Cara Disinfeksi Area Kerja untuk Mengurangi Potensi Penyebaran COVID-19

0
138

Cara Disinfeksi Area Kerja untuk Mengurangi Potensi Penyebaran COVID-19 – Ada banyak langkah yang bisa dilakukan pelaku industri dan masyarakat untuk membantu mencegah penyebaran COVID-19, khususnya di tempat kerja. Walaupun belum diatur dalam aturan undang-undang mengenai klasifikasi tugas pekerjaan sesuai dengan risiko paparan COVID-19, namun perusahaan diharapkan untuk menerapkan langkah-langkah pengendalian yang sesuai dengan tingkat risiko paparan dari pekerjaan tersebut. Seperti contoh di Indonesia sendiri, sebagian besar gedung perkantoran sudah menerapkan social distancing, penggunaan masker, dan face shield. Tetapi bahkan dengan tindakan pencegahan ini, orang yang sedang sakit ringan seperti flu atau batuk, mungkin saja tetap datang secara fisik ke tempat kerja. Oleh karena itu, guna mengantisipasi potensi penyebaran virus ini, maka langkah pembersihan dan desinfeksi tempat kerja merupakan pilihan yang tepat dalam membantu mencegah penyebaran COVID-19.

Dengan penerapan shifting kerja terutama di gedung perkantoran ataupun pekerjaan lainnya di fasilitas umum, klikMRO merekomendasikan langkah-langkah tepat untuk membersihkan dan mendisinfeksi tempat kerja:

  1. Buka pintu dan jendela untuk meningkatkan sirkulasi udara di area kantor maupun ruangan kerja
  2. Jika memungkinkan, tunggu 24 jam untuk membersihkan permukaan ataupun area kerja dari waktu terakhir aktivitas. Pembersihan dan disinfeksi area sebaiknya dilakukan di hari libur atau akhir pekan untuk meminimalisir lalu lalang pekerja
  3. Bersihkan dan disinfeksi semua area yang digunakan oleh karyawan, termasuk meja, laptop, komputer, keyboard, lemari, dan lainnya.
  4. Lakukan pembatasan kerja di area kantor untuk meminimalisir berkumpulnya karyawan di satu tempat, sebisa mungkin semakin sedikit orang dalam suatu area maka semakin baik

Saat membersihkan area kerja, gunakan cairan disinfektan untuk memaksimalkan proses sterilisasi peralatan kerja. Permukaan keras seperti meja, lemari, dan lainnya harus dibersihkan sebelumnya dengan cairan sabun dan air sebelum didisinfeksi. Saat menggunakan disinfektan, baca dan ikuti petunjuk pada label produk, yang akan menjelaskan cara penggunaan dengan aman dan efektif. Permukaan yang disemprotkan / dibersihkan dengan cairan disinfektan harus terlihat basah untuk jangka waktu tertentu. Jangka waktu ini disebut sebagai ‘waktu kontak’. Waktu kontak yang diperlukan agar cairan disinfektan efektif membersihkan virus yakni mulai dari 15 detik hingga 30 menit, tergantung pada produk cairan disinfektan, material permukaan yang dibersihkan, hingga banyaknya paparan pada permukaan tersebut. Waktu kontak ini penting diperhatikan karena mencakup efektivitas pembersihan virus yang menempel pada permukaan, sehingga apabila cairan sabun langsung dilap kering pada permukaan, maka berpotensi masih menyisakan residu paparan yang menempel pada permukaan.

Alat Teknik lengkap

Air sabun tentu berbeda dengan cairan disinfektan. Kebanyakan cairan disinfektan bersifat cukup keras dengan kandungan alkohol dan campuran lainnya, sehingga cocok digunakan hanya pada permukaan yang keras dan tidak mudah keropos, seperti kenop pintu berbahan besi, perkakas tangan, serta mesin industri. Untuk permukaan yang berongga, kontaminasi yang terlihat harus dibersihkan terlebih dahulu dengan pembersih yang sesuai untuk digunakan pada permukaan tersebut, seperti sofa berbahan kulit dibersihkan dulu dengan leather cleaner, peralatan elektronik dengan kain microfiber yang dilapisi cairan pembersih, dan lainnya.

