6 Langkah Mitigasi Risiko Supply Chain di Era Pandemi

0
339

6 Langkah Mitigasi Risiko Supply Chain di Era Pandemi – Saat ini, banyak perusahaan yang tengah berupaya untuk menemukan solusi permasalahan rantai pasok akibat pandemi COVID-19. Berbagai renca adan strategi pun dibuat mulai dari strategi jangka pendek, menengah hingga strategi jangka panjang yang terus menerus diperbaharui. Hal ini dilakukan unutk mengevaluasi risiko secara sistematis, real-time, dan untuk memudahkan dalam mengambil keputusan yang tepat.

Salah satu kunci dalam meningkatkan kekuatan rantai pasok perusahaan adalah dengan mendapatkan visibilitas terhadap proses rantai pasok dari hulu ke hilir. Metode tersebut dapat dilakukan dengan memetakan supply chain perusahaan secara digital untuk mengembangkan dan menerapkan strategi yang bersifat kontinyu dan updated. Untuk melakukan pendekatan strategi tersebut, semua pihak yang terlibat perlu dilibatkan secara terorganisir untuk pelaporan risiko pada setiap sektor, dan melakukan analisa terkait metode penyelesaian yang tepat serta dampaknya terhadap proses rantai pasok secara keseluruhan. Walaupun sudah ada beberapa layanan digital terkait supply chain manegement, seperti contohnya Resilience 360, perusahaan tetap perlu mempertimbangkan fleksibilitas dan yang terpenting adalah penyesuaian strategi yang secara spesifik bertujuan untuk meringankan beban rantai pasok di tengah pandemi ini.

Kegagalan dalam perencanaan dan implementasi strategi rantai pasok yang kurang sesuai dapat menyebabkan kerugian perusahaan, seperti yang terjadi pada pengangkut peti kemas Hanjin berdampak secara berkepanjangan pada beberapa pihak dan perusahaan itu sendiri. Selain itu, dari segi sistem IT perusahaan juga diwajibkan secara konsisten memantau keamanan TI pemasok mereka. Sebagai contoh, hal ini juga sebagai pembelajaran atas gangguan serangan virus komputer di perusahaan Maersk pada tahun 2017, serta ancaman-ancaman siber saat ini dan di masa mendatang.

Alat Teknik lengkap

Oleh karena itu, langkah-langkah khusus diperlukan untuk memitigasi risiko rantai pasok. Dengan tujuan yang bervariasi antar perusahaan dan strategi rantai pasoknya, maka dengan ini klikMRO akan membahas mengenai langkah-langkah tepat yang dapat meningkatkan ketahanan rantai pasok perusahaan secara garis besarnya:

1. Diversifikasi dan Regionalisasi Supplier
Aturan mendasar dalam meminimalisir risiko pemasok adalah dengan menghindari strategi pemasok yang bergantung hanya dari satu lokasi atau dari satu perusahaan. Hal ini bukan hanya tentang mengurangi ketergantungan supplier. Seperti pada kondisi saat ini dimana banyak perusahaan hanya bekerja sama dengan perusahaan atau produsen China tanpa  mengevaluasi sumber hulu untuk mengurangi risiko gangguan. Gangguan tersebut dapat berupa faktor internal dan eksternal, namun yang paling nyata adalah perayaan tahun baru Imlek yang mengakibatkan banyak produsen / perusahaan tidak dapat menjalankan produksi sebagaimana mestinya ketika diluar bulan perayaan tersebut.

Saat ini tengah terjadi pergeseran tren produksi dari perusahaan-perusahaan di negara China ke perusahaan di Asia Tenggara, India ataupun Meksiko, dimana hal ini sering disebut istilahnya sebagai  ‘China + 1’ atau ‘China + 2’ . Strategi ini mewajibkan perusahaan untuk mengevaluasi kembali jaringan distribusi untuk memastikan keselarasan kebutuhan dan proses produksi yang disepakati. Dengan kata lain, pendekatan secara regional sangatlah penting untuk mengurangi biaya terkait distribusi, durasi, serta keterbatasan produksi akibat faktor lainnya, karena pendekatan secara regional menggunakan barang-barang yang bersumber di sekitar wilayah negara tersebut untuk memasok permintaan / demand di wilayah yang sama. Contoh dalam perusahaan E-Commerce yang melakukan pendekatan regional adalah Shopee, dimana perusahaan ini walaupun berpusat di Singapura, tetapi memiliki jaringan produsen serta pusat distribusi yang komprehensif di wilayah Asia Tenggara ataupun China, sehingga memudahkan proses order fulfilment yang mencakup wilayah yang lebih besar.

