter batang satuan inci. Misalnya, diameter batang 3/32 inci, maka akan menghasilkan desimal (.094) yang dibulatkan menjadi 90 amp. Begitu pula diameter batang 1/8 inci maka akan menjadi (.125) 125 amp, dan selanjutnya diameter batang 5/32 inci akan menjadi (.157) 155 amp. Cara praktis ini berfungsi untuk sebagian besar ukuran elektroda, namun tidak semua operator las menggunakan hal ini. Perlu diingat bahwa metode dan kalkulasi yang tepat merupakan kunci dari pekerjaan las yang berkualitas.

Elektroda
Satu-satunya jenis pengelasan yang memiliki korelasi signifikan antara batang elektroda dan arus listrik adalah Stick Welding. Batang elektroda dan arus listrik sangat bergantung satu sama lain sehingga elektroda sendiri merupakan satu dari tiga faktor utama dalam penentuan arus listrik yang tepat dalam pengelasan.

Proses pengelasan TIG dan pengelasan MIG memang menggunakan elektroda, namun TIG welding menggunakan batang tungsten semi-habis pakai, dan pengelasan MIG menggunakan kabel yang sifatnya dapat habis pula. Sehingga stick welding dan batang elektroda lah yang paling signifikan pengaruhnya terhadap penentuan arus listrik.

Ada banyak jenis elektroda yang tersedia untuk stick welding, dan masing-masing memiliki kegunaan khusus. Batang elektroda yang digunakan tentunya berbeda antara satu dengan lainnya tergantung pada tingkat ketebalan bahan dasar yang di-las.

Dari segi posisinya, elektroda terbagi menjadi horizontal, vertikal, atau overhead. Petunjuk properti pada batang elektroda sesuai dengan posisinya umumnya digambarkan dalam empat hingga enam digit angka yang dicetak pada setiap elektroda untuk memudahkan identifikasi. Angka-angka ini bertujuan untuk memberi tahu pengguna mengenai tingkat catu daya, posisi las, kekuatan tarik, dan tingkat penetrasi masing-masing elektroda.

Elektroda yang paling umum adalah tipe 6010, 6013, dan 7018. Ketiga tipe elektroda ini sangat umum digunakan di industri karena fleksibilitasnya untuk berbagai aplikasi pengelasan. Untuk tipe elektroda 6010 dirancang untuk menembus jauh ke dalam benda kerja, sedangkan elektroda 6013 dirancang untuk menembus lebih sedikit. Namun untuk tampilan hasil las terbaik, operator pengelasan biasanya memilih elektroda las 7018.

Memilih Ampere Pengelasan Berdasarkan Jenis Mesin Las dan Elektroda – KOBE Welding Rod Electrode 4mm RB26-4.0

Setelah Anda memilih elektroda untuk pekerjaan pengelasan, maka selanjutnya Anda harus membaca bagian samping wadah elektroda untuk melihat arus listrik pengelasan rekomendasi dari pabrikan. Berdasarkan bagan sebelumnya diatas, ampere spesifik yang akan digunakan bergantung pada diameter elektroda. Misalnya, elektroda berdiameter kedelapan mengelas dengan baik antara 75 dan 125 amp. Sedangkan elektroda berdiameter 5/32 mampu mengelas secara optimal hingga 220 amp.

Cara lainnya untuk mengetahui arus listrik optimal yang harus digunakan adalah dengan menguji elektroda las pada potongan logam bekas dengan ketebalan yang sama, serta kemudian mengamati hasil lasan tersebut. Jika penampilan dan tingkat penetrasi belum sesuai, maka Anda dapat mempertimbangkan untuk mengurangi / meningkatkan arus ampere.

Namun ada pula pertimbangan lainnya saat menyesuaikan arus listrik pada mesin stick welding, yakni siklus kerja yang direkomendasikan produsen mesin las untuk mesin tersebut. Siklus kerja didefinisikan sebagai lamanya waktu pengelasan mesin las selama periode waktu 10 menit. Beberapa mesin memiliki kemampuan untuk pekerjaan pengelasan yang lebih berat dan lama (heavy duty), sehingga cocok untuk digunakan dalam pengelasan secara kontinyu. Misalnya, mesin las yang digunakan pada lokasi konstruksi kemungkinan besar akan memiliki kemampuan heavy duty serta siklus kerja yang lebih lama daripada mesin las untuk penghobi.

Dalam menentukan mesin las sesuai kebutuhan Anda, pastikan untuk lebih dahulu memahami kebutuhan pekerjaan pengelasan, serta kemampuan pengelasan Anda sendiri. Konsultasikan kebutuhan pengelasan Anda bersama klikMRO, mulai dari peralatan safety welding, peralatan las habis pakai, hingga mesin las untuk menunjang kebutuhan welding Anda.

4 Jenis Bahaya dalam Pengelasan dan Cara Menghindarinya