Cara Mitigasi Bahaya Arc Flash dalam Sistem Elektrikal di Fasilitas Anda

0
93

Cara Mitigasi Bahaya Arc Flash dalam Sistem Elektrikal di Fasilitas Anda – Arc flash didefinisikan sebagai pancaran energi panas dan bersifat berbahaya dari sebuah sistem elektrikal ataupun sirkuit listrik. Arc flash terjadi akibat adanya tegangan arus listrik yang tidak disengaja berhubungan dengan konduktor bertegangan lainnya, ataupun antara konduktor bertegangan dengan tanah. Ketika terjadi arc flash, udara disekitar secara cepat menjadi panas sehingga menyebabkan konduktor menguap. Uap ini lalu menyebabkan gelombang yang disebut dengan arc blast atau ledakan busur, yang merupakan fenomena lanjutan apabila terjadi arc flash.

Jenis pelepasan energi panas dan cahaya yang dihasilkan umumnya dari tingkat impedansi rendah, yakni udara dengan tingkat suhu titik busur mencapai level berbahaya, yakni antara 2800 – 19000 derajat Celcius. Untuk itu, ledakan arc flash ini bukanlah hal yang dapat diremehkan dan dapat berakibat fatal secara tiba-tiba dari suatu sistem elektrikal.

Pentingnya Mitigasi Bahaya Arc Flash dalam Sistem Elektrikal di Fasilitas Anda – Contoh ledakan arc blast pada suatu sistem elektrikal

Di lingkup industri, insiden arc flash umumnya terjadi dalam sistem elektrikal secara tiba-tiba, maupun ketika dalam proses perbaikan (maintenance). Insiden ini dapat membahayakan nyawa orang di sekitar, merusak peralatan elektrikal, hingga mengganggu operasional bisnis akibat elektrikal yang padam dan pada akhirnya dapat menyebabkan berkurangnya produktivitas dan kerugian materil lainnya.

Alat Teknik lengkap

Untuk melindungi sistem kelistrikan dari efek arc flash, profesional kelistrikan harus mematuhi standar keselamatan kelistrikan. Salah satu standarisasi keselamatan kelistrikan NFPA 70E yakni Standar Keselamatan Listrik di Tempat Kerja dari National Fire Protection Association, menguraikan 6 langkah pengendalian sistem kelistrikan yang tepat:

  1. Secara aktif mengembangkan dan mengaudit kebijakan praktik kerja aman yang berhubungan dengan listrik
  2. Melakukan penilaian risiko arc flash untuk mengevaluasi kemungkinan terjadinya dan tingkat fatalitas dari bahaya arc flash tersebut
  3. Ikuti strategi untuk mengurangi dan mengendalikan bahaya arc flash
  4. Melakukan pelatihan dan audit keselamatan secara teratur dan terjadwal untuk semua pekerja listrik
  5. Memelihara komponen sistem elektrikal terutama distribusi arus listrik
  6. Pastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) yang memadai serta memastikan peralatan bantuan dan medis bagi pekerja yang terpapar ledakan listrik

Walaupun standarisasi tersebut dibuat untuk mencegah dan mengurangi resiko terjadinya arc flash, namun faktanya di lapangan terdapat beberapa faktor lainnya yang perlu dibenahi dari segi keselamatan, dan juga perangkat sistem elektrikal.

Cara Memaksimalkan Keamanan Sistem Elektrikal

Berikut ini 3 langkah memaksimalkan sistem elektrikal di fasilitas Anda untuk memitigasi bahaya arc flash:

  1. Manfaatkan Teknologi Remote Monitoring: Remote monitoring memungkinkan pekerja untuk memeriksa kondisi kelistrikan tanpa harus bersentuhan langsung dengan perangkat lisrik maupun panel listrik. Hal ini akan sangat berguna dalam kegiatan maintenance listrik untuk memudahkan monitoring, troubleshooting, hingga diagnosa kondisi kelistrikan hanya melalui perangkat komputer yang terhubung dengan jaringan kelistrikan.
  2. Gunakan Arc-Resistant Devices: Arc-resistant device merupakan perangkat yang tahan terhadap lonjakan busur api dari peristiwa arc flash, serta membantu mengurangi daya ledak arc blast. Umumnya perangkat ini berhubungan dengan sistem penahan ledakan di bagian penutup panel serta komponen lainnya, perangkat insulasi pada power bus, serta sistem pengalihan tekanan udara agar mengarah ke atas dan tidak mengenai ground.
  3. Closed-door Technology: Teknologi ini memungkinkan operator untuk membuka MCC unit dari power source tanpa harus membuka pintu luar panel.

