Faktor Ergonomi di Tempat Kerja Bisa Meningkatkan Produktivitas dan Pemulihan Operasional

0
293

Faktor Ergonomi di Tempat Kerja Bisa Meningkatkan Produktivitas dan Pemulihan Operasional – Guna menekan produktivitas yang berkurang selama pandemi, pelaku usaha memerlukan strategi baru untuk meningkatkan kelancaran operasional dan tingkat psikologis karyawannya. Salah satu strategi yang mungkin masih kurang dilirik adalah penerapan ergonomi kantor. Dalam artikel ini, klikMRO akan membahas mengenai apa saja manfaat yang bisa didapatkan dengan memperhatikan faktor ergonomi di lingkup kerja.

Ergonomi tempat kerja merupakan ilmu yang mempelajari tentang bagaimana orang berinteraksi dengan alat kerja mereka, melalui pemahaman alat kerja yang baik memungkinkan seseorang dalam melakukan pekerjaan agar lebih mudah, lebih nyaman, atau lebih efektif.

Sebagai perbandingan, faktor ergonomi yang buruk telah terbukti meningkatkan risiko cedera kronis atau perkembangan cedera regangan berulang (RSI). Cedera akibat kurangnya faktor ergonomi meliputi carpal tunnel syndrome, nyeri punggung kronis, nyeri leher atau pergelangan tangan, dan sakit kepala, yang pada akhirnya dapat mengurangi produktivitas pekerja secara signifikan.

Alat Teknik lengkap

Manfaat Ergonomi Tempat Kerja
Proses peningkatkan faktor ergonomi di tempat kerja dapat memberikan sejumlah dampak positif bagi perkembangan perusahaan, antara lain:

1. Ergonomi dapat mengurangi beban biaya kesehatan dan asuransi.
Dengan meningkatkan faktor ergonomi di tempat kerja, secara tidak langsung perusahaan telah memitigasi potensi cedera ataupun penyakit lain yang mungkin timbul, khususnya bagi pekerja yang melakukan banyak repetisi pekerjaan dengan peralatan kerja mereka. Hal ini berpengaruh pada penghematan biaya terkait pemilihan premi asuransi karyawan, serta mengurangi frekuensi perawatan pekerja seperti perawatan di klinik atau sebagainya.

2. Ergonomi meningkatkan produktivitas.
Solusi ergonomi terbaik dapat meningkatkan produktivitas karyawan. Hal ini berhubungan dengan perancangan proses pekerjaan untuk memungkinkan pekerja bekerja dalam postur yang baik, lebih sedikit tenaga, lebih sedikit gerakan, dan jangkauan peralatan yang lebih baik. Hal-hal ini dapat meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga karyawan, sehingga meningkatkan tingkat produktivitas per jam.

3. Ergonomi meningkatkan kualitas hasil pekerjaan.
Ergonomi yang buruk dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan kelelahan dalam sebuah proses kerja. Dalam hal ini ketika tugas pekerjaan terlalu membebani pekerja secara fisik, maka pekerja mungkin tidak melakukan pekerjaan mereka sebaik seperti ketika pelatihan. Selain itu, contoh kesalahan pekerjaan akibat human error juga lebih rentan terjadi pada pekerja yang kelelahan ataupun mengalami ketidaknyamanan.

4. Ergonomi meningkatkan keterlibatan karyawan.
Pekerja mungkin memperhatikan ketika perusahaan melakukan upaya terbaik untuk memastikan kesehatan dan kenyamanan karyawannya. Hal ini berdampak pada pengurangan turnover rate, mengurangi absensi ketidakhadiran, meningkatkan moral dan meningkatkan keterlibatan karyawan.

5. Ergonomi menciptakan budaya keselamatan yang lebih baik.
Ergonomi juga menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keselamatan dan kesehatan pekerjanya sebagai value dari budaya perusahaan. Di era pandemi ini, karyawan yang sehat adalah aset bagi perusahaan yang paling berharga, sehingga dengan menciptakan dan mengembangkan budaya keselamatan & kesehatan di perusahaan maka perusahaan dapat menghasilkan kinerja SDM yang lebih baik kedepannya.

