Dimensional Measuring (Metrologi) di Dunia Industri

0
1904
vernier calipers measuring metal nut,on drawing background

Dimensional Measuring (Metrologi) adalah ilmu kalibrasi yang menggunakan peralatan pengukuran fisik untuk mengukur suatu ukuran fisik atau jarak dari setiap objek tertentu. Metrologi dimensi memerlukan penggunaan berbagai skala fisik untuk menentukan dimensi dan jarak didasarkan pada kombinasi dari sentuhan dan optik.

Secara umum tujuan metrologi adalah menguasai seluk-beluk pengukuran sehingga dapat diaplikasikan di bidang perindustrian dan akan diperoleh hasil/produk yang presisi. Dengan dikuasainya seluk beluk metrologi maka paling tidak suatu sistem kerja industri yang efektif dan efisien dapat terpenuhi. Namun alat ukur itu sendiri memiliki sifat-sifat tertentu yang perlu diperhatikan.

Adapun  sifat dari alat ukur adalah:

  1. Rantai kalibrasi (recalibrate) : yaitu kemampuan alat ukur untuk bisa dilakukan tingkatan pengkalibrasian. Tingkatan tersebut adalah :
  • Kalibrasi alat ukur standar kerja.
  • Kalibrasi alat ukur standar nasional.
  • Kalibrasi alat ukur standar internasional.
  1. Sensitivitas : kemampuan alat ukur untuk dapat merasakan perbedaan yang relatif kecil dari harga pengukuran.
  2. Mampu baca (readability) : kemampuan sistem pengukuran dari alat ukur untuk memberikan nilai hasil ukuran yang jelas dan presisi.
  3. Histerisis :  penyimpangan dari nilai ukur yang terjadi pada saat dilakukan pengukuran secara kontinyu dari dua arah yang berlawanan.
  4. Pergeseran : terjadinya perubahan posisi pada penunjuk angka ukur sementara sensor tidak memberikan / merasakan sinyal atau perbedaan.
  5. Kepasifan : terjadi apabila sensor telah memberikan sinyal, namun penunjuk tidak menunjukkan perubahan pada nilai ukur.
  6. Kestabilan ke angka nol :  kemampuan alat ukur untuk kembali ke posisi nol ketika sensor tidak lagi bekerja.
  7. Pengambangan : suatu kondisi alat ukur dimana jarum penunjuk tidak menunjukkan nilai ukur yang konstan. Dengan kata lain, penunjuk selalu berpindah posisi atau bergerak.

Secara rinci dapat dilihat pentingnya ilmu metrologi untuk industri :

  1. Dapat mengelola laboratorium pengukuran baik yang ada di industri maupun dibengkel kerja pada pendidikan ketrampilan teknik.
  2. Dapat menentukan dan memilih alat-alat ukur yang sesuai dengan obyek yang diukur.
  3. Dapat mengkalibrasi dan memelihara alat-alat ukur sehingga alat ukur tetap terjamin ketepatannya.
  4. Dapat merendahkan biaya inspeksi semurah mungkin dengan penggunaan fasilitas yang ada secara efektif dan efisien.
  5. Dengan menguasai pengetahuan tentang metrologi, maka kita dapat membantu proses quality control kemudian terjadi peningkatan produktifitas hasil kerja karena defect yang dihasilkan bisa semakin kecil.

 

Tingkatkan Kualitas Produk dengan Testing Equipment

Referensi:

Annals of the CIRP Vol.26/2 (1977) Three Dimentional Metrology Key-Note-Papers NIST

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here