Aplikasi dan Manfaat Maintenance Metal Working

0
509

Aplikasi dan Manfaat Maintenance Metal Working – Pengerjaan logam atau yang dikenal sebagai metal working merupakan salah satu proses industri yang mencakup berbagai aplikasi secara luas dengan persyaratan, ketentuan, dan memerlukan keahlian yang berbeda. Seiring perkembangan industri, telah berkembang dua sisi dari sebuah proses metal working, yang dijabarkan dalam kategori produksi (yang mencakup kegiatan permesinan yang diperlukan untuk membuat produk jadi), serta pemeliharaan untuk memastikan produksi berjalan lancar (maintenance).

Istilah maintenance metal working mengacu pada proses kerja untuk menjaga agar operasional sehari-hari industri tetap berjalan. Jenis perawatan yang dimaksud dalam kategori maintenance metal working termasuk perbaikan perangkat mekanis, perbaikan perpipaan, dan perbaikan sistem elektrikal / listrik. Dalam aplikasinya, hal ini juga mencakup tugas pemeliharaan prediktif (predictive maintenance) untuk menjaga agar aset tetap berjalan normal dan menjamin keselamatan operator serta pengguna fasilitas lainnya.

Maintenance metal working memberikan deskripsi yang lebih spesifik terhadap kegiatan pemeliharaan pada peralatan besi dan permesinan. Seperti yang kita ketahui, bahwa hampir semua fasilitas umum seperti gudang, pabrik, gedung perkantoran, sekolah, ataupun rumah sakit tentu memiliki cadangan peralatan maupun perkakas yang diperlukan untuk membantu proses pekerjaan pemeliharaan / perawatan. Sama halnya dengan maintenance metal working, dimana kegiatan pemeliharaan ini lebih dikaitkan dengan beberapa pekerjaan yang memerlukan peralatan yang lebih berat, khususnya pekerjaan logam yang diperlukan untuk menjaga semua aset tetap bekerja secara produktif.

Alat Teknik lengkap

Manfaat Maintenance Metal Working di Fasilitas Anda

Kemampuan dalam mengemban kegiatan metal working langsung di fasilitas Anda dapat meminimalisir durasi downtime, yang pada akhirnya menghemat pengeluaran. Sebagai contohnya, daripada mengirimkan suku cadang ke pihak eksternal untuk diperbaiki, kegiatan in-house maintenance metal working langsung fasilitas Anda dapat mempercepat proses pengerjaan pemeliharaan, mengurangi waktu logistik yang dibutuhkan, serta mengurangi waktu downtime yang dibutuhkan.

Aplikasi Maintenance Metal Working
Pekerjaan maintenance metal working terjadi hampir di semua lingkup industri. Berikut adalah panduan mengenai jenis-jenis pengerjaan logam yang terjadi di berbagai industri, serta beberapa alat yang digunakan untuk masing-masing pekerjaan:

Grinding (Gerinda)
Grinding, dikenal juga sebagai kegiatan yang menggunakan mesin gerinda, baik mesin gerinda endmill maupun perkakas gerinda adalah suatu proses pengolahan pada lapisan permukaan material khususnya logam, dengan menggunakan gaya abrasif dari putaran mata abrasif dari suatu mesin gerinda. Sebagian besar mesin gerinda digerakkan oleh motor listrik ataupun udara bertekanan. Mata gerinda juga digunakan untuk banyak pekerjaan perbaikan, termasuk mengasah komponen peralatan, perbaikan lapisan logam seperti menghilangkan karat, serta mengamplas permukaan logam yang dapat menghambat kinerja bearing atau komponen terkait, khususnya dalam suatu mesin industri.

Sawing & Cutting (Pemotongan)
Kegiatan pemotongan material juga dapat dilakukan secara in-house untuk menunjang produktivitas operasional. Kegiatan pemotongan ini mencakup aplikasi mesin gergaji, alat pemotong pipa, gergaji pita, gergaji abrasif, ataupun gergaji potong lainnya. Mesin gergaji biasanya digunakan untuk memotong material keras meliputi potongan logam, ubin, dan beton. Tindakan pemotongan abrasif memerlukan material cakram abrasif, yang mirip dengan roda gerinda namun lebih tipis. Untuk pemotongan pipa, diperlukan pipe cutter dengan ukuran sesuai diameter pipa. Kegiatan pemotongan material ini umumnya dikerjakan dalam proses perbaikan komponen dalam suatu mesin, yang tidak dapat diakses hanya dengan membuka cover body luarnya, sehingga diperlukan pemotongan material, yang nantinya disambung kembali dengan metode pengelasan.

Welding (Pengelasan)
Kegiatan perawatan dengan cara pengelasan mencakup penyambungan suku cadang yang digunakan untuk menyambung komponen produksi ataupun kebutuhan infrastruktur lainnya di suatu fasilitas. Kegiatan pengelasan dapat dilakukan di mana saja, baik pada titik kebutuhan seperti di jalur produksi itu sendiri, ataupun diluar lokasi (offsite).