Pembersihan area gudang, pabrik, ataupun site yang menggunakan high pressure cleaner, perlu diperhatikan jalur pembuangan air serta ketersediaan sirkulasi udara. Untuk area indoor, penggunaan HPC ini berpotensi untuk mendorong partikel virus ke udara akibat tekanan air yang tinggi, oleh karena itu ventilasi udara perlu terjaga dengan membuka pintu serta jendela. Berbeda halnya untuk penggunaan HPC di lingkup outdoor, dimana HPC dapat dilakukan secara langsung untuk membersihkan area yang kotor dan berdebu. Pastikan untuk menggunakan masker dan face shield / kacamata pelindung selama proses pembersihan.

Dikarenakan COVID-19 merupakan virus yang kasat mata dan tidak dapat dikontrol secara langsung, maka pihak pemberi kerja juga perlu melaksanakan kegiatan disinfeksi dan pembersihan area kerja secara rutin dengan peralatan kebersihan yang sesuai, serta menjalin komunikasi yang baik dengan karyawan untuk secara aktif membersihkan area kerja masing-masing.

Pertanyaan Umum dalam Proses Disinfeksi Area Kerja:

Perlindungan apa yang harus dipakai saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi SARS-CoV-2?

Saat menangani potensi kontaminasi SARS-CoV-2, kami merekomendasikan penggunaan APD berupa masker, kacamata pelindung, sarung tangan, dan coverall sekali pakai (disposable coverall) untuk semua tugas pembersihan, termasuk penanganan sampah. Saat pembersihan selesai, pekerja harus melepas sarung tangan dan coverall dengan hati-hati untuk menghindari kontaminasi terhadap diri mereka sendiri atau lingkungan mereka, lalu dilanjutkan dengan metode cuci tangan sesuai anjuran pemerintah. APD tambahan seperti kacamata pelindung (safety goggles) mungkin juga diperlukan untuk melindungi mata dari paparan aerosol cairan pembersih atau disinfektan yang berbahaya. Selain itu, safety goggle dan masker N95 juga cocok untuk kegiatan pembersihan area kontaminasi cairan tubuh, seperti toilet dan kantin karyawan. Ingat bahwa masker kain bukan merupakan APD yang dianjurkan dalam proses pembersihan ini, mengingat bahan kain yang berongga dan tidak waterproof.

Jenis disinfektan apa yang harus digunakan untuk membersihkan area yang mungkin terkontaminasi virus COVID-19?

Gunakan disinfektan yang terdaftar dalam BNPB dan BPOM dan memenuhi kriteria bahan untuk efektivitas melawan SARS-CoV-2

Apa itu ‘waktu kontak’ disinfektan?

J: Waktu kontak adalah lamanya waktu permukaan yang harus terlihat basah agar cairan disinfektan bekerja secara efektif. Waktu tersebut bisa sesingkat 15 detik hingga 30 menit, tergantung jenis disinfektan, persentase alkohol, serta campuran bahan lainnya.

Seiring dengan pertambahan kasus positif COVID-19 di Indonesia, khususnya Jakarta, gedung perkantoran menjadi salah satu sumber penyebaran COVID-19. Oleh karena itu, kegiatan disinfeksi dan pembersihan area kerja menjadi salah satu langkah krusial dalam menjaga penyebaran virus ini. klikMRO mendukung upaya pencegahan COVID-19 dengan menyediakan berbagai peralatan cleaning untuk menunjang proses disinfeksi dalam berbagai lingkup industri. Temukan produk sesuai kebutuhan Anda dan konsultasikan masalah yang dihadapi bersama kami disini.