5 Kategori Alat Ukur Dimensional Measuring, Mulai dari Kaliper Hingga Mesin Laser

0
337

5 Kategori Alat Ukur Dimensional Measuring, Mulai dari Kaliper Hingga Mesin Laser – Pengukuran dimensi (Dimensional Measuring) adalah ilmu yang mempelajari cara untuk mengukur dan mengetahui secara presisi ukuran dan bentuk sesuatu. Hal ini melibatkan satuan pengukuran dasar seperti panjang dan sudut, serta sifat geometris seperti kerataan dan kelurusan dari suatu obyek. Pengukuran dimensi ini sangat penting dalam suatu perdagangan global untuk memastikan besar kecilnya ukuran, baik itu dimensi produk, ukuran bahan mentah, ukuran pengemasan, dan hal lainnya yang menjadi dasar desain maupun sebagai patokan distribusi dalam pengiriman.

Dalam pengukuran dimensi, diperlukan ilmu metrologi dimensional sebagai kunci dasar dalam pelaksanaannya. Contoh teknologi yang menggunakan pengukuran dimensional sangat presisi terdapat dalam penelitian fisika partikel, dimana terdapat eksperimen akselerator yang saat ini bergantung pada detektor pelacakan dengan sensor yang diposisikan pada tingkat mikron, serta memerlukan keakuratan dalam posisi magnet hingga jarak lebih dari 10 kilometer.

5 Kategori Alat Ukur Dimensional Measuring, Mulai dari Kaliper Hingga Mesin Laser – Contoh mesin Particle Accelerator yang membutuhkan tingkat presisi luar biasa dalam melempar bola partikel ke magnet

Contoh lainnya adalah pada pengukuran dimensi pada ilmu astronomi, khususnya dengan teleskop optik yang membutuhkan cermin yang sangat besar dengan tingkat akurasi sub-mikron.

Alat Teknik lengkap

Pengukuran dimensi ini juga tidak luput aplikasinya pada industri. Penggunaannya pun beragam, mulai dari pembuatan suku cadang dengan mesin presisi tinggi, hingga pengukuran dimensional produk terkait peletakkan di tata ruang pergudangan. Hal ini untuk memastikan bahwa komponen sesuai dengan dimensi maupun tingkat toleransi yang sudah ditentukan.

5 Kategori Alat Ukur Dimensional Measuring, Mulai dari Kaliper Hingga Mesin Laser – Perakitan mobil menggunakan aspek dimensional measuring dalam memasang assembly parts

Selain itu terdapat beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pengukuran dimensional, yakni:

  1. Memverifikasi komponen sesuai dengan dimensi dan toleransi yang ditentukan oleh insinyur desain

2. Perangkat alat ukur dimensional bergantung pada sejumlah faktor, yakni:

-Tingkat akurasi yang dibutuhkan
-Apakah objek dapat disentuh atau tidak selama proses pengukuran
-Karakteristik fisik dan permukaan objek
-Transparansi atau ketidakjelasan objek

3. Pemilihan dan penggunaan teknis alat ukur yang tepat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengukuran

Dalam melakukan pemilihan alat ukur, terdapat 5 kategori utama alat ukur dimensional:

  1. Hand Tools Dimensional Measurement: Perangkat ini meliputi perkakas alat ukur tangan yang paling dasar dan universal. Walaupun termasuk dalam kategori alat ukur dasar, perkakas alat ukur tangan ini tetap sangat berguna untuk sebagian besar aplikasi inspeksi dimensional. Perkakas alat ukur tangan meliputi dial indicator, digital caliper, serta micrometer. Peralatan ini sangat portabel, tersedia secara luas, dan juga lebih terjangkau dibandingkan alat ukur dimensional lainnya yang lebih besar. Contoh perkakas alat ukur tangan yang paling banyak digunakan perihal pengukuran dimensional meliputi:
  • Jangka sorong (vernier caliper)Jangka sorong / kaliper adalah alat yang digunakan untuk mengukur ukuran suatu benda. Banyak jenis jangka sorong memungkinkan pembacaan pengukuran pada skala yang ditentukan, baik secara manual, ataupun tampilan digital.
  • Mikrometer: Mikrometer adalah alat ukur dimensional yang dapat melakukan pengukuran secara sangat presisi. Pada dasarnya, alat mikrometer dirancang untuk mengukur dalam tingkat ketelitian seperseribu inci, sehingga sangat cocok untuk pengukuran presisi antara objek / benda yang diukur.