2. Strategi ‘Port Diversification’
Meskipun beberapa pihak menilai bahwa lebih efisien dan efektif apabila mengimpor hanya melalui satu pelabuhan tertentu, namun secara tingkat risiko terkait juga lebih tinggi. Hal ini dikarenakan sifat ketergantungan distribusi yang krusial dalam proses order fulfilment, khususnya ketika terjadi gangguan yang dapat menghambat distribusi. Untuk itu, strategi rantai pasok perusahaan juga harus mempertimbangkan hal ini guna menghindari ketergantungan pada satu pelabuhan di satu wilayah regional ataupun global.

3. Manajemen Inventaris “Just in Case” dan “Just in Time”
Perusahaan disarankan untuk menjaga persediaan tambahan untuk barang-barang penting, seperti suku cadang atau bahan mentah yang bersumber tunggal, ataupun barang yang waktu pengirimannya lama dan sangat bervariasi. Dengan situasi saat ini dimana dengan tingkat bunga rendah, maka elemen biaya modal dalam persediaan biaya penyimpanan juga rendah, sehingga menciptakan penyangga pada persediaan regional terkait barang penting seperti bahan mentah ataupun barang jadi di lokasi distribusi alternatif. Hal ini memungkinkan kontinuitas pasokan ke pelanggan jika terjadi keadaan darurat.

4. Pemilihan Transportasi Multimoda
Perusahaan harus mempertimbangkan berinvestasi dalam solusi distribusi yang lebih dekat pada hub, yang meliputi terminal rel antar moda atau hub multimoda (misalnya jalan raya, rel kereta api, dan jalur laut) untuk mengurangi risiko aturan ketat kapasitas angkutan truk ataupun melonjaknya biaya pengiriman yang kini terus meningkat.

5. Evaluasi Hubungan Antar Pihak yang Terlibat dalam Rantai Pasok
Dalam membangun kualitas rantai pasok yang tangguh, tentu melibatkan berbagai trade-off yang berbeda sebagai tindakan untuk mengurangi risiko yang dapat berdampak pada biaya, efisiensi dan layanan pelanggan. Oleh karena itu, perusahaan harus mengevaluasi jaringan rantai pasok secara berkala untuk memastikan solusi yang efektifitas layanan, serta efisiensi biaya khususnya dalam keadaan overlapping akibat downtime di suatu sumber pemasok ataupun pusat distribusi.

6. Investasi pada Otomatisasi
Mempertahankan tenaga kerja yang terampil telah menjadi tantangan terbesar bagi perusahaan, dikarenakan tuntutan perkembangan teknologi serta persaingan tenaga kerja yang sebagian besar didorong oleh e-commerce. Di era pandemi ini, meningkatnya angka pengangguran dapat mengurangi tekanan kebutuhan tenaga kerja dalam jangka pendek. Namun banyak perusahaan yang mengurangi biaya terkait investasi otomasi perusahaan sehingga mengakibatkan kurangnya eksplorasi peluang dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok. Solusinya berawal dari hulu suatu proses rantai pasok, dimulai dari pengadaan perusahaan yang dapat dipermudah dan terukur dengan jelas. Kehadiran Digital Procurement memberikan kemudahan bagi pelaku pengadaan perusahaan untuk meringankan risiko supplier, serta dimudahkan dalam pencarian barang. Selain itu, terdapat pula proses approval secara digital untuk mempercepat dan memudahkan persetujuan pengadaan, serta pembatasan kuota belanja perusahaan agar sesuai dengan strategi pengadaan awal dan meningkatkan transparansi.

Pacu Akselerasi Melalui Digitalisasi Pengadaan

klikMRO memberikan pengalaman baru di tengah pandemi ini dan mengajak Anda untuk berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas rantai pasok perusahaan Anda, dimulai dari proses otomasi pengadaan. kliKMRO sendiri merupakan layanan B2B E-Commerce yang bergerak di layanan pengadaan secara digital dan dapat terintegrasi dengan sistem pengadaan perusahaan Anda. Konsultasikan kebutuhan Anda bersama kami disini.

Memahami Resiko Supply Chain di Tengah Pandemi