Meningkatkan Faktor Ergonomi di Tempat Kerja

Dalam membuat strategi untuk meningkatkan ergonomi di tempat kerja, pihak pemberi kerja dapat berfokus pada mitigasi faktor risiko yang dapat menyebabkan cedera agar memungkinkan terjadinya peningkatan kinerja dan produktivitas. Selain itu, penerapan strategi ini juga perlu melibatkan seluruh karyawan yang bekerja di kantor agar diberikan pengetahuan mengenai postur kerja / posisi duduk yang tepat, serta melengkapi furnitur dan alat kerja lainnya yang dirancang untuk mengurangi risiko cedera.

Peningkatkan ergonomi tempat kerja termasuk dalam langkah perbaikan proses kerja, karena bertujuan untuk mengurangi potensi hambatan pada kinerja karyawan. Apabila dilakukan dengan baik, maka proses peningkatan ergonomi ini dapat menjadi kontributor daya saing perusahaan dalam mendapatkan dan mempertahankan pekerja potensial, khususnya dalam hal employee retention, employee satisfaction, dan comfortability.

Lantas bagaimana untuk memulainya?

Apa yang dilakukan perusahaan lain terkait faktor ergonomi ini dan seperti apa hasilnya?

Berikut adalah langkah-langkah dalam meningkatan faktor ergonomi di tempat kerja:

Langkah 1: Analisa Kondisi
Analisa awal dapat dilakukan berdasarkan facility tour, tinjauan riwayat pengajuan klaim asuransi, dan data yang dikumpulkan melalui survei karyawan.

Langkah 2: Analisa Ergonomi
Analisa ini dilakukan secara objektif untuk mengukur risiko pada setiap pekerjaan di tempat kerja, sehingga membantu perusahaan dalam mengembangkan daftar aspek yang dapat ditingkatkan sisi ergonominya.

Langkah 3: Implementasi Peningkatan Ergonomi Tempat Kerja
Dari daftar peluang ergonomi yang telah dibuat, buatlah daftar peralatan kerja yang telah dialokasikan untuk meningkatkan ergonomi di lingkup kerja, baik penambahan meja kerja, kursi kerja ergonomis, dan lainnya.

Langkah 4: Approval dan Implementasikan Solusi
Jika peningkatan ergonomi kerja memerlukan pengeluaran modal yang signifikan, lakukan justifikasi dan sediakan laporan terkait untuk memastikan biaya solusi mendapatkan persetujuan.

Langkah 5: Pelatihan dan Pendekatan Karyawan
Implementasi peningkatan ergonomi di tempat kerja tidak akan berhasil apabila karyawan juga tidak terlatih dalam memanfaatkan peralatan kerja secara baik dan efisien. Untuk itu, lakukan sosialisasi dan pelatihan apabila diperlukan untuk membantu implementasi secara efektif.

Langkah 6: Evaluasi Peningkatan Ergonomi terhadap Produktivitas Kerja
Setelah implementasi dilakukan, lakukan evaluasi peningkatan ergonomi yang telah dilakukan untuk mengukur ROI yang berhubungan langsung dengan kinerja dan kepuasan karyawan.

Di kota-kota besar, kebijakan pembatasan mobilitas memang berdampak pada sebagian besar produktivitas perusahaan. Oleh karena itu, sisi ergonomi di tempat kerja dapat menawarkan aspek psikologis yang baik bagi pekerja yang kembali kerja di kantor. Peningkatan faktor ergonomi tidak hanya sebatas untuk di lingkup perkantoran, melainkan dapat dilakukan di seluruh fasilitas umum lainnya seperti sekolah, perguruan tinggi, hingga kantor pelayanan publik untuk meningkatkan kenyamaman dan kebiasaan new normal masyarakat.

klikMRO secara aktif mendukung pemulihan ekonomi melalui solusi bisnis yang diperlukan selama pandemi dan pasca pandemi. Dalam hal ini, klikMRO menyediakan rangkaian produk furnitur seperti meja, kursi, dan lainnya sebagai solusi penunjang ergonomi di area kerja maupun area publik. Melalui pengadaan digital yang terintegrasi, Anda juga dapat menikmati kemudahan berbelanja tanpa perlu proses pertemuan langsung di era pandemi ini. Konsultasikan kebutuhan Anda bersama kami disini.