Penggunaan Pemadam Api yang Tepat untuk Berbagai Klasifikasi Kebakaran

0
2772
A man using a carbon dioxide fire extinguisher to fight a fire.

Beberapa bulan lalu kita dikejutkan oleh kebakaran besar yang menimpa pusat perbelanjaan Pasar Senin. Kerugian materil yang diderita diperkirakan mencapai milyaran rupiah. Ini salah satu akibat kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia akan bahaya si jago merah. Indikasi ini dapat terlihat dari minimnya ketersediaan infrastruktur dan alat pemadam kebakaran yang tersedia di sekeliling kita. Bisa dibilang tingkat kesadaran masyarakat Indonesia untuk hal tersebut masih sangat minim.

Pemerintah Indonesia seharusnya lebih intens dalam sosialisasi pentingnya ketersediaan infrastruktur dan alat pembantu pemadam kebakaran di rumah-rumah, bangunan bahkan kendaraan pribadi. Jika di luar negeri, kita sudah biasa melihat hampir di setiap gedung bankan rumah menyediakan tabung pemadam api, alat pemadam api ringan, selang air, hydrant dipinggir jalan, kampak dan masker anti asap. Tapi di Indonesia pemandangan seperti itu masih langka.

Pentingnya pengetahuan tentang Alat Pemadam Api Ringan (APAR) merupakan pekerjaan rumah pemerintah yang belum selesai. Mengingat pertolongan pertama pada pemadaman api sebelum menjadi besar dan sulit dipadamkan adalah sosialisasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan.

Sebelum kita membahas Alat Pemadam Api Ringan, ada baiknya kita mengetahui jenis-jenis api penyebab kebakaran yang dibagi atas 5 kelas, antara lain:

  1. Kelas A: Api yang berasal dari bahan yang mudah terbakar seperti: kayu, kertas, pakaian, plastic dan sampah disekeliling kita.
  2. Kelas B: Api yang berasal dari bahan bakar cair seperti: seperti: bensin, minyak bumi dan cat termasuk juga yang berbentuk gas seperti propana dan butana. Minyak goreng dan minyak nabati atau lemak tidak termasuk dalam kelas ini.
  3. Kelas C: Api yang berasal dari peralatan elektrik seperti motor, trafo dan peralatan listrik lainnya.
  4. Kelas D: Api yang berasal dari bahan logam yang mudah terbakar, contohnya: Aluminium, Natrium, Kalium dan magnesium.

Klasifikasi api diatas masih bisa dipadamkan dengan alat pemadam api ringan dengan syarat api belum terlalu besar, atau dikategorikan masih dalam skala kecil dan menengah. Disebut sebagai alat pemadam api ringan karena alat ini berbentuk tabung portable  dan dapat dibawa / dipindahkan sehingga memudahkan pengguna dalam pengoperasiannya.

Karena alat pemadam kebakaran atau fire extinguisher menjadi salah satu perangkat proteksi kebakaran yang wajib ada di pabrik-pabrik, maka sebaiknya pahami spesifikasinya supaya bisa memilih dan menggunakan dengan tepat. Berikut spesifikasi kelas kebakaran dan isi media alat pemadam api atau fire extinguisher.

Perlu kita ketahui, ada beberapa jenis alat pemadam api ringan yang diklasifikasikan berdasarkan bahan utama dalam kandungannya. Jenis-jenis alat pemadam api ringan ini dapat kita bedakan dari penulisan keterangan pada tabung dengan ukuran yang besar dan jelas sehingga mudah untuk dibaca.

  • Alat pemadam api atau fire extinguisher dengan isi media gas clean agent

Jenis alat pemadam api ini berisi gas liquid dengan sifatnya yang cepat memuai. Alat pemadam api ini bisa digunakan di semua kelas kebakaran baik kelas A (kain, kayu, kertas, plastik dan karet), kelas B (pernis, lemak, cat berbahan dasar minyak, tar, bensin dan minyak) maupun kelas C (kotak sekering, kabel, pemutus sirkuit, gas yang mudah terbakar dan komputer). Adapun sifat isi fire extinguisher clean agent ini bersih dan tak meninggalkan sisa. Dengan kelebihan ini, alat pemadam api berisi media gas clean agent memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan alat pemadam api jenis lainnya.