Ada tiga jenis mesin las, yakni Metal Inert Gas (MIG), Tungsten Inert Gas (TIG) dan Stick Welding (pengelasan tongkat). Pengelasan MIG menggunakan busur listrik antara elektroda kawat yang bersifat dapat habis akibat konsumsi pada logam benda kerja, dengan cara memanaskan logam benda kerja dan menyebabkan elektroda kawat meleleh untuk melekat pada material. Pengelasan MIG ini merupakan jenis metode pengelasan yang paling banyak digunakan dalam aplikasi industri. Selanjutnya adalah pengelasan TIG, dimana metode TIG Welding menggunakan elektroda tungsten untuk membuat busur listrik dengan cara menggabungkan material dengan logam pengisi berupa batang genggam. Umumnya, pekerja las menggunakan TIG welding untuk mengelas material tembaga, titanium, ataupun pengelasan antara dua logam yang berbeda. Yang terakhir adalah stick welding, yang merupakan proses pengelasan yang menggunakan elektroda habis pakai berbentuk tongkat, yang dilapisi dengan fluks untuk menghasilkan lasan.

Machinery (Permesinan)
Permesinan dalam metal working mengacu pada proses pengerjaan logam yang menggunakan peralatan kerja yang dioperasikan baik secara otomatis ataupun secara manual untuk memproses material logam.

Pada aplikasinya, pengerjaan logam saat ini sudah banyak yang menggunakan CNC machine, yang merupakan mesin dalam kategori metal working yang menggunakan data digital dan program CAM untuk mengontrol, mengotomatisasikan, serta memantau pergerakan mesin. Mesin CNC dapat berupa mesin milling, mesin bubut, router, welder, grinder, laser, waterjet cutter, mesin stamping lembaran logam, serta mesin lainnya yang dapat diprogram untuk melakukan pekerjaan layaknya permesinan manual, namun dioperasikan secara otomatis melalui program. Keunggulan dari aplkasi mesin CNC (Computer Numeric Control) termasuk presisi yang ditingkatkan dan hasil produksi dengan keseragaman yang lebih tinggi.

Namun untuk mencapai efektivitas dari suatu proses pemeliharaan, penggunaan mesin CNC hanya dapat digunakan untuk membentuk material sesuai dengan programnya. Di lapangan, hal ini perlu diimbangi dengan proses kegiatan manual diluar cakupan dimensi dan perbedaan spesifikasi hasil pekerjaan. Kegiatan permesinan manual ini mencakup kegiatan pengeboran, penggilingan, pemotongan, pembubutan dan penguliran. Masing-masing proses ini membutuhkan perkakas khusus, seperti mesin bor, mesin bubut, dan mesin perkakas lainnya.

Predictive Maintenance (Pemeliharaan Prediktif)
Rencana maintenance metal working yang baik dapat membantu menjaga aset produksi perusahaan dalam kondisi prima, serta meminimalisir potensi downtime yang dapat menghambat kegiatan operasional. Predictive maintenance pada umumnya merupakan kegiatan pemeliharaan berdasarkan suatu kondisi mesin produksi. Perawatan prediktif mencakup pemantauan kondisi sistem mekanis, efisiensi kegiatan perawatan, serta mengkombinasikan parameter lain untuk mencegah terjadinya kegalalan mesin (machine failure).

Manfaat terbaik dari pemeliharaan prediktif ini adalah untuk mengurangi potensi waktu henti (downtime). Semakin sering aset produksi mengalami waktu henti, maka semakin tinggi biaya yang ditimbulkan khususnya ketika sedang di tengah proses produksi. Biaya yang ditimbulkan akibat downtime meliputi biaya tenaga kerja yang terus terpakai, beban biaya listrik, biaya material / bahan mentah, biaya keterlambatan pemenuhan order (order fulfilment), serta biaya lainnya baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, penting bagi pelaku industri dalam menjalankan pemeliharaan yang terjadwal, serta menjaga efektivitas aset yang meliputi karyawan, peralatan dan mesin, maupun inventaris MRO yang tersedia setiap saat untuk kegiatan perbaikan dan pemeliharaan yang bersifat urgent.

Alat yang Tepat di Tempat dan Waktu yang Tepat
Rencana pemeliharaan yang terstruktur dapat membantu divisi rantai pasok (supply chain) dalam menentukan jumlah inventaris, serta memastikan efisiensi pengadaan. Hal ini berdasar pada jadwal rutin pemeliharaan dan perawatan, dimana proses pemesanan ulang barang MRO akan semakin mudah berdasarkan quantity dan usage forecast. Dengan begitu, perusahaan dapat menghemat pengeluaran pengadaan khususnya dalam pemenuhan persediaan barang MRO yang dibutuhkan secara teratur.

klikMRO merupakan toko perkakas online yang menyediakan berbagai macam produk MRO untuk menunjang produktivitas bisnis. Dengan manfaat digital procurement, kini pelaku pengadaan dapat mempermudah proses pengadaan melalui satu platform online yang menyediakan hingga jutaan produk MRO dari ribuan brand ternama. Pelajari lebih lengkap mengenai sistem Digital Procurement kliKMRO.

Overhaul Mesin Industri untuk Menghemat Biaya dan Menjaga Produktivitas