Waspadai Bolt Anchor Shackle Murah

0
3122
Heavy duty steel wire rope sling with safety anchor shackle bolt in construction site

Pernah mendengar frase “Accident do not happen, they are caused”? Kalimat tersebut mungkin sudah terpatri dalam pikiran para HSE atau K3. Oleh karena itu, mereka berusaha meminimalisasi kecelakaan kerja melalui berbagai cara, salah satunya melalui alat-alat yang digunakan.

Perlu disadari mendapat peralatan yang murah sekaligus berkualitas menjadi impian semua industri. Namun sangat sering harga murah sebuah alat tidak sebanding dengan musibah yang diakibatkannya. Kenyataannya, banyak kecelakaan kerja di bidang industri yang diakibatkan oleh produk-produk pengangkat tidak sesuai standar karena tergiur oleh harga murah tersebut. Pertanyaannya, mengapa peralatan murah dapat menimbulkan kecelakaan kerja?

Ambil contoh Bolt Anchor Shackle, salah satu komponen vital pada peralatan pengangkat. Bolt Anchor Shackle memiliki jenis dan harga yang beragam pula, namun secara kasat mata tidak dapat dibedakan jenis yang mahal dengan yang murah. Hal ini disebabkan karena proses pembuatannya yang berbeda.

Biasanya Bolt Anchor Shackle akan mengalami proses penempaan atau forging. Pada proses forging ini besi dipanaskan terlebih dahulu hingga mendekati titik leburnya agar mudah dibentuk. Dengan berbagai hantaman, besi tersebut dibentuk menjadi Bolt Anchor Shackle.  Selanjutnya Bolt Anchor Shackle langsung dicelupkan ke air untuk mendinginkannya. Proses tersebut terlihat sederhana, namun apa yang membedakan Bolt Anchor Shackle mahal dan murah?

Proses pendinginan setelah dilakukan Forging yaitu dicelupkan kedalam air

Kecepatan pendinginan pada suatu material sangat mempengaruhi struktur mikro dari material tersebut. Semakin cepat pendinginannya maka semakin keras dan rapuh pula material tersebut. Bayangkan saja, material dengan temperatur yang sangat tinggi saat forging (+/-9000C) langsung dicelupkan ke air bersuhu 27-300C. Kecepatan pendinginan yang sangat tinggi memerangkap karbon-karbon dalam material (fase martensite) dan menyebabkan material jadi keras dan rapuh.

Oleh karena itu, ada proses selanjutnya bila menginginkan Bolt Anchor Shackle yang lebih ulet. Proses quench-tempering dilakukan dengan pendinginan terlebih dahulu pada material kemudian dilakukan pemanasan kembali untuk mengurangi kegetasan yang terjadi ketika quenching, kemudian dilakukan normalizing yaitu membiarkan material menjadi dingin melalui media udara. Hal ini bertujuan untuk menambah keuletan dari Bolt Anchor Shackle. Ketika rusak pun komponen tidak langsung patah (gambar kiri) tetapi mengalami mulur terlebih dahulu (gambar kanan) sehingga pekerja bisa mendapatkan peringatan adanya kerusakan pada Bolt Anchor Shackle .

Proses yang panjang tersebut tidak hanya membuat Bolt Anchor Shackle lebih mahal, tetapi juga lebih berkualitas dan aman digunakan. Alat-alat dengan harga bervariasi lainnya juga memiliki perbedaan, baik pada proses ataupun materialnya. Membeli alat yang lebih mahal memang belum tentu menjadi jaminan akan lebih baik, namun akan lebih baik sebelum membeli Anda mengetahui spesifikasi dan kualitas alat yang diinginkan.

Referensi:

http://www.rigginglifting.com/Rigging-Hardware/shackle/Anchor-Shackles–31.html diakses 1 Februari 2017

Weller, Sam. 2015. Reducing Reliability Uncertainties for Marine Renewable Energy, UK : Marine Science and Engineering Journal

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here