Benarkah Alat Pengukur Jarak Laser Lebih Unggul dari Meteran Manual?

0
335

Alat Pengukur Jarak Laser vs Meteran Manual – Pengukur jarak laser (Laser Distance Meter) adalah alat pengukur jarak model genggam kontemporer yang mengandalkan proses pengukuran optik untuk menghitung jarak. Pengukur jarak melalui optik ini dapat menunjukkan jarak yang akurat antara dua titik dengan bantuan teknologi laser, dan serta menampilkan pembacaan dalam bentuk digital pada layarnya.

Bagi pelaku industri maupun engineer yang mengutamakan keakuratan dan kesederhanaan, laser distance meter telah menjadi pilihan utama dalam menjalani kegiatan pengukuran. Dengan berkembangnya teknologi, kini pengukuran dapat dilakukan lebih mudah menggunakan Laser Distance Meter dengan keakuratan dan kemudahan operasi yang menawarkan keunggulan dibandingkan pengukuran dengan meteran manual.

Selain mudah digunakan, laser distance meter juga menawarkan tingkat kenyamanan yang superior karena proses pengukuran dapat dilakukan lebih cepat serta dapat dioperasikan hanya dengan satu orang dan satu tangan tanpa harus menarik tape seperti halnya dengan pengukur pita / meteran manual. Pengukur jarak laser umumnya digunakan untuk kebutuhan pekerjaan desain interior, kontraktor, arsitektur, pengrajin kayu, pekerjaam pipa, pekerjaan listrik, serta DIY.

Alat Teknik lengkap

Bagaimana Pengukur Jarak Laser Bekerja?

Laser distance meter merupakan alternatif dari pengukur meteran tradisional. Alat ini digunakan untuk menghitung panjang, lebar, dan tinggi hingga sekitar 198 meter, tergantung spesifikasinya.

Alat ini bekerja dengan cara diletakkan pada alah satu ujung bidang yang hendak diukur, lalu mengarahkan sinar laser sehingga mengenai objek di ujung lainnya. Proses pengukurannya pun mirip dengan menggunakan pita pengukur konvensional, namun dilengkapi dengan penggunaan sinar laser sebagai pengganti pita logam. Perhitungan dilakukan melalui optik presisi dan metode fisika sinar laser. Dengan pergeseran fasa, laser mengenai suatu objek dan membandingkan pantulannya dengan pancaran sinar optik untuk dipantulkan kembali dan dihitung. Karena kecepatan cahaya laser melintasi udara konstan, alat tersebut kemudian menghitung jarak ke target pengukuran dengan perhitungan rumus D = ct / 2.

Variabelnya meliputi:

c = kecepatan cahaya.
t = jumlah waktu yang dibutuhkan cahaya untuk memantul dari target dan kembali ke alat.
Karena fokus sinar laser (yaitu, sifat cahaya lurus dan tidak tertekuk) dan kecepatan tinggi, perhitungan ini sangat akurat berbagai perhitungan jarak jauh, tetapi keakuratan cenderung menurun dengan jarak yang sangat jauh ataupun jarak yang terlalu dekat.

Kecepatan cahaya adalah 3 x 10⁵ km / s, jadi dalam perhitungan jarak, alat harus mengukur jumlah waktu yang dibutuhkan untuk memantulkan cahaya dari target kembali ke alat secara berurutan dari sepersejuta detik. Dengan perhitungan yang cukup rumit ini, Anda tidak perlu khawatir karena teknologi pada laser distance meter melakukan perhitungan ini secara cepat dan akurat.

Beberapa alat pengukur jarak laser juga memungkinkan pekerja untuk menyimpan hasil pengukuran untuk selanjutnya dijumlahkan secara otomatis untuk memudahkan proses pengukuran dalam suatu area yang berbelok-belok.

Alat Pengukur Jarak Laser vs Meteran Roll / Manual

  1. Akurasi

Alat pengukur laser lebih mudah digunakan daripada meteran roll, serta membantu pengguna dalam menghindari ketidakakuratan yang dapat disebabkan oleh pita pengukur yang bengkok atau kendur. Beberapa alat pengukur jarak laser dapat mengukur jarak hingga tingkat keakuratan dengan miss hanya 1/9 inci di jarak hingga 90 meter.

