Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pengelasan MIG

0
84

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pengelasan MIG – Dalam aplikasi industri, pengelasan merupakan salah satu pekerjaan yang tetap dibutuhkan selama pandemi. Terutama bagi proyek-proyek pembangunan maupun pekerjaan lainnya yang berkaitan dengan konstruksi. Oleh karena itu, para welder dapat meningkatkan skil mereka lebih tajam lagi agar mendapatkan kesempatan lebih luas dalam persaingan kerja yang ketat ini.

Dalam artikel ini, klikMRO akan menjabarkan beberapa informasi yang mungkin belum diketahui para welder lainnya, dan tentunya informasi ini akan sangat bermanfaat bagi kualitas hasil pengelasan MIG, keamanan pekerjaan, maupun kredibilitas seorang welder. Yuk simak poin-poin berikut:

Pilih pengaturan tegangan drive yang tepat agar feedback dari kabel efektif

Dalam pengelasan MIG, pemilihan drive roll dan pengaturan tegangan yang tidak tepat dapat menyebabkan feedback kabel yang buruk. Hal ini akan berpengaruh pada kualitas hasil pekerjaan, sehingga beresiko menjadi tidak rapi. Oleh karena itu, pertimbangkan ukuran dan jenis kawat las yang digunakan serta cocokkan dengan gulungan drive yang benar.

Perhatikan pula penggunaan kawat berinti flux, dikarenakan material kawat lebih lembut dengan desain tubular, sehingga diperlukan gulungan penggerak yang memiliki gigi untuk memegang kawat dan untuk membantu pendorongannya. Namun, knurled drive roll tidak boleh digunakan dengan kawat padat karena gigi akan menyebabkan serutan putus pada kawat, yang dapat menyebabkan penyumbatan pada bagian liner serta menimbulkan hambatan saat kawat diumpankan. Dalam kasus ini, gunakan drive roll V-grove atau U-groove sebagai gantinya.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pengelasan MIG – Krisbow Flux cored Welding Wire di klikMRO.com

Atur tegangan drive roll yang tepat dengan melepaskan drive roll. Kemudian tingkatkan tegangan saat hendak memasukkan kawat dengan sarung tangan welding sampai tegangan melewati selip kawat. Pastikan pula agar welding tip tetap lurus guna menghindari kabel las agar tidak tertekuk.

Manfaatkan celah ujung kontak dengan benar

Tip ujung kontak dapat berdampak signifikan pada kinerja pengelasan MIG. Hal ini dikarenakan material bahan yang dapat habis seiring pemakaian ini berfungsi untuk mentransfer arus pengelasan ke kawat saat melewati lubang.

Selanjutnya perhatikan pula posisi ujung tips di dalam nozzle. Posisi kontak yang tepat dapat mengurangi percikan yang berlebihan, porositas, penetrasi yang tidak memadai, serta resiko burn-through atau pembengkokan pada bahan yang lebih tipis.

Posisi reses ujung kontak yang ideal bervariasi sesuai dengan aplikasinya. Terdapat aturan umum dimana apabila posisi meningkat, maka reses juga harus meningkat:

Gunakan gas pelindung yang paling sesuai untuk kawat pengelasan

Para welder harus mengetahui gas yang dibutuhkan kawat pengelasan, baik berupa 100 persen CO2 / argon, atau campuran keduanya. Meskipun gas CO2 harganya jauh lebih murah daripada gas argon dan bagus untuk pengelasan baja, gas CO2 ini juga cenderung bekerja dengan suhu yang lebih dingin, sehingga dapat digunakan untuk bahan yang lebih tipis. Gunakan campuran gas 75 persen argon / 25 persen CO2 untuk penetrasi yang lebih besar dan untuk lasan yang lebih bersih, karena dengan begitu maka percikan lebih sedikit daripada CO2 murni.

Perhatikan beberapa tips mengenai gas pelindung untuk jenis-jenis kawat berikut:

Kawat Baja Karbon Padat: Kawat baja karbon padat harus menggunakan gas pelindung CO2 atau campuran argon 75% dan CO2 25%. Gas pelindung ini bekerja dengan maksimal untuk penggunaan di dalam ruangan tanpa angin untuk aplikasi bodi mobil, manufaktur, dan fabrikasi.

Kawat Aluminium: Gas pelindung argon harus digunakan pada kawat aluminium untuk pengelasan yang lebih kuat dan pengumpanan yang lebih mudah.

Kawat Baja Anti Karat: Kawat baja anti karat bekerja dengan baik dengan tiga campuran ga, yakni helium, argon, dan CO2.

Arahkan kabel pada ujung depan weld pool

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pengelasan MIG – Ilustrasi weld pool dalam pengelasan

Untuk kontrol yang lebih baik pada manik las Anda, pertahankan agar kabel selalu diarahkan ke tepi depan weld pool. Saat pengelasan keluar dari posisi (pengelasan vertikal, horizontal atau overhead), pertahankan weld pool kecil untuk pengontrolan manik las terbaik, dan gunakan ukuran diameter kawat paling kecil.

Manik las yang terlalu tinggi dan tipis menandakan bahwa kurangnya panas pada sambungan las atau kecepatan gerak yang terlalu cepat. Sebaliknya, jika maniknya rata dan lebar, parameter pengelasannya terlalu panas atau Anda harus mengelas dengan lebih cepat. Idealnya, lasan harus menyerupai bentuk mirip mahkota kecil yang menyentuh logam di sekitarnya.

Ingatlah bahwa push-technique bertujuan untuk memanaskan logam terlebih dahulu. Teknik ini cocok digunakan untuk material logam yang lebih tipis seperti aluminium. Di sisi lain, jika Anda melakukan pull-technique, maka Anda dapat meratakan las dan memberikan lebih banyak panas ke logam.

Terakhir, selalu simpan metal filler Anda dengan baik. Simpan di tempat yang kering dan bersih, serta hindari kelembapan karena dapat merusak kawat dan menyebabkan cacat las seperti retakan akibat hidrogen. Selain itu, selalu gunakan sarung tangan las saat memegang kabel las untuk mencegah kelembapan atau kotoran dari tangan Anda mengendap di permukaan.

Seperti proses pekerjaan lainnya, proses pengelasan MIG membutuhkan waktu dan latihan untuk mendapatkan performa terbaik. Dengan mengikuti beberapa langkah sederhana diatas, Anda dapat meningkatkan kualitas hasil pekerjaan las MIG, serta menjunjung tinggi keamanan bekerja. Dalam mendukung kemampuan anak bangsa dalam dunia industri, klikMRO secara aktif menyajikan artikel-artikel teknik terbaru dalam Blog klikMRO, serta menyediakan beragam peralatan & perlengkapan las yang berkualitas untuk menunjang kinerja industri di tanah air. Temukan solusi pengelasan Anda disini.

3 Tips Mudah untuk Meningkatkan Skil dan Kemampuan Pengelasan MIG

4 Jenis Bahaya dalam Pengelasan dan Cara Menghindarinya