Solusi lain dalam mengatasi bahaya arc flash yang dapat dijalani adalah dengan menggunakan perangkat main switchgear dengan desain yang dapat menahan potensi pelepasan energi. Namun hal ini belum tentu sepenuhnya dapat mengatasi insiden arc flash, karena masih ada beberapa faktor lainnya, yakni:

-Peralatan dan sambungan mungkin tidak dipasang dengan benar
-Sambungan atau kontak sudah korosi
-Perawatan yang kurang memadai pada pemutus sirkuit (circuit breaker)
-Faktor human error seperti peralatan kerja yang tertinggal di dalam panel listrik

Untuk perlindungan maksimum terhadap bahaya arc flash, personel operasional dan petugas maintenance dianjurkan tidak bekerja di dekat peralatan hidup. Tetapi kenyataannya masih banyak pekerjaan di sekitar peralatan berenergi yang tetap perlu diperlukan, khususnya untuk memaksimalkan efisiensi pekerjaan. Untuk itu, pelatihan yang tepat dan prosedur yang diikuti dengan ketat, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) merupakan prioritas utama bagi setiap perusahaan untuk menjamin keselamatan pekerjanya.

Berikut ini adalah alasan penting untuk mempertimbangkan peningkatkan perlindungan terhadap bahaya arc flash di fasilitas Anda:

Mengurangi risiko pada personel

Arc flash sangat berbahaya bagi pekerja yang berada di sekitarnya. Pelepasan energi listrik dan kekuatan ledakan dari arc blast dapat menyebabkan luka bakar, kerusakan mata, kerusakan paru-paru, gangguan pendengaran, patah tulang, dan sengatan listrik. Biaya akibat kontaminasi listrik umumnya juga lebih tinggi dibandingkan dengan jenis kecelakaan kerja lainnya.

Berdasarkan laporan dari Electric Power Research Institute (EPRI), menyatakan bahwa selama periode 10 tahun terakhir ada total kejadian 872 luka bakar termal dan sengatan listrik yang mewakili 3,7% dari semua cedera, tetapi terhitung hampir 13% dari semua biaya klaim medis terkait sengatan listrik, dan jumlah ini tidak memperhitungkan potensi biaya denda dan klaim asuransi lainnya.

Menghindari masalah produktivitas

Arc flash dapat menyebabkan kerusakan peralatan dengan membakar insulasi dan menyebabkan api di dalam panel listrik. Switchgear dan komponen elektrikal lainnya dapat rusak, dan terkadang tidak dapat diperbaiki sehingga membutuhkan penggantian total.

Semua kerusakan tersebut akan mengakibatkan padamnya sebagian atau seluruh aliran listrik pada fasilitas, sehingga menyebabkan waktu henti (downtime) yang dapat merugikan perusahaan.

Perangkat elektrikal umumnya memiliki batas usia pengunaan optimalnya. Dengan kata lain, perangkat yang sudah tua mungkin lebih rentan terhadap insiden arc flash. Hal ini dikarenakan bagian isolasi yang sudah usang pada perangkat switchgear, serta belum adanya desain sesuai standarisasi keselamatan arc flash saat ini.

Mengingat risiko yang besar dari dampak arc flash terhadap faktor keselamatan dan kerugian finansial, maka investasi terhadap sistem elektrikal yang memadai sesuai standarisasi keselamatan merupakan hal yang bijaksana. klikMRO sebagai B2B E-Commerce di Indonesia dapat membantu proses pengadaan perusahaan Anda secara mudah, cepat, dan transparan melalui satu platform Digital Procurement. Konsultasikan kebutuhan pengadaan Anda bersama kami secara gratis disini