2. Kemudahan Pembacaan Hasil

Pengguna juga dapat lebih mudah membaca tampilan digital dari hasil pengukuran pada laser distance meter, daripada menghitung garis-garis kecil pada pita pengukur. Hal ini dapat mereduksi kesalahan pembacaan sebagai salah satu faktor human error dalam pengukuran, serta mengurangi resiko ketidakakuratan akibat logam penyangga yang bergeser pada meteran manual.

3. Penggunaan Kompleks

Pengukuran laser juga menghilangkan kesulitan terutama pada pengukuran langit-langit / atap serta area lain yang sulit terjangkau. Selain itu, proses perhitungan akumulasi jarak antar bidang yang diukur dalam suatu area dapat lebih mudah dikalkulasikan hanya melalui layar digital, dibandingkan perhitungan manual dari pengukuran menggunakan meteran manual. Contoh gambar dibawah merupakan ilustrasi penggunaan Laser Distance Meter dari Leica Geosystem yang merupakan brand spesialis pengukuran laser di industri.

Contoh pekerja menggunakan Leica Disto D2 untuk pengukuran jarak langit-langit bangunan

4. Kecepatan Pengukuran

Alat pengukur jarak laser menampilkan hasil pengukuran dalam hitungan detik (umumnya kurang dari 3 detik) sehingga dari segi kecepatan pengukuran, lebih unggul dibandingkan pengukuran manual. Alat ini juga menghilangkan potensi pengukuran yang terlepas, yang umumnya terjadi pada meteran manual dimana penjepit / penahan terlepas sehingga pita masuk kembali.

5. Kemudahan Pengoperasian

Laser distance meter menawarkan kemudahan pengoperasian yang lebih mudah dibandingkan meteran manual, karena pengukuran hanya melalui tombol. Selain itu, jarak pengukur laser ini juga memungkinkan pengukuran sendiri, dan dapat digunakan hanya dengan satu tangan, sehingga cocok untuk kegiatan pengukuran yang dilakukan secara tersendiri sesuai kebutuhan.

Dari beberapa keunggulan diatas, Laser Distance Meter juga memiliki kekurangan dibandingkan meteran tradisional, antara lain dari segi:

1. Biaya

Laser distance meter tentu membutuhkan biaya yang lebih mahal dibandingkan meteran roll, sehingga pengadaan alat ini membutuhkan alokasi dana khusus yang ditujukan untuk proses pengukuran dalam suatu proyek, atau dimasukkan sebagai peralatan investasi.

2. Kemudahan Servis

Beberapa alat pengukur jarak laser dari brand ternama memiliki masa garansi yang cukup panjang. Namun, garansi dapat habis dan apabila sudah tidak berlaku, maka segala perbaikan yang dibutuhkan umumnya membutuhkan biaya yang tidak murah, terutama proses kalibrasi ulang. Beda halnya dengan meteran roll (measuring tapes) dimana kalibrasi dapat dilakukan sendiri tanpa membongkar keseluruhan alat, dan tentunya tidak memakan biaya yang besar.

3. Tantangan Cuaca dan Lingkungan Berbahaya

Alat pengukur jarak laser sangat bergantung pada kondisi udara yang bersih, tidak berasap, dan tidak hujan. Hal ini mengakibatkan hasil pembacaan menjadi tidak akurat, atau bahkan alat ini hampir tidak bisa digunakan pada kondisi yang telah disebutkan itu. Disini peran meteran manual masih unggul dimana pengukuran dapat dilakukan dalam kondisi tersebut, serta material yang lebih awet dalam pengukuran di lingkungan berbahaya seperti panas dan basah.

Untuk menyimpulkan, metode pengukuran menggunakan laser distance meter tentu lebih memudahkan pengoperasian, dimana kecepatan dan keakuratan merupakan hal utama. Namun dalam menentukan alat pengukuran yang sesuai, maka kita perlu kembali ke kebutuhan pengukuran masing-masing pekerjaan. klikMRO mendukung penyediaan berbagai alat ukur untuk memudahkan pengoperasian dan meningkatkan produktivitas pekerja. Temukan solusi pengukuran yang ideal untuk bisnis Anda dan konsultasikan secara gratis bersama kami disini.