Ilmu Welding #1: Memilih Ampere Pengelasan Berdasarkan Aplikasi dan Objek Las

0
4297

Menentukan Ampere Pengelasan Berdasarkan Aplikasi dan Objek Las – 
Beberapa dari pengguna mesin las tentu pernah mengalami kesulitan dalam membaca variabel berupa tulisan digital dalam suatu mesin las. Seperti contoh, beberapa fungsi kontrol pada mesin las tongkat (Stick Welding) biasanya lebih mudah untuk dibaca daripada pada mesin las TIG (TIG Welding). Bahkan di varian tertingginya pun, mesin las TIG dapat memiliki hingga 20 kenop kontrol untuk mengatur berbagai fungsi pengaturan.

Untuk itu bagi welder pemula, menyiapkan mesin las dan menyesuaikan pengaturan yang dibutuhkan untuk pekerjaan pengelasan dapat menjadi hal yang cukup menantang. Salah satu variabel yang perlu dipahami terlebih dahulu yakni pengaturan tingkat arus yang dibutuhkan untuk suatu pekerjaan pengelasan.

Tetapi bagaimana cara mengatur arus listrik / ampere pengelasan agar sesuai?

Alat Teknik lengkap

Dalam pengaturan arus listrik pada mesin las, baik untuk Stick Welding (SMAW), MIG Welding (GMAW) yang biasanya menggunakan pengaturan voltase, ataupun TIG Welding (GTAW), tentunya bergantung pada beberapa variabel utama seperti tujuan aplikasi dan bahan dasar, proses pengelasan, serta diameter elektroda. Dalam memilih elektroda untuk pengelasan TIG, welder perlu mempertimbangkan beberapa faktor termasuk ukuran diameter, biaya, kemudahan penggunaan, dan kinerja. Pemilihan elektroda yang tepat untuk pekerjaan juga akan bergantung pada bahan yang Anda gunakan dan jumlah arus yang diberikan. Setelah menentukan ketiga variabel utama ini, maka selanjutnya Anda dapat mengatur mesin las dan mulai memasang manik las (weld bead).

Pada artikel Welding Part 1 ini, klikMRO akan membahas mengenai variabel aplikasi dan bahan dasar dalam pengelasan secara mendalam beserta tips rahasianya:

Aplikasi Welding Menentukan Pemilihan Arus
Pada bagian pertama ini, kita akan membahas aplikasi pengelasan, bahan dasar, dan secara spesifik bagaimana penerapannya pada pemilihan arus listrik pada mesin las. Selanjutnya untuk memberikan gambar yang lebih luas, jenis metode pengelasan juga akan didefinisikan dalam pengertian yang lebih luas disini.

Aplikasi pengelasan memiliki korelasi langsung dengan arus listrik yang digunakan dalam pengelasan. Misalnya, dalam pengelasan TIG pada manifold knalpot kendaraan tentunya akan memiliki arus listrik yang sangat berbeda dibandingkan pengelasan pipa minyak. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan material antara pengelasan material logam yang lebih tipis dan pengelasan pipa berdiameter tinggi.

Menentukan Ampere Pengelasan Berdasarkan Aplikasi dan Objek Las – Ilustrasi Pengelasan pada Pipa Besi

Pengelasan Stick, MIG, dan terkadang pengelasan TIG dapat menggunakan pengaturan ampere yang sangat tinggi untuk mencapai penetrasi yang optimal ke dalam benda kerja. Sebagai contoh adalah ketika pekerja las diminta untuk mengelas pelat baja yang tebal, dimana memerlukan skil pengelasan struktural yang tepat serta penetrasi las yang optimal ke bagian dasar logam. Hal ini tentunya memerlukan kekuatan ampere yang lebih tinggi dan terukur untuk hasil pengelasan optimal.

Dalam beberapa aplikasi pengelasan, pemilihan ampere juga dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing welder. Misalnya, seorang welder hendak melakukan pengelasan dari suatu lembaran logam ke logam lainnya dengan cepat, sehingga menaikkan arus listrik untuk mempercepat proses pengelasan. Walaupun praktik tersebut memang sudah sangat umum dilakukan untuk mempercepat proses pengelasan, namun pastikan arus yang digunakan tidak melebihi batas, serta kualitas hasil las harus tetap terjaga sesuai kemampuan masing-masing welder.