2. Pengukuran Pneumatik: alat ukur pneumatik memanfaatkan aliran pembatasan udara, untuk menghasilkan perubahan aliran atau tekanan dalam mengukur dimensi. Contoh pengukuran yang menggunakan pengukur pneumatik ini umumnya meliputi pengukuran diameter luar, pengukuran kedalaman lubang, serta mengukur suku cadang produksi yang diproduksi secara teratur. Pengukuran pneumatik ini merupakan metode inspeksi non-kontak sehingga umumnya digunakan untuk mengukur benda kerja yang tidak dapat disentuh, dengan tingkat toleransi 0,005 inci atau lebih kecil. Untuk memaksimalkan pengukuran, terdapat beberapa perangkat suku cadang khusus lainnya untuk menunjang pengukuran di berbagai aplikasi.

3. Coordinate Measuring Machines (CMM): Peralatan ukur dimensional berbasis CMM ini umumnya digunakan pada aplikasi industri yang lebih besar maupun yang sudah berbasis sistem otomasi. Contoh penggunaannya terdapat pada pengukuran menggunakan contact probe yang telah diatur untuk menyentuh permukaan yang akan diukur, untuk kemudian komputer CMM mengubah posisi fisik tersebut menjadi titik lokasi digital dalam sistem koordinat multi-sumbu.

Mesin CMM ini memiliki banyak variasi sesuai dengan harga, cakupan spesifikasi kerja, tingkat akurasi, serta daya tahan terhadap repetitive work. Walaupun canggih tetapi ada beberapa limitasi terhadap penggunaan metode pengukuran berbasis CMM ini, yakni tidak dapat mengukur objek yang memiliki permukaan elastis, permukaan yang terlalu halus ataupun objek yang tidak dapat disentuh. Namun saat ini sudah ada jenis probe optik non-kontak yang sudah mulai tersedia pada pengukuran berbasis CMM ini.

4. Sistem Optik: Pengukuran dengan sistem optik memiliki banyak variasi dalam segi ukuran, tingkat perbesaran, dan akurasi. Cara kerjanya adalah dengan menggunakan cahaya yang dipantulkan melalui optik untuk menentukan dimensi berdasarkan profil objek dalam bidang pandang instrumen. Sistem pengukuran optik ini juga dapat digunakan untuk membandingkan objek dengan suatu bentuk atau dimensi standar yang diinginkan dengan memanfaatkan metode overlay atau reticle pengukur.

5. Sistem Pengukuran Berbasis Cahaya: Kategori lain dalam suatu pengukuran dimensional non-kontak adalah menggunakan sistem pengukuran berbasis lampu LED terstruktur atau triangulasi garis laser. Cara kerjanya yakni pemindai cahaya yang terstruktur tersebut mengambil urutan gambar dengan pola cahaya berbeda yang diproyeksikan ke permukaan objek untuk menciptakan titik 3D Cloud. Kemudian pemindai triangulasi garis laser mengumpulkan serangkaian profil dari garis laser saat objek bergerak melewati bidang pandang sensor. Lalu sensor pintar 3D melalui perangkat softwarenya kemudian dapat digunakan untuk secara otomatis merakit beberapa profil menjadi peta 3D lengkap dari permukaan objek. Namun apabila objek yang sedang diukur bergerak secara signifikan selama proses akuisisi data, maka kesalahan hasil pengukuran dapat terjadi. Faktor intensitas cahaya di sekitar juga dapat memiliki efek signifikan pada kinerja sistem ini.

Dari kelima kategori pengukuran dimensional diatas, faktor presisi dan penggunaan sesuai aplikasi menentukan keberhasilan suatu proses pengukuran. Untuk itu, diperlukan ilmu metrologi serta ketersediaan alat ukur yang tepat sesuai kebutuhan pengukuran untuk masing-masing aplikasi. klikMRO sebagai B2B E-Commerce menyediakan layanan non tatap muka berbasis online untuk membantu perusahaan dalam melakukan pengadaan di masa endemi COVID-19 ini. Temukan beragam alat ukur sesuai kebutuhan Anda, dan pelajari bagaimana pengadaan online dapat membantu bisnis Anda kembali beroperasional secara aman dan efektif disini