  • Alat pemadam api atau fire extinguisher dengan isi media powder

Jenis fire extinguisher powder ini berisi bahan kimia bubuk dan bisa dipakai untuk memadamkan api pada kelas kebakaran A, B dan C. Tetapi ada efek yang ditimbulkan dengan pemakaian jenis pemadam api ini yakni ada banyak residu berupa powder pada area kebakaran. Cara kerjanya adalah dengan menciptakan penghalang antara elemen oksigen dan elemen bahan bakar pada api. Dari segi harga, jenis alat pemadam api ini bisa didapat dengan harga yang lebih murah.

  • Alat pemadam api atau fire extinguisher dengan isi media CO2 atau karbondioksida

Jenis alat pemadam api ini berisi CO2 yang mengeluarkan suhu amat dingin sehingga bisa menyerap suhu panas. Kandungan karbondioksida didalam tabung akan mengambil unsur oksigen dari  api dan diganti dengan debit CO2 yang sangat dingin. Jenis pemadam api CO2  ini cocok digunakan pada kategori kebakaran kelas B dan kelas C. Isi media alat pemadam api ini tidak menimbulkan residu atau bersih.

  • Alat pemadam api atau fire extinguisher dengan isi media busa atau foam

Alat pemadam api foam ini berisi media busa atau foam yang bisa menghantarkan listrik sehingga lebih cocok dipakai untuk di area luar ruangan. Alat pemadam api ini bisa digunakan pada kategori kebakaran kelas A dan B. Namun sekarang, alat pemadam api ini sudah terbilang jarang dipakai. Pemadam api foam ini bekerja dimana air dan busa memadamkan api dengan mengambil unsur panas dari api. Busa / foam akan memisahkan unsur oksigen dari unsur-unsur lain yang terdapat di dalam api.

Selain isi media yang berbeda-beda, alat pemadam api juga tersedia dengan beragam ukuran. Untuk kawasan industri, pabrik, area produksi dan gardu listrik, direkomendasikan untuk menyediakan alat pemadam api ukuran 20 Kg ke atas. Sedangkan untuk ruang berisi panel listrik, genset dan ruang elektrikal, bisa ditempatkan alat pemadam api berukuran 6Kg hingga 15Kg. Untuk ruangan kantor bersekat, tempatkan alat pemadam api berukuran 3Kg hingga 5 Kg dan untuk di dalam mobil sebaiknya tempatkan alat pemadam api ukuran 1Kg hingga 2Kg.

Kini kita telah mengetahui, bahwa tidak semua alat pemadam api ringan dapat digunakan di semua jenis kebakaran. Penggunaan yang salah akan dapat mengakibatkan api bukannya semakin padam, malah bias semakin membesar.

Cara Mengoperasikan Alat Pemadam Kebakaran

Alat pemadam api atau fire extinguisher ini membantu memberikan tindakan cepat untuk melokalisir api agar tidak merembet dan membesar. Sayangnya, tidak semua orang memahami cara pengoperasian alat pemadam api ini. Nah, bagi Anda yang belum mengetahui cara penggunaannya, simak penjelasannya berikut ini.

  1. Tarik pin atau kunci pengaman. Perhatikan saat menarik pin ini, hindari menekan tuas atas dan tuas bawah secara bersamaan. Tindakan tersebut hanya akan membuat pin atau kunci pengaman sulit untuk dilepaskan.

  1. Arahkan selang ke titik api. Untuk mengarahkan selang, peganglah pada bagian ujung selang. Hindari menekan pangkal selang atau bagian tengah selang. Arahkan ke titik sumber api dan bukan pada lidah api supaya api cepat padam.

  2. Tekan katup atau tuas atas hingga maksimal. Penekanan yang maksimal akan membuat isi media alat pemadam api bisa keluar dengan cepat sehingga api cepat padam. Tak usah kaget, isi media pada alat pemadam api akan tersembur dengan kuatnya.

  3. Gerakkan atau sapukan ujung selang ke titik-titik api supaya isi media alat pemadam kebakaran bisa memadamkan api dengan tuntas.

Cara penggunaan alat pemadam api ini benar-benar terbilang standar dan bersifat umum. Tetapi jika tidak dipahami, maka ketika terjadi kebakaran orang pun akan menjadi bingung bila diberi alat pemadam api. Berbekal gambaran penggunaan alat pemadam api ini, semoga Anda tidak panik sendiri saat terjadi kebakaran dan bisa mengambil langkah yang tepat.

Non-Sparking Tools: Cegah Kebakaran di Lingkungan Pabrik!

Referensi:

femalifesafety.org

bromindo.com

kompasiana.com

inos.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here