Mempertimbangkan Material / Bahan Dasar dalam Menentukan Arus
Sehubungan dengan luasnya kategori bahan dasar dalam dunia pengelasan, pada artikel kali ini klikMRO akan membahas dua faktor utama dalam kategori bahan dasar, yakni jenis material dan ketebalan material. Kedua faktor ini memiliki korelasi yang sangat kuat dengan pengaturan ampere pada mesin las. Selain itu, jenis material yang digunakan dalam berbagai aplikasi pengelasan dapat sangat bervariasi untuk setiap pekerjaan pengelasan, lokasi, serta teknologi dari mesin las yang digunakan.

Sebelum menentukan arus listrik yang sesuai untuk pekerjaan, welder harus mengenal jenis material apa yang hendak dilas. Berdasarkan metodologi pengelasan standar, jenis bahan utama yang dapat dilas biasanya meliputi baja karbon, baja tahan karat, dan aluminium. Ketiga jenis material ini memerlukan tenaga arus listrik yang berbeda, khususnya pada material baja dan aluminium. Hal ini disebabkan pula karena adanya perbedaan dalam tingkat titik leleh bahan tersebut sehingga memerlukan pengaturan ampere yang sesuai pula. Untuk material aluminium, titik leleh material biasanya berkisar di 1.200 derajat Fahrenheit / 649 derajat Celcius.

Dalam suatu pengelasan aluminium, umumnya arus harus dialihkan dari DC (arus searah) ke AC (arus bolak-balik). Selain itu, arus listrik juga harus dinaikkan untuk mengimbangi suhu leleh aluminium yang lebih tinggi. Dalam prosesnya, ketika arc sudah diapliaksikan ke dalam bead las aluminium TIG sehingga genangan las terbentuk, operator las harus memindahkan bead dengan cepat. Hal ini disebabkan karena bahan dasar aluminium memiliki kecenderungan “menyerap” panas dari ampere yang tinggi dan berpotensi menyebabkan logam dasar yang dilas menjadi melengkung / membengkok.

Penyesuaian arus dapat serupa antara Stick Welding dan Mig Welding khususnya dalam proses untuk mengkompensasi ketebalan material baja. Seperti contoh, Stick Welding memiliki kenop kontrol sederhana untuk menyesuaikan tingkat ampere yang disesuaikan pula dengan putaran pergelangan tangan operator las. Selain itu, penggunaan Stick Welding juga dapat memudahkan operator saat ingin beralih dari benda kerja yang tebal ke yang lebih tipis. Berbeda halnya dengan penglasan MIG dan TIG, dimana operator pengelasan harus memilih elektroda yang paling sesuai dengan ketebalan benda kerja.

Tips klikMRO: Jika Anda masih tidak yakin berapa jumlah arus listrik yang harus digunakan terkait bahan tertentu, baik tebal atau tipis, aluminium atau baja, maka Anda dapat mempraktikkan manik las (weld bead) pada potongan bahan tidak terpakai yang materialnya mirip dengan logam akhir benda kerja yang hendak di-las. Dengan praktik sebentar ini, Anda akan menghemat waktu untuk proses selanjutnya, karena sudah memahami jumlah penetrasi yang tepat untuk ketebalan material yang Anda las.

Selain itu, variabel pengelasan yang tidak kalah penting adalah ukuran diameter elektroda. Elektroda untuk baja tipis tidak akan berguna untuk pengelasan baja yang lebih tebal. Hal ini diakibatkan perbedaan tingkat penetrasi serta luas akar pengelasan untuk mencapai hasil optimal. Apabila tetap dipaksakan, maka elektroda akan habis lebih cepat dari perkiraan sehingga menimbulkan biaya tambahan.

Pembahasan elektroda dalam menentukan ampere pengelasan akan dilanjutkan di artikel Welding Part 2 berikut:

Ilmu Welding #2: Memilih Ampere Berdasarkan Jenis Mesin Las dan Elektroda

klikMRO menyediakan kemudahan dalam pembelian kebutuhan las terlengkap. Dengan fitur B2B klikMRO, pengadaan kebutuhan las dapat terlaksana secara efektif, terukur, dan efisien. Pelajari lebih jauh dan konsultasikan kebutuhan Anda bersama kami disini.