Cara Efektif Menjaga Irigasi Pertanian di Musim Hujan dengan Pompa Air

0
413

Dalam industri pertanian, pompa air / mesin alkon ditujukan untuk keperluan irigasi baik untuk menyemburkan air, menghisap air, dan menyerap air sawah. Dalam industri pertanian dan maupun fasilitas kolam, pompa air dijadikan alat untuk mengisi air maupun untuk menguras air tersebut. Untuk persawahan, sumber airnya biasanya berasal dari sungai atau saluran irigasi.

Pompa air juga umum digunakan kalangan pribadi maupun komersil. Seperti circulation pond sebagai pompa untuk kegiatan pengisian dan pembersihan kolam renang. Dalam aplikasinya, pompa air jenis ini digunakan untuk menguras air kolam, terutama ketika banyak kotoran atau sisa-sisa bekas hujan.

Untuk aplikasinya dalam industri pertanian, pompa air juga digunakan untuk proses pengeringan sawah, kolam, tambak, septic tank, sumur dan sebagainya.

Teknologi irigasi menggunakan pompa air dan selang yang berputar otomatis

Jenis pompa air yang sering digunakan dalam berbagai usaha dan industri biasanya meliputi pompa air listrik dan pompa air bahan bakar. Seperti namanya, pompa listrik membutuhkan listrik untuk dapat beroperasi, sedangkan pompa bahan bakar menggunakan bensin untuk dapat dioperasikan. Misalnya untuk keperluan mengeringkan sawah atau kolam yang belum mendapatkan jaringan listrik, pompa air dengan bahan bakar masih digunakan karena keterbatasan sumber listrik.

Keunggulan dari pompa air bahan bakar juga karena tidak menggunakan kabel dalam pengoperasiannya. Hal tersebut memudahkan penggunaan di lingkungan sawah yang membutuhkan portabilitas dimana pompa dapat dipindahkan dengan mudah. Dari cara kerjanya, mesin pompa air menggunakan bensin yang sudah diisi untuk menggerakkan turbin sehingga bisa menghisap dan menyemburkan air. Mesin pompa bahan bakar untuk persawahan biasanya tidak perlu menghasilkan tenaga besar sehingga tidak boros biaya penggunaan serta menjadikan proses pengurasan sawah menjadi lebih efektif.

Hal ini berbeda dengan pompa air listrik yang umumnya digunakan pada industri, mulai dari manufaktur, perminyakan, otomotif, dan lainnya. Contoh yang cukup mudah ditemukan adalah penggunaan pompa air listrik di fasilitas cuci mobil / motor. Walaupun ukuran dan performa dari pompa tersebut terlihat sudah cukup, namun skala spesifikasinya belum dapat dibandingkan dengan pompa listrik di perindustrian maupun pompa untuk banjir.

Walaupun kedua jenis pompa air umum digunakan, pompa air penguras sawah bertujuan utama untuk proses irigasi pada tambak, kolam ikan, dan akuarium. Hal tersebut untuk meningkatkan volume air bersih serta memaksimalkan sirkulasi oksigen pada air.

Jenis Bahan Bakar untuk Pompa

Selain bensin, terdapat beberapa jenis bahan bakar yang dapat digunakan untuk tipe pompa tertentu, yakni bahan bakar solar dan gas. Khusus untuk pompa diesel, jenis bahan bakar solar digunakan untuk menggerakan pompa air bermesin diesel.

LONCIN Water Pump Diesel di klikMRO.com

Pompa bermesin diesel ini sering digunakan untuk pengurasan tambak dan sawah yang sumber airnya berasal dari sumur bor. Jadi, sumur bor biasanya dipasang mesin secara permanen yang kemudian digunakan untuk mengalirkan air ke irigasi.

Jenis berikutnya adalah mesin pompa berbahan bakar gas. Seperti namanya, bahan bakar dari mesin ini adalah gas. Ini adalah salah satu bentuk kemajuan teknologi, dengan merubah bahan bakar minyak menjadi gas yang lebih hemat daya dan tentunya memiliki tenaga yang tidak kalah performanya.

LONCIN Water Pump Dual Fuel (Gasoline & LPG) di klikMRO.com

Bagaimana untuk  mengetahui jenis pompa air yang cocok untuk industri Anda? Tentunya dengan melihat kondisi lapangan, Anda lebih dapat menentukan berapa besar kekuatan dari pompa air yang Anda perlukan. Tidak hanya itu, Anda juga perlu mendapatkan mesin pompa yang efisien serta material yang berkualitas dan tahan lama. Hal tersebut agar menunjang produktivitas maksimal serta meminimalisir biaya pengoperasiannya. klikMRO menyediakan berbagai macam pompa air untuk keperluan industri, cek